Media Sosial, Media Pendidikan di Masa Pandemi - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

ilustr: Internet Matters

Dela Faridatun Nafisah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Januari 2022

Minggu, 23 Januari 2022 06:07 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Media Sosial, Media Pendidikan di Masa Pandemi


    Dibaca : 449 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Akibat pandemi Covid- 19, proses penyelenggaraan pembelajaran di Indonesia dicoba secara daring. Bermacam fasilitas komunikasi yang dibutuhkan dalam pendidikan kesimpulannya bisa dimanfaatkan secara maksimal buat senantiasa membagikan pengalaman belajar yang bermakna untuk mahasiswa. Perihal tersebut menimbulkan meningkatnya keseriusan pemakaian media sosial di golongan mahasiswa. Perihal ini dijadikan selaku kesempatan buat menggunakan media sosial selaku media pendidikan di masa pandemi.

    Pandemi Covid- 19 yang menyerang dunia sudah membagikan akibat pada bermacam zona, tercantum zona pembelajaran. Akibat pandemi tersebut, proses penyelenggaraan pembelajaran di Indonesia dicoba secara daring. Pendidikan dicoba dengan tata cara jarak jauh sebagaimana kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pembelajaran serta Kebudayaan RI buat menghindari penyebaran pandemi yang terus menjadi masif. Tata cara pendidikan jarak jauh dicoba mulai dari tingkatan sekolah bawah hingga pembelajaran besar.

    Penerapan pendidikan jarak jauh pasti tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan dalam menggunakan kecanggihan teknologi. Bermacam fasilitas komunikasi yang dibutuhkan dalam pendidikan kesimpulannya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Perihal tersebut dicoba buat bisa membagikan pengalaman belajar yang bermakna kepada partisipan didik walaupun pendidikan tidak dicoba secara tatap muka.

    Sejalan dengan proses pendidikan yang dicoba secara daring, pemakaian media sosial di golongan mahasiswa pula bertambah. Perihal tersebut diakibatkan terus menjadi tingginya kegiatan serta interaksi belajar mengajar lewat gawai. Bersumber pada hasil pengumpulan informasi didapatkan data kalau tiap harinya rata- rata mahasiswa membuka media sosial sangat sedikit 4 jam dalam satu hari. Perihal tersebut bisa dijadikan kesempatan untuk pendidik buat menggunakan media sosial selaku media pendidikan yang sejalan dengan pertumbuhan Iptek dan atensi mahasiswa.

    Media sosial yang sangat banyak digunakan mahasiswa, di antara lain yakni WhatsApp, Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook. Media sosial tersebut selaku alternatif yang bisa digunakan pendidik tidak hanya model pendidikan e- learning yang sepanjang ini sudah banyak dipakai selaku wujud pendidikan jarak.

    Media sosial ialah fasilitas buat memperoleh data, bersosialisasi, dan selaku wadah buat menampilkan aktualiasasi diri. Media sosial bisa dijadikan selaku wadah buat berkarya dalam meningkatkan keahlian berbahasa. Dikatakan demikian sebab bagaimanapun pemakaian media sosial hendak mengaitkan keahlian berbahasa seorang, mulai dari membaca, menguasai, serta menyeleksi bermacam data sampai meningkatkan keterampilannya dalam menulis lewat caption yang bisa berbentuk narasi, puisi, ataupun tulisan serta karya lain yang setelah itu dibagikan lewat fitur- fitur yang ada di media sosial. Perihal tersebut ialah salah satu kelebihan media sosial, ialah luasnya jangkauan kegiatan interaksi serta berbagi.

    Dengan demikian, pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang bermanfaat dalam proses penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh, seperti di masa pandemi saat ini. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

    Dalam proses pembelajaran, media dapat berfungsi untuk memperjelas materi serta sebagai sumber belajar yang berisi bahan-bahan untuk dipelajari. Bahan materi pembelajaran yang disiapkan guru tersebut dikemas dan disajikan dengan cara yang lebih menarik untuk meningkatkan motivasi belajar. Dengan demikian, media pembelajaran dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik apabila disiapkan dan dikembangkan secara kreatif.

    Oleh sebab itu, peran pendidik dalam menyiapkan media sosial sebagai media pembelajaran akan berhasil sebagaimana yang diharapkan apabila pendidik mampu mengidentifikasi dengan baik materi materi yang dapat disajikan melalui media sosial. Berdasarkan materi yang disiapkan pendidik tersebut, mahasiswa sebagai pengguna media sosial dapat berlatih untuk belajar meningkatkan keterampilannya, baik dalam berkomunikasi maupun berinteraksi.

    Penggunaan media sosial akan berdampak positif terhadap keterampilan sosial seseorang apabila mereka mampu menggunakan media sosial untuk memahami karakteristik orang-orang di lingkungannya. Melalui media sosial, aktivitas berbahasa serta komunikasi mahasiswa juga dapat dipantau oleh pendidik. Dengan cara demikian, pemanfaatan media sosial dapat dijadikan sebagai media untuk memahami keterampilan mahasiswa. Dengan bimbingan dan arahan yang baik sesuai keterampilan yang dimilikinya, mahasiswa akan terbantu dalam mengidentifikasi serta meningkatkan keterampilannya melalui media sosial. Beberapa penelitian terkait pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran telah dilakukan.

    Pertama, riset yang dicoba oleh Hamzah( 2015) yang berkaitan dengan pola pemakaian web jejaring sosial selaku media pendidikan buat mahasiswa. Riset tersebut menguraikan alur pemakaian media sosial, mulai dari dosen mengunggah modul dan tugas- tugas yang wajib dikerjakan mahasiswa setelah itu dilanjutkan dengan forum dialog bersama dosen dan mahasiswa lain buat menjawab modul yang sudah dibagikan oleh dosen lewat tim kelas yang sudah terbuat tadinya.

    Kedua, riset yang dicoba Assidik( 2018) yang berkaitan dengan pemanfaatan media sosial berbasis literasi 413 digital. Dalam riset tersebut dipaparkan media sosial digunakan selaku sumber belajar buat mengenalkan partisipan didik terhadap isu serta data hoax. Pemanfaatan media sosial selaku media pendidikan pula diharapkan bisa meminimalkan dampak negatif dari pemakaian media sosial.

    Ketiga, riset yang dicoba Kamhar serta Lestari( 2019) yang berkaitan dengan pemanfaatan Youtube selaku media pendidikan. Dalam riset tersebut dipaparkan mahasiswa memakai Youtube selaku media buat menampilkan hasil video yang sudah terbuat secara berkelompok buat dinilai bersumber pada tema, jumlah penayangan, dan like serta komen. Tema yang diseleksi cocok dengan modul perkuliahan yang sudah disajikan tadinya. Penelitian- penelitian tersebut membagikan donasi dalam riset ini.

    Bersumber pada hasil riset tersebut bisa disimpulkan kalau media sosial bisa digunakan selaku media pendidikan buat tingkatkan prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pendidikan. Lewat media sosial, mahasiswa bisa meningkatkan keahlian serta kreativitasnya lewat karyakarya yang terbuat bersumber pada materi- materi yang sudah dipelajari sepanjang proses perkuliahan. Dengan demikian, riset ini bertujuan buat menguraikan pemanfaatan media sosial selaku media pendidikan di masa pandemi yang dijabarkan lewat 3 subpokok bahasan, ialah rencana pemanfaatan, metode pemanfaatan, dan tantangan pemanfaatan media sosial selaku media pendidikan. Riset ini diharapkan bisa berguna selaku sumber inspirasi yang bisa membagikan cerminan terpaut penerapan pendidikan memakai media sosial selaku media pendidikan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.