Kenapa Komunitas Guru Profesional Penting Digerakkan? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Media Sosial. Image dari Gerd Alatman dari Pixabay

Syahrial

Ketua Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia (PPSKI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Bergabung Sejak: 27 November 2021

Senin, 17 Januari 2022 17:51 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Kenapa Komunitas Guru Profesional Penting Digerakkan?

    Komunitas guru profesional di sekolah menciptakan suasana kondusif terhadap individu para pengajar. Guru akan makin sadar peranannya sebagai penentu meningkatnya mutu pendidikan. Ide akan sering timbul dan masalah dapat terpecahkan dengan baik dan tepat. 

    Dibaca : 944 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Komunitas guru

    Zaman sudah berubah. Banyak hal yang dahulu sesuatu yang mustahil sekarang sudah menjadi bagian keseharian kita. Perubahan itu lebih dominan disebabkan oleh kemajuan teknologi komunikasi.

    Kecanggihan peralatan komunikasi telah merubah banyak hal, termasuk bagaimana menjadi guru bagi generasi millenial. Guru harus menyesuaikan dengan kondisi zaman. Dan itu tidak dapat dilakukan sendirian. Butuh teman sejawat yang dapat diajak bertukar pikiran dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu menjadi bagian suatu komunitas guru profesional adalah suatu keharusan di zaman sekarang ini.

    Dulu suatu komunitas masih banyak menemukan kendala, seperti waktu, jarak, fasilitas, dan lain-lain. Komunitas dibatasi dengan segala sesuatu yang bersifat fisik. Ini karena setiap aktivitas dan interaksi yang hendak dilakukan mengharuskan para anggota untuk berkumpul secara fisik di suatu lokasi yang sama dan pada saat yang bersamaan.

    Kabar baiknya, kini kita telah memasuki era digital dan mobile. Teknologi yang ada kini sangat mendukung segala aktivitas dan interaksi dalam suatu komunitas. Kini manusia bebas beraktivitas dan berinteraksi tanpa dibatasi oleh kendala fisik, waktu, dan lokasi. Orang-orang bisa berkumpul dalam waktu yang bersamaan di lokasi yang berbeda. Orang-orang juga bisa berinteraksi tanpa harus berkumpul di rentang waktu yang sama atau bersamaan. Lewat berbagai media sosial yang bahkan disediakan secara gratis, serta teknologi mobile dan ponsel yang semakin canggih, orang bisa melakukan banyak aktivitas hanya lewat ujung jarinya. Media sosial memungkinkan kita untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan berkumpul 24 jam, 7 hari nonstop. Sementara teknologi mobile dan ponsel memungkinkan kita untuk berinteraksi dan bersosialisasi di mana pun, kapan pun.

    Mengapa komunitas itu penting? Secara umum (apapun jenis komunitasnya) ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa kita harus memiliki komunitas. Pertama, kita bisa mendapatkan ekosistem baru. Dengan ikut aktif dalam komunitas kita bisa mendapatkan teman dengan tujuan yang sama di komunitas itu. Kedua, bisa mendapatkan perspektif baru. Lingkungan komunitas sangat mendukung kita untuk menemukan sudut pandang baru terhadap apa yang sebelumnya kita sudah maupun belum ketahui, karena dari banyaknya interaksi dan mendengarkan sudut pandang anggota lain yang. Biasanya kita mendapatkan sudut pandang yang semakin luas dan berkembang.

    Ketiga, mendapatkan peluang baru. Ini adalah alasan kebanyakan alasan orang mengikuti sebuah komunitas, karena didalamnya banyak orang-orang yang berkumpul untuk sekedar membahas ide. Keempat, belajar hal baru langsung dari orangnya. Ini juga yang menjadi salah satu keunikan dalam berkomunitas, kita bisa belajar langsung dengan teman-teman yang sudah lebih dulu punya pengalaman. Bahkan bisa belajar dari kegagalan mereka masing-masing. Kelima, menambah semangat. Manusia cenderung suka berinteraksi dengan sesamanya, dengan berinteraksi kita bisa mendapatkan energi baru. Bahkan hanya dengan melihat orang lain semangat, terkadang kita juga terbawa semangat. 

    Nah, bagaimana dengan komunitas guru profesional? Tidak kalah dengan komunitas profesi yang lain, komunitas profesi guru juga punya arti penting, khususnya di zaman sekarang ini. Ada beberapa hal yang membuat komunitas guru menjadi suatu keharusan bagi guru seprofesi berada di dalamnya. Pertama, menjadi wadah kolaborasi. Meskipun sekarang ini mudah bagi kita untuk mempelajari sesuatu secara mandiri karena kita bisa belajar apapun yang kita suka dan apapun yang mereka bisa temukan di jagad internet, namun sebagai seorang manusia, kita harus sadar bahwa kita memiliki kesempatan, kemampuan dan waktu yang terbatas untuk mendalami sebuah kemampuan. Itu mengapa, kolaborasi menjadi penting untuk para guru. Tujuannya adalah untuk bisa saling berbagi kemampuan dan bergerak bersama-sama. Ketika bergerak bersama, tentu biaya akan menjadi lebih ringan dan terjangkau. 

    Kedua, meningkatkan interaksi sosial. Adanya gawai dan teknologi membuat interaksi sosial semakin berkurang. Kebanyakan dari kita menghabiskan waktu di depan laptop membuat saya bisa menghitung jari berapa banyak interaksi sosial tatap muka yang saya lakukan dalam satu minggu. Komunitas akan membuat kita terdorong untuk berinteraksi satu sama lain. Mungkin mulanya berawal dari perbincangan via aplikasi pengirim pesan. Tetapi lambat laun ada keinginan untuk bisa bersilaturahim di dunia nyata.

    Ketiga, belajar menjadi lebih seru. Berkomunitas adalah tentang mengembangkan diri dan jejaring. Sehingga belajar adalah tujuan utama dalam sebuah komunitas. Interaksi yang terjadi di komunitas pada umumnya adalah tentang diskusi dan berbagi informasi terbaru. Dalam sebuah komunitas keahlian misalnya, setiap anggotanya akan berbagi banyak hal tanpa khawatir untuk dinilai macam-macam.

    Hirarki komunitas yang cenderung horizontal, membuat hubungan antar anggotanya lebih santai dan luwes. Sehingga seorang anggota komunitas akan tidak segan untuk mengambil pengetahuan dan pengalaman dari rekannya yang lebih senior dan berpengalaman. Selain itu, forum komunitas yang santai membuat setiap orang bisa bereksperimen dan belajar sesuai kemampuannya tanpa tekanan. Ini mengapa menurut saya, komunitas bisa menjadi tempat belajar yang seru. 

    Keempat, perubahan bermula dari perkumpulan. Bagi kamu yang berharap agar ada perubahan kualitas hidup dari berkomunitas, ada baiknya kamu mulai menata kembali niat dan tujuan. Komunitas memang mampu memperluas jejaring dan wawasan, tetapi perubahan tetap harus berasal dari dalam diri. Komunitas hanya menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan diri kita dengan dunia luar. Komunitas akan menjadi sebuah lintasan besar yang bisa melejitkan kita, atau bahkan sebaliknya malah membuat kita tenggelam. Karena kita akan masuk ke dalam lingkaran orang-orang yang lebih berwawasan dan berpengalaman. Tetapi jangan khawatir, komunitas pada umumnya adalah tentang kebersamaan. Selama kita bersama-sama mau berkembang dan bertumbuh dalam sebuah komunitas. Saya yakin teman-teman akan bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik.

    Adapun mengenai keberadaan organisasi profesi sebagai wadah komunitas diyakini penting bagi setiap jenis profesi khususnya bagi guru, karena organisasi tersebut yang mengkoordinasikan dan mengawasi jalannya suatu praktek profesi sebagaimana diatur dalam kode etik profesi yang dimiliki dan dihayati oleh setiap profesi. Eksistensi organisasi profesi sebagai wadah dari komunitas dalam hal ini komunitas guru, dipandang sebagai suatu kebutuhan sebagai sarana peningkatan kualitas dan kemampuan guru, sehingga profesionalitas komunitas guru di sekolah dapat terwujud sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu,  peran aktif organisasi profesi khususnya profesi guru melakukan pemberdayaan dan pengawasan yang dilakukan oleh para kepala sekolah dalam rangka peningkatan kualitas guru merupakan salah satu strategi dalam mewujudkan komunitas guru profesional di sekolah. 

    Komunitas guru profesional di sekolah merupakan komunitas yang memiliki peluang suasana kondusif yang besar. Ini tercermin dari rasa persaudaraan sehingga hal tersebut diharapkan mampu menimbulkan kesadaran terhadap individu guru akan peranannya sebagai penentu meningkatnya mutu pendidikan. Dalam komunitas ide akan sering timbul dan masalah dapat terpecahkan dengan baik dan sesuai. 

    Komunitas guru profesional di sekolah sebagai bagian dari pemberdayaan untuk mewujudkan peranan guru yang berkualitas dan berkapabilitas karena di dalam komunitas guru profesional dijadikan sebagai tempat keleluasaan untuk berinisiatif, mengembangkan dirinya, menemukan pemecahan dalam menghadapi kesulitan baik secara teknis dalam keprofesionalan-nya. Terciptanya teknik-teknik dan strategi untuk untuk merancang, mengolah dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar.

    Ikuti tulisan menarik Syahrial lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.