Pentingnya Penyaring Berita dari Medi Massa - Analisis - www.indonesiana.id
x

media massa

Mifta Aufa Indrasyafiq

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Januari 2022

Rabu, 19 Januari 2022 13:00 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pentingnya Penyaring Berita dari Medi Massa


    Dibaca : 294 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Syafruly Ihsan, Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.

    Apa yang ada di dalam pikiran anda jika mendengar kata komunikasi? Pasti yang ada di pikiran anda yaitu sesuatu yang melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan suatu konflik atau memberikan informasi kepada orang lain.

    Berikut beberapa jenis komunikasi:

    Komunikasi antar pribadi, komunikasi massa, komunikasi kelompok, komunikasi interpribadi, komunikasi organisasi. saya ingin menjelasan 1 komunikasi yaitu komunikasi massa. Menurut Khomsahrial komunikasi massa bersifat terbuka yaitu komunikasi yang di tunjukan untuk semua orang dan tidak di tunjukan sekelompok orang tertentu oleh karna itu komunikasi massa bersifat umum, pesan yang ada di komunikasi massa berupa fakta, opini, peristiwa.

    Komunikasi massa berguna untuk memberikan suatu informasi kepada masyarakat berupa peristiwa atau opini di dalam media massa agar masyarakat mendapatkan informasi-informasi terbaru walaupun masyarakat tetap berada di rumah. tetapi komunikasi massa di dalam media massa ada berbagai peristiwa atau opini yang belum pasti benar atau berita hoax, maka dari itu masyarakat tidak boleh langsung percaya pada 1 sumber saja masyarakat harus mencari sumber-sumber lainnya agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Banyak masyarakat yang mendapat informasi di media massa informasi tersebut masih simpang siyur atau masih belum jelas tetapi orang tersebut sudah menyebarkan di media massa dan banyak masyarakat membaca informasi tersebut


    Berikut beberapa efek dari komunikasi massa :


    Menurut (Armi 1983) terdapat 3 jenis efek komunikasi yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Efek kognitif meliputi peningkatan kesadaran, belajar, dan tambahan pengetahuan. Efek efektif berhubungan dengan emosi, perasaan, dan attitude (sikap). Sedangkan efek konatif berhubungan dengan perilaku dan niat untuk melakukan sesuatu.


    Efek kognitif adalah efek yang membuat masyarakat bisa lebih mengetahui hal baru yang belum di ketahuinya, dan setelah membaca suatu peristiwa atau opini di dalam media massa masyarakat mengetahui hal tersebut

    Contoh : Sesorang membaca berita di media massa yaitu tentang kasus korupsi di berita tersebut terdapat nama KPK yaitu Komisi Pemberatasan Korupsi sesorang tersebut sebelum baca berita tersebut tidak mengetahui kepanjangan KPK setelah membaca berita tersebut seseorang tersebut mengetahui kepanjangan KPK.

     

    Efek efektif adalah efek yang bisa membuat suatu perasaan sesorang berubah setelah membaca berita di dalam media massa. Sebelum orang tersebut membaca berita di media massa orang tersebut perasaannya senang dan jika sesorang tersebut membaca berita di media massa ada suatu berita yang menimpah musibah pada orang yang dia suka.

    Contoh : Orang tersebut menggemari Ardhito Pramono, sebelum orang tersebut membaca berita tentang kasus Ardhito Pramono orang tersebut senang, tetapi sesudah membaca berita tentang kasus narkoba yang menimpah kepada Ardhito Pramono orang tersebut bisa berubah perasaanya menjadi sedih atau nangis.

    Efek konotatif adalah efek tersebut bisa membuat seseorang melakukan hal negatif bisa juga hal positif tergantung kepada orang tersebut jika orang tersebut bisa mengambil pelajaran postifnya orang tersebut tidak akan melakukan hal negatif.


    Contoh : Seseorang membaca berita di media massa tentang kejahatan, orang tersebut yang tadinya tidak mempunyai niat atau tidak tau cara untuk melakukan kejahatan setelah membaca berita tersebut orang tersebut mengetahui cara melakukan kejahatan tersebut dan bisa saja orang tersebut mempunyai niat untuk melakukannya kepada orang lain. 

     

    Menurut saya solusinya untuk ke tiga efek tersebut masyarakat jangan mudah tertarik dalam melihat berita di media massa dan jika ada anak dibawah umur jangan diberikan berita yang tentang pembunuhan dan pencurian karena anak dibawah umur bisa menirunya di kehidupannya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.