Pengaruh Hubungan Atasan dan Bawahan Terhadap Kelangsungan Bisnis - Urban - www.indonesiana.id
x

Toxic Boss

Talenta Diwa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Bergabung Sejak: 17 Januari 2022

Selasa, 18 Januari 2022 11:18 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Pengaruh Hubungan Atasan dan Bawahan Terhadap Kelangsungan Bisnis

    Seperti apa hubungan atasan dan bawahan dalam bisnis

    Dibaca : 896 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mengenai bisnis tentu pada umumnya semua orang akan mengenal dan tidak asing terdengar di telinga. Pada dasarnya bisnis merupakan suatu kegiatan yang tidak terlepas dalam kehidupan manusia, bisnis ini bisa dilakukan oleh individu maupun juga kelompok. Biasanya dalam melakukan aktivitas bisnis, tidak sedikit dari mereka yang membentuk wadah untuk melangsungkan aktivitas bisnis tersebut. Berawal dari demikian tumbuhlah suatu organisasi bisnis, yang terdiri dari beberapa bentuk macam usaha. Di dalam organisasi bisnis sudah pasti terdapat yang dinamakan struktur organisasi yang tidak lain terdiri dari atasan dan bawahan. Adanya struktur organisasi ini tidak hanya sebagai bentuk tingkatan posisi saja, namun juga memiliki fungsi untuk mengatur dan menentukan tugas serta tanggung jawab pada setiap anggota. Pada organisasi bisnis pastinya membutuhkan hubungan yang terjalin antara atasan dan bawahan, sebab dari hal tersebut dapat mempengaruhi dalam proses kelangsungan bisnis dalam organisasi.

    Pada kesempatan ini penulis ingin membahas secara singkat terkait pengaruh hubungan atasan dan bawahan terhadap kelangsungan bisnis. Berikut adalah terkait pembahasan selanjutnya.

    Sejatinya aktivitas bisnis merupakan sesuatu yang melekat pada kehidupan sehari-hari, sehingga setiap orang tentu akan sering menjumpai bahkan melakukannya lantaran pada dasanya memang berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Berdasarkan pengertian singkat bisnis adalah kegiatan yang menghasilkan sesuatu produk yang dapat diperjualbelikan dengan tujuan memperoleh laba atau keuntungan. Jika menelisik kebelakang praktik bisnis sudah ada sejak zaman dahulu, bermulai dari bisnis yang tradisional hingga tiba pada zaman bisnis yang sudah mengalami kemajuan ke arah modern. Apalagi di era saat ini, dimana teknologi ikut serta dalam aktivitas bisnis. Sehingga dari waktu ke waktu akan terlihat transisi pada cara bisnis yang dilakukan, maka dari itu tidak heran jika bisnis akan terus mengalami perkembangan.

    Seperti yang diketahui bersama bahwa sektor-sektor usaha seiring bertambahnya waktu semakin meluas, hal ini dibuktikan dengan jumlah pelaku usaha yang menunjukkan adanya peningkatan. Bisnis saat ini banyak diminati oleh banyak kalangan, dari berbagai usia dan latar belakang yang berbeda. Adapun kondisi zaman yang telah didominasi oleh peran teknologi, sehingga memunculkan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan dan pemanfaatan berbagai alat canggih yang membantu manusia dalam menjalankan usahanya. Pada waktu sekarang ini banyak peluang yang terbuka lebar, terlebih lagi di dukung dengan kemajuan zaman sehingga menjadi angin segar bagi seluruh individu maupun kelompok untuk terjun dalam dunia bisnis.

    Kemudian mengenai bisnis tentu akan memiliki ruang lingkup yang luas, terutama terkait dalam hal mendirikan sebuah wadah usaha untuk melakukan aktivitas bisnis tersebut. Dimana para pelaku bisnis disini akan membentuk sebuah badan usaha yang berfungsi sebagai tempat untuk mengelola dan melakukan aktivitas bisnis. Dari badan usaha tersebut dapat terdiri dari beberapa bentuk, seperti pada umumnya kita sebut saja misalnya perusahaan.

    Di setiap perusahaan dalam proses berdirinya pasti memiliki visi misi dahulu sebagai landasan utama untuk mencapai tujuan. Dibalik itu juga akan terdapat target bisnis yang harus direalisasikan oleh pimpinan perusahaan, oleh karenanya untuk menunjang hal tersebut akan ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Terlebih adanya faktor strategi, perencanaan, dan modal yang dinilai tidak cukup hanya itu saja, namun juga ada faktor lain yang lebih utama yaitu faktor tenaga kerja atau karyawan. Sebab dari faktor tersebut bisa mempengaruhi keberhasilan bisnis suatu perusahaan.

    Di dalam internal perusahaan tentu sebagai seorang pemimpin atau atasan harus memperhatikan betul mengenai faktor tersebut. Sebab seorang karyawan merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan, sebagaimana yang akan terjadi tanpa adanya karyawan akan sulit menggerakkan roda perusahaan. Berkaitan dengan hal tersebut dalam proses awal perekrutan karyawan juga harus diseleksi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Perlunya memperhatikan berbagai aspek yang dimiliki, terutama menyangkut kemampuan dan keterampilan, karena dari situ akan menjadi tolak ukur dalam kelulusan karyawan.

    Adapun perusahaan ketika melakukan perekrutan anggota baru memiliki cara-cara tersendiri sesuai dengan ketentuan yang telah diatur, pada proses ini penting di saat memilih karyawan karena akan berpengaruh terhadap kinerja untuk perusahaan itu sendiri. Pada internal perusahaan karyawan termasuk memegang peran penting terutama dalam bagian menghasilkan produk maupun memberikan jasa kepada para konsumen. Maka dari itu, kompetensi yang dimiliki oleh para karyawan sangatlah dibutuhkan sebab berkaitan dengan kualitas yang akan dihasilkan. Di samping itu juga harus memiliki pribadi yang solutif dan inovatif sehingga dapat bekerja secara efektif serta efisien.

    Berbicara perihal tersebut tentu ini menandakan perlu adanya hubungan atasan dan bawahan dalam kelangsungan bisnis pada perusahaan. Terlebih lagi terkait penerapan fungsi manajemen dalam level organisasi, yang berguna sebagai pedoman pelaksanaan kerja para karyawan di perusahaan. Selaku seorang atasan mestinya bakal menjalin hubungan baik kepada para bawahannya, sebab jika terdapat keakraban antara keduanya akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan pada setiap bawahan akan merasa terbuka dan leluasa ketika menjalin komunikasi kepada atasanya.

    Kondisi seperti ini juga akan membuat seorang atasan akan bisa mengetahui apabila ada bawahan yang sedang mengalami kendala dalam bekerja. Kelebihan lain adanya hubungan baik yang terjalin, bawahan akan lebih menikmati dalam pekerjaan dan melaksanakannya dengan sepenuh hati. Sehingga dari hal tersebut akan menunjukkan loyalitas serta dedikasi yang diberikan kepada atasan dan khususnya pada perusahaan itu sendiri. Di samping itu juga sebagai seorang atasan tidak lupa memberikan apresiasi terhadap bawahan, yang telah bekerja secara baik dan benar dengan memberikan suatu penghargaan untuknya. Selain itu, perusahaan juga menyediakan berbagai fasilitas sebagai wujud timbal balik kepada para karyawan dengan tujuan dapat memberikan manfaat dan tentu saja meningkatkan kualitas kerja.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penting seorang atasan membangun hubungan kepada bawahan. Sehingga antara pemimpin dan karyawan mampu memiliki kekompakan dan sinergi untuk membangun produktivitas kerja secara optimal. Hubungan internal vertikal ini juga menciptakan iklim organisasi yang dapat berpengaruh terhadap kelangsungan suatu bisnis yang ada.

    Nah, seperti itu pembahasan singkat terkait pengaruh hubungan atasan dan bawahan terhadap kelangsungan bisnis. Semoga dapat bermanfaat!

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.