Makhluk Air Tawar Aneh yang Terdapat di Lubuk Larangan, Tapanuli Selatan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh earth kiss dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Sabtu, 12 Maret 2022 16:01 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Makhluk Air Tawar Aneh yang Terdapat di Lubuk Larangan, Tapanuli Selatan

    Lubuk larangan adalah lubuk atau sungai yang ditutup untuk kegiatan dan kepentingan masyarakat sekitarnya. Ada banyak hal mengerikan yang akan terjadi jika melanggar aturan ini. Lubuk larangan ini juga mempunyai penghuni-penghuni aneh yang memperkaya keanehan lubuk larangan ini.

    Dibaca : 755 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                Makhluk yang saya masukkan ke bacaan ini adalah makhluk air tawar yang pernah saya dengar dan sering terlihat di lubuk larangan. Mereka bisa dibilang aneh dan misterius karena menyimpan banyak cerita di dalamnya.

    Apa sajakah itu? Kuy mari baca.

     

    1. Ikan Merah

                Ikan merah. Ikan ini sangat banyak pantangannya. Barang siapa yang memakannya akan sakit perut atau bisa meninggal jika bukan di waktu pesta atau pembukaan lubuk larangan. Apakah ini ilmiah atau mitos? Kita tidak tahu, begitulah perkataan kaum orang tua pada awal tahun 2000an. Ikan ini seperti dibuat spesial di daerah saya Sumatera Utara. Mereka hanya terlihat dihidangkan jika ada pesta masyarakat seperti pernikahan dll. Menurut mereka, rasanya manis sekali. Fyi, saya belum pernah mencobanya. Siapa yang mau memakan ikan dengan akibat seperti itu walaupun dengan rasanya yang manis sekali? Lagipula saya penggemar makanan pedas.

                Apakah masyarakat awal 2000an membuat larangan ini agar mengurangi pengambilan ikan merah? Apakah tujuannya sama seperti pembuatan lubuk larangan? Lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Jika iya, berarti populasi ikan merah pada saat dibuatnya pantangan tersebut memang sudah berkurang dan perlu dilestarikan. Bagaimana dengan zaman sekarang? Apakah pantangan itu masih bisa diterapkan terutama dengan tujuan menjaga daya dukung lingkungan? Kurasa tidak, manusia zaman sekarang lebih berpikir logis dan meninggalkan nilai-nilai budaya.

     

    2. Jobar

                Berbeda dengan ikan merah, saya pernah melihat jobar di lubuk larangan tepat di belakang perpustakaan SD saya dulu. Ada yang bilang jobar adalah buaya kecil berwarna abu-abu dan ada yang bilang jobar itu sejenis biawak. Dan yang saya lihat waktu itu memang berbentuk seperti buaya kecil abu-abu. Dia sedang berjemur di batu. Penampakan itu terjadi ketika saya tidak masuk kelas untuk menghabiskan gorengan saya di belakang perpustakaan.

                Jobar sering terlihat jika kalian adalah bocah sungai dan berhati-hatilah. Jika jobar memang buaya kecil, maka hal tersebut akan sangat membahayakan berbeda jika mereka adalah biawak. Hal ini masih membingungkan sampai sekarang. Apakah jobar itu sebenarnya? Buaya kecil? Biawak? Atau dia merupakan sebuah makhluk meta fisik? Penjaga kunci lubuk larangan?

     

                Lubuk larangan dan sungai pada umumnya masih menyimpan banyak misteri. Jika sungai masih lestari dan bersih sampai sekarang mungkin saya akan pergi untuk menyelidikinya. Kondisi sungai sekarang, terutama yang dekat dengan pemukiman sudah tercemar, manusia saja sudah enggan untuk beraktivitas di sungai itu apalagi ikan dan makhluk air lainnya. Mungkin jobar dan ikan merah sudah menjadi sebuah cerita yang akan kita ceritakan pada generasi selanjutnya.

    Ikuti tulisan menarik Almanico Islamy Hasibuan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.