Leso: Sesuatu yang Sangat Ditakuti Bocil di Tapanuli Selatan #2 - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Martin Winkler dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Jumat, 21 Januari 2022 08:43 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Leso: Sesuatu yang Sangat Ditakuti Bocil di Tapanuli Selatan #2

    Leso merupakan sesuatu yang sangat tidak ingin engkau jumpai saat menjamah hutan yang belum terjamah di daerah Tapanuli Selatan, kecuali engkau ingin berbagi pemantik api kepada si Leso. Apa pun mereka ini, cerita ini mengingatkan kita untuk tetap berhati-hati saat pergi ke hutan liar di Tapanuli Selatan. Apakah betul hanya sekadar cerita saja?

    Dibaca : 857 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                Kita semua pernah mendengar cerita yang membuat kita takut pergi keluar rumah, takut pergi ke kebun, takut untuk pergi ke air, takut untuk buang air sembarangan, dan masih banyak lagi. Cerita itu memanglah sebuah cerita, tapi apakah memang seperti itu? Atau kita hanya menganggapnya sebagai cerita atau mitos untuk membuat diri kita lebih terasa aman di luar sana? Apakah sense of security mu akan tetap sama setelah membaca ini? Kalau begitu, skuy dah.

                Satu lagi mitos dari bocil Tapanuli Selatan generasi 2000-an adalah Leso. Apa itu Leso? Bagi yang sering bermain ke hutan, ke gunung, ke mana pun yang lebat hutannya pasti pernah mendengar cerita ini, namun, sebelum aku menjelaskannya, jika kau membaca ini di luar dan dekat dengan pepohonan, jangan lupa sedia pemantik api mu, mancis, atau korek api. Percayalah padaku.

                “Anggo i bege ho suara songon ma mio ho, padao ngeni. Ulang padonok,”, ujar orang tua di sana. Biar saya artikan, “Jika kau mendengar suara seperti memanggilmu, menjauhlah dari situ. Jangan dekati”, itulah peringatan jika kalian pergi ke hutan atau gunung yang masih jauh dari pemukiman. Jika kau tetap mendekatinya, kau akan bertemu makhluk itu. Benar, dialah Leso.

                Dia berbulu lebat dan cukup tinggi dari manusia sewajarnya. Dia juga memiliki kaki yang terbalik, di mana tumit kakinya berada di depan. Leso juga berlari sangat cepat, jangan coba-coba untuk berlari darinya, kau akan dilanggar.

                Jika kau bertemu dengan Leso, dia akan menanyakan kepadamu apakah kau memiliki pemantik api atau mancis. Perhatikan baik-baik. Jika kau mengatakan ADA (betul-betul punya) dan memberikannya, dia akan pergi membawa pemantikmu. Berhati-hatilah jika kau mengatakan TIDAK ADA, Leso itu akan menggelitikimu sampai kau mati. Tanpa ampun, tanpa jeda.

                Cara mengetahui apakah Leso sedang berada di dekat kita adalah mudah. Kau tak perlu khawatir. Dia akan bersuara seperti sedang memanggil orang. “Oy, oy, oy!” Jangan pedulikan dan teruslah berjalan. Jangan berpikir seperti tokoh di film horror, “Siapa di sana?” dan mendekati asal suara itu, terkecuali kau ingin bersedekah dan memberikan pemantik apimu kepada si Leso.

                Banyak yang mengatakan bahwa makhluk ini seperti Orang Bunian yang ada di Sumatera Barat, namun versi Sumatera Utara khususnya Tapanuli Selatan. Banyak yang bilang bahwa mereka adalah makhluk alam ghaib, dan tidak sedikit juga yang bilang bahwa mereka benar-benar ada di dalam hutan yang tak terjamah di Tapanuli Selatan. Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah cerita ini sebagai minyak tanah untuk api ketakutanmu saat pergi ke hutan atau gunung?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.