Dampak Copy-Paste Pada Anak - Analisis - www.indonesiana.id
x

Stevy umar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 11 Februari 2022 12:14 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Dampak Copy-Paste Pada Anak

    Kebiasaan Copy-paste harus jadi perhatian. jangan sampai hal ini menjadi hal yang sulit untuk dikendalikan dan membawa dampak negatif, apabila yang di copy-paste adalah hal negatif.

    Dibaca : 569 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sosial media banyak membawa dampak positif dan negatif yang mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak, bayangkan bukan hanya remaja dan orang dewasa yang mampu dihipnotis oleh sosmed, tapi anak-anak diusia dinipun ikut terhipnotis. Tentunya sering kita lihat anak-anak umur 1 tahun sudah pegang hp. Salah satu cara ampuh untuk menciptakan ketenangan bagi anak adalah berikan dia hp, bukan lagi berikan dia mainan. Hal ini merupakan kesalahan terbesar yang sedang dilakukan oleh orang tua masa kini, dimana semua orang tua menganggap bahwa Hp seperti sebuah mainan yang menarik bagi putra-putrinya.

    Seorang anak berusia 4 tahun, sudah mampu menggunakan aplikasi seperti tiktok untuk bergoyang-goyang bahkan hafal semua lagu-lagu yang ada di tiktok. seperti lagu "bilang mama...mama mantu kita so siap so siap kesitu...mau melamar kamu...mau jadi mantu..." ini anak umur 4 tahun dengan lancarnya menyanyikan lagu tersebut padahal anak ini belum bisa baca. Kemampuan mendengar anak memang sangat menakjubkan dengan seringnya mendengar lagu tersebut dia mampu menyanyikan dengan nada yang tepat. Inilah yang saya maksud copy-paste.

    Copy-paste adalah sebuah istilah program komputer untuk mengkopi dan membuat duplikat sebuah dokumen. Istilah ini saya gunakan karena kebiasaan anak yang sering meniru atau mengkopi sesuatu yang dilihat dan didengarnya kemudian disimpannya dalam ingatan mereka. Cara anak mengkopi lagu dengan hanya mendengarkan sangatlah mengagumkan. tapi ingat! apakah lagu ini sudah wajar dinyanyikan oleh seorang anak usia 4 tahun?

    Mendidik anak sangatlah sulit karena mengajar yang benar atau salah itu susah-susah gampang. Terkadang yang kita sendiri sebagai orang tua tidak mampu menjadi contoh atau figur yang bisa diteladani. Anak dilarang menggunakan hp tapi orang tua sendiri yang tak lepas dari layar hp. Ketakutan yang paling parah adalah ketika anak sudah tidak bisa lagi dikendalikan dari kebiasaan copy-paste pada hal-hal yang belum sepatutnya mereka lakukan. Bimbingan orang tua dirumah sangatlah dibutuhkan, kesibukan jangan dijadikan alasan untuk menyerahkan tanggung jawab pendidikan dan tumbuh kembangkannya anak pada orang dirumah dan guru disekolah saja. 

    Kesalahan mendidik anak seringkali kita lampiaskan pada guru disekolah ketika anak melakukan hal-hal negatif, seperti berkelahi disekolah, membully dan dibully, bolos, dan pelanggaran lainnya. Dianggap guru disekolah tidak mengawasi dan mendidik dengan baik. Semua kesalahan dilimpahkan kesekolah.

    Keegoisan orang tua terkadang membawa anak sendiri menjadi anak yang diluar ekspektasi mereka yang berharap anaknya berprestasi, hebat tanpa sentuhan tangan mereka itu prediksi yang salah. Kepandaian anak-anak dalam copy-paste setiap tingkah laku atau kebiasaan yang dilihat dan didengarnya dalam pergaulan diharapkan bisa di tuntun untuk mengkopi hal-hal yang positif saja dan menghapus yang negatif. Di sinilah dibutuhkan orang tua sebagai penuntun. Luangkanlah waktu untuk putra-putri kita, waktu bercerita dan mendengarkan cerita mereka itu mahal.

    Suatu hari nanti ketika tanpa disadari mereka sudah meninggalkan kita, apakah itu melanjutkan sekolah di luar, menikah ataupun terpisah untuk selamanya. Di saat itu kita sadari bahwa kita sudah kehilangan waktu bersama mereka. ketakutan lainya yang bisa terjadi pada anak adalah anak menjadi korban penculikan, pelecehan seksual, dan kejadian-kejadian lainnya yang membuat kita sebagai orang tua harus kapok dan jera ketika hal ini menimpah kita.

    Belajarlah dari berita-berita yang kita baca dan dengar jangan sampai tanpa disadari kita menjadi bagian dari berita tersebut. Orang tua, kalian pernah jadi anak maka pahamilah apa yang dibutuhkan oleh putra-putri kita. Anak dititipkan untuk kita bina dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Orang tua sepatutnya fokus pada pendidikan anak karena pendidikan diusia dini menjadi penentu keberhasilan tumbuh kembang anak nantinya. Sedari kecil anak didik dengan ahlak yang baik maka sampai dewasa pastilah bisa menjadi bekal mereka menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan. Turunkan ego sebagai orang tua yang selalu menganggap bahwa kita kerja untuk anak, tapi sebenarnya kesibukan itulah yang menciptakan jarak diantara kita. 

    Ikuti tulisan menarik Stevy umar lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.