Membangun Jiwa Berwirausaha - Analisis - www.indonesiana.id
x

tanggung jawab mahasiswa universitas trilogi

Ismi Amallia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Januari 2022

Rabu, 26 Januari 2022 06:23 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Membangun Jiwa Berwirausaha

    artikel ini menjelaskan upaya Universitas Trilogi mengembangkan jiwa enterpreneur di kalangan Mahasiswa

    Dibaca : 457 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Wirausaha mengandung arti secara harfiah yaitu, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya. Atau dengan kata lain Wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai peluang bisnis untuk mengambil tindakan yang tepat. Sebagai Entrepreuner harus mampu berfikir kreatif dan inovatif yang menjadi dasar untuk mencari peluang menuju kesuksesaan dalam berwirausaha. Dengan terjun langsung berpartisipasi dalam kewirausahaan agar tercipta perusahaan start-up anak bangsa, sehingga dengan berwirausaha kita dapat megurangi pengangguran.

    Kompetensi individu seorang dapat dikembangkan melalui pendidikan yang relevan, mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Pendidikan di harapkan mampu membuka wawasan dan kesadaran seseorang dalam menentukan minat atau pilihan karir pasca pendidikan. Data statistik menunjukan bahwa dari 9,77 juta pengangguran di Indonesia, sebanyak 8,08 persen lulusan Diploma I hingga III dan 7,35 persen lulusan Strata I (BPS, 2020).

    Wibowo (2011), menyebutkan bahwa menanamkan mental kewirausahaan kepada para mahasiswa dapat ditempuh dengan mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum, dan mengemas aktivitas ekstrakurikuler mahasiswa secara sistemik dan diarahkan untuk membangun motivasi dan sikap mental wirausaha. Peran perguruan tinggi diharapkan mampu untuk merubah sikap atau pola pikir terhadap minat berwirausaha para lulusannya. Perguruan tinggi tidak hanya sekedar mencetak job seeker, tetapi mencetak para entrepreneur muda yang berbekal skill, knowledge, generality, dan strategi.

    Universitas Trilogi mempunyai 3 pilar yaitu teknopreneur, kolaborasi dan kemandirian. Teknopreneur disini menekankan kewirausahaan berbasis teknologi sehingga mampu menggali potensi diri, inovatif, adaptif, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal. Sejak tahun 2016 yang lalu, Universitas Trilogi mulai menjalankan sebuah inkubator bisnis yang bernama Inkubator Bisnis Trilogi (Inbistro). Lewat program tersebut, memberikan berbagai fasilitas seperti co-working space, akses pendanaan, hingga bantuan penyempurnaan model bisnis dan pemasaran. Selain untuk mahasiswa Universitas Trilogi, Inbistro pun membuka program ini untuk start-up potensial dari luar Universitas Trilogi.

    Di tahun 2017, Inbistro mendapatkan bantuan pendanaan sebesar Rp2,9 miliar dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. “Dukungan ini adalah bukti bahwa negara hadir dalam upaya menciptakan generasi entrepreneur baru di negeri ini,” ujar Lahandi Baskoro, Direktur dari Inbistro atau selaku dosen di Universitas Trilogi.

    Pendidikan kewirausahaan merupakan antecedent yang sangat baik bagi revolusi sikap mental kewirausahaan, untuk menumbuhkan minat berwirausaha dikalangan mahasiswa. Pendidikan kewirausahaan berdampak signifikan terhadap niat berwirausaha. Semakin baik pelaksanaan yang diterapkan di Universitas Trilogi, maka akan semakin tinggi niat lulusan untuk menggeluti profesi berwirausaha sebagai salah satu pilihan karir. Selain itu indeks atas atribut-atribut perilaku kewirausahaan lulusan tersebut akan semakin meningkat. Dengan program tersebut Universitas Trilogi sudah berhasil menerapkan dan menciptakan mahasiswanya untuk menjadi wirausaha.

     

    #UniversitasTrilogi 

    #Teknososiopreneur

    #CDPP



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.