Bukan Penulis tapi Suka Menulis - Humaniora - www.indonesiana.id
x

laptop

Stevy umar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Selasa, 25 Januari 2022 13:26 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Bukan Penulis tapi Suka Menulis

    Menulis mampu menciptakan kebahagiaan tersendiri, ketika tulisan yang dibuat dan dibaca oleh banyak orang. Menulis adalah tempat curhat yang paling ampu untuk meluapkan perasaan dan emosi yang dirasakan, hingga merasa lega ketika apa yang ada di kepala atau unek-unek dihati dapat tertuang dalam sebuah tulisan dan bisa dishare untuk orang lain. Tapi ingaatt...tulisan itu harus bernilai positif!

    Dibaca : 348 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Penulis itu orang hebat, tidak semua orang bisa menuangkan isi kepala kedalam sebuah tulisan, itu juga yang  kurasakan, menulis tak sebatas pandai merangkai kata demi kata tapi menulis yang terpenting adalah kemampuan seseorang dalam menuangkan ide dan gagasannya yang bermakna dalam sebuah tulisan dan tahu tata cara menulis yang baik dan benar. tujuan sebuah tulisan pastilah agar dapat dibaca oleh banyak orang dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembacanya. 

    Aku salah satu orang yang tidak pandai menulis tapi suka menulis, baik itu puisi, cerita-cerita yang kurangkai sendiri dipikiranku, hingga curhat tentang pengalaman hidupku. Dulu itu hanya tertuangkan dalam pikiranku sendiri walaupun aku ingin sekali menuangkannya dalam bentuk tulisan tapi aku tidak berani. Alasannya Aku takut melanggar tata cara menulis yang baik dan benar, bahasa yang kugunakan masih dipengaruhi dialeg daerahku yang orang makassar, kata "AKU" saja terasa asing ditelingaku karena biasanya kugunakan kata "SAYA" untuk diri sendiri dan "KITA" untuk menyebut orang lain. dan ketakutan-ketakutan lain seperti tulisanku melanggar kode etik jurnalistik, tulisanku tidak menarik dan tidak dibaca oleh orang lain dan hal lain yang membuatku tak punya keberanian untuk MENULIS.

    Awalnya aku tertarik dengan sebuah postingan di sosial media tentang Lomba Menulis bagi Guru tentang Merdeka Belajar, Kemudian artikel tempo pada tanggal 23 November 2021, Indonesiana.id Kanal Pendidikan Hasil kolaborasi dengan Kemendikbudristek. dan Aku termotivasi dengan pepatah dari Pramoedya Ananta Toer yang ada dalam artikel tersebut." Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian," apalagi bagi seorang guru, kemampuan menulis harusnya dimiliki karena profesi menuntut untuk selalu bersentuhan dengan karya tulis. 

    Kehadiran Indonesiana.id Kanal pendidikan membuka jalan bagiku untuk bisa menuangkan ide dan gagasan serta pengalaman-pengalaman yang biasanya hanya aku nikmati sendiri dalam pikiranku. Walaupun belum mampu untuk menjadi penulis yang baik dan benar tapi setidaknya aku punya ruang untuk menulis yang selama ini kupendam sendiri karena tidak tahu mau menulis dimana dan bagaimana caranya membuat tulisan yang bisa dibaca dan disukai banyak orang. terima kasih Tempo dan Kemendikbudristek yang sudah menghadirkan Kanal pendidikan sehingga guru-guru juga dapat menuangkan ide dan gagasannya serta menuliskan inovasi pembelajaran yang mereka laksanakan disekolah guna peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. 

    Disamping itu tulisan yang dibuat dapat menginsipirasi jutaan orang dari berbagai pelosok, tulisan bisa menjadi karya yang bisa bermanfaat untuk perkembangan peradaban dan juga bisa dinikmati sebagai sebuah hiburan dengan membacanya. sedikit demi sedikit aku mulai menulis dan aku memberi apresiasi bagi Indonesiana.id (Tempo) karena sudah tiga karya tulisanku yang ditayangan yaitu Manusia Tanpa Cita-cita, Salah Pilih Teman Hidup, dan Reuni, CLBK yuk!, dari ketiga cerita tersebut semuanya adalah kisah nyata hidupku yang selama ini hanya aku simpan dikepala dan dihati dan hanya aku yang tahu namun sekarang bisa kubagikan untuk pembaca walaupun cara menulisnya belum sempurna dan belum menarik banyak pembaca tapi aku sangat bahagia karena sudah bisa menulis di media yang sangat besar seperti Indonesiana Tempo.Co.  

    Terima kasih Indonesiana (Tempo) dan Kemendikbudristek yang sudah menghadirkan kanal pendidikan ini, karena melalui kanal ini ku bisa menjadi Penulis walaupun masih dalam tahap belajar dan juga rekan-rekan penulis lainnya kalian sangat menginsiprasi. Serta pembaca Indonesiana karena kalian kami bisa menulis.

    Untuk rekan guru di luar sana yang suka dan hobi menulis, Ayo...tunjukkan kemampuan kalian, tuangkan ide dan gagasan kreatif kalian, sudah saatnya kita tidak hanya duduk dan berdiri didepan siswa saja, tapi jadikan menulis sebagai aktivitas rutin sehingga bisa share pengalaman mengajar kita untuk peningkatan mutu guru dan pendidikan di Indonesia. "Ilmu itu harus dibagi, karena hanya ilmu yang tidak akan habis untuk dibagi-bagi,". bermanfaatlah bagi orang lain walaupun hanya dalam bentuk tulisan yang mungkin bisa menginspirasi orang lain karena budaya membaca semakin minim dinegara kita, sudah saatnya membaca dijadikan sebagai kebutuhan bukan hanya selingan dikala bosan menunggu dan teman minum teh saja. tapi jadikan menulis dan membaca bagian dalam rutinitas keseharian kita yang terasa hampa jika  belum menulis atau membaca untuk hari ini.

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.