Penggunaan Media Pembelajaran di Unisa Yogyakarta Selama Pandemi Covid-19 - Humaniora - www.indonesiana.id
x

KAMPUS UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKRTA

Doni Mahendra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2022

Selasa, 25 Januari 2022 13:30 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Penggunaan Media Pembelajaran di Unisa Yogyakarta Selama Pandemi Covid-19


    Dibaca : 191 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Awal tahun 2020 negara di dunia termasuk negara Indonesia dibuat kaget dengan munculnya varian virus baru yang bernama virus covid-19 yang dianggap sebagai virus yang berbahaya. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan virus covid-19, seperti menerapkan lockdown. Dengan diberlakukannya lockdown membuat semua kegiatan yang seharusnya dilakukan di luar rumah menjadi dilakukan di dalam rumah. Salah satu contohnya adalah Pendidikan yang memberlakukan pembelajaran secara daring. Hal tersebut juga diterapkan di Universitas ‘Aisiyah Yogyakarta.

                Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran daring, maka UNISA Yogyakarta menggunakan berbagai media pembelajaran, seperti aplikasi zoom meeting, youtube, Whatsaap, google classroom, dan e-learning. Zoom meeting adalah aplikasi berupa video yang dapat digunakan dengan jarak yang jauh. Aplikasi zoom merupkan aplikasi yang sering digunakan dalam pembelajaran selama pandemi covid-19 karena melalui aplikasi tersebut kita dapat berkomunikasi langsung dengan dosen, sehingga lebih memudahkan kita dalam memahami materi pembelajaran. Selain digunakan sebagai media pembelajaran, zoom meeting juga dapat digunakan untuk pembuatan tugas yang berupa video presentasi karena aplikasi ini menyediakan fitur perekam layar dan fitur berbagi layar, sehingga mempermudah kita dalam pembuatan video presentasi.

                Youtube merupakan salah satu media yang menarik yang dapat digunakaan sebagai media pembelajaran daring. Di Universitas ‘Aisiyah Yogyakarta aplikasi youtube sering digunakan oleh dosen untuk memberikan penjelasan-penjelasan materi kepada mahasiswa. Youtube juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai media untuk mencari berbagai informasi mengenai materi-materi pembelajaran dalam bentuk video. Aplikasi youtube juga dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai tempat untuk mengumpulkan tugas yang diberikan oleh dosen dalam bentuk video.

                Selain dua media di atas, terdapat media pembelajaran yang pasti tidak asing lagi bagi pengguna gadget yaitu aplikasi Whatsaap. Selain digunakan sebagai media komunikasi, Whatsapp juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Aplikasi Whatsaap merupakan media yang paling sering digunakan sebagai media pembelajaran selain aplikasi zoom meeting. Dengan menggunakan aplikasi Whatsaap dosen dan mahasiswa selain dapat mengirimkan pesan, mereka juga dapat mengirimkan file foto, file video, rekaman suara, dan file dokumen yang berisi materi pembelajaran. Dalam aplikasi Whatsaap juga terdapat fitur grup chat yang memudahkan dosen dalam memberikan informasi kepada mahasiswa. Fitur grup Whatsaap juga dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai tempat berdiskusi dan saling tukar informasi.

                Media pembelajaran selanjutnya adalah google classroom dan e-learning. Kedua web tersebut dapat diakses melalui pencarian di google yang kegunaannya hampir sama yaitu sebagai tempat pemberian materi pembelajaran oleh dosen dan sebagai tempat untuk mengumpulkan tugas oleh mahasiswa yang diberikan oleh dosen. E-learning Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang bernama lensa UNISA selain digunakan untuk pemberian materi pembelajaran dan tempat untuk mengumpulkan tugas, di dalamnya juga terdapat informasi-informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh UNISA Yogyakarta.

                Dengan adanya media-media pembelajaran yang digunakan saat terjadi pandemi virus covid-19 membuktikan bahwa perkembangan teknologi semakin maju. Walaupun pada awalnya mahasiswa belum terbiasa menggunakan media-media tersebut untuk pembelajaran, namun dengan seiring berjalannya waktu yang hampir dua tahun mahasiswa melakukan pembelajaran daring, mereka mulai bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi, khususnya dalam dunia Pendidikan. Walaupun media-media tersebut sangat berguna dan bermanfaat bagi dunia Pendidikan di Indonesia selama pandemi covid-19, media-media tersebut juga memiliki dampat negatif pagi penggunanya. Tetepi dampak negativf tersebut muncul apabila pengguna menyalah gunakan media-media tersebut. Semoga dengan semakin majunya perkembangan teknologi menjadikan Pendidikan di Indonesia semakin maju dan memberikan manfaat bagi dunia Pendidikan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.