Nir Efek Masifnya Baliho dan Mobil Mogok Airlangga - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

dezan news

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 08:36 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Nir Efek Masifnya Baliho dan Mobil Mogok Airlangga

    Nir Efek Masifnya Baliho dan Mobil Mogok Airlangga

    Dibaca : 450 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) menyampaikan pernyataan menarik ihwal konstelasi jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di tubuh Partai Golkar.

     

    Sedari awal, organisasi yang dihuni kader partai lintas aktivitas ini cukup tajam menyoroti langkah sang Ketua Umum, Airlangga Hartarto. Bukan tak mau Airlangga maju, GMPG ingin Airlangga mengevaluasi dirinya agar tak ngotot maju kontestasi Pilpres 2024.

     

    Faktornya tentu lantaran ekeltabiltas Sang Ketum yang tak kunjung 'mantul'. Hasil sigi sejumlah lembaga survei menempatkan Airlangga pada posisi buncit alias masih dibawah 1 persen.

     

    Kalah dari figur-figur lain seperti Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, hingga Anies Baswedan. Jangankan nama-nama beken diatas, elektabilitas Airlangga bahkan tak mampu melewati Anggota DPR dari Fraksi partainya, Dedi Mulyadi.

     

    Ya, eks Bupati Purwakarta dua periode tersebut memiliki elektabilitas di atas satu persen. Wajar ketika kemudian GMPG menyoroti langkah Airlangga jelang Pilpres 2024.

     

    Salah satu yang disorot mereka adalah tentang Surat Perintah Wakil Ketua Umum dan Sekjen atas nama Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nomor: Sprin-23 /DPP/GOLKAR/VII/2021, tanggal 3 Juli 2021 kepada Ketua FPG DPR, Ketua DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia, Ketua Umum Organisasi Sayap, dan Ketua Umum Ormas Hasta Karya. Isinya instruksi memasang foto Ketua Umum DPP Partai Golkar pada Billboard/videotron di wilayah masing-masing.

     

    GMPG menilai billboard/videotron Tidak Cukup Kuat Mendorong Mesin Mogok.

     

    Perintah pemasangan pemasangan foto Ketua Umum Golkar di media luar ruangan atau Billboard/videotron, periode pemasangan sejak bulan Juli 2021 sd. Desember 2021, dalam rangka menaikkan elektabilitas pecalonan Airlangga Hartarto sebagai presiden di tahun 2024 tidak berdampak apa-apa. Berdasarkan hasil survei Voxpol Center elektabilitas Airlangga hanya 0,8 persen, bahkan sejak perintah pemasangan pada Mei 2021 hingga saat ini, hasil survei Indikator Politik Indonesia ia hanya mampu mencapai 0.2 persen.

     

    Tentu saja, buruknya elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar berdampak negatif pada citra dan elektabilitas partai.

     

    Bahkan pengumuman Airlangga sebagai calon presiden tidak memberi efek domino pada peningkatan elektoral dan perbaikan citra partai. Padahal secara teori, jika sosok ketua umum, kandidasi presiden, visi misi yang bagus, program yang nyata, tatakelola partai yang benar partai maka pasti akan berpengaruh positif pada peningkatan elektabilitas dan citra partai.

     

    Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat sangat kecil terhadap sosok Airlanga, baik sebagai ketua umum Golkar maupun sebagai calon presiden yang diusung.

     

    Hal ini harusnya disadari oleh seluruh kader Golkar, bahwa mesin mogok tidak dapat didorong hanya dengan Billboard/videotron.(*)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.