Yang Dipelajari dari Keragaman - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Lentera Rosataminta

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Maret 2022

Senin, 14 Maret 2022 08:02 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Yang Dipelajari dari Keragaman

    Teks resensi film "?" (Tanda Tanya)

    Dibaca : 1.750 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    1. Identitas Film

     

    Judul: ? (Tanda Tanya)

    Tahun: 2011

    Sutradara: Hanung Bramantyo

    Produser: Hanung Bramantyo, Celerina Judisari

    Penulis: Titien Wattimena

    Produksi: Dapur Film, Mahaka Pictures

    Durasi Film: 1 jam 41 menit

    Pemeran: Reza Rahadian, Revalina S. Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Solaiman, Deddy Sutomo

     

    2. Isi

    Film ‘?’ bercerita tentang beberapa keluarga yang mempunyai perbedaan dalam agama yang tinggal berdekatan. Dalam lingkungannya, terdapat sebuah gereja, masjid, dan klenteng. Terkadang terjadi konflik antara komunitas Islam, Buddha, dan Katolik. Namun mereka tetap hidup bersama-sama.

    Film ini menguraikan berbagai kisah dengan mengurutkan hari-hari istimewa pada umat beragama yaitu Paskah, Lebaran, Ramadhan, dan Natal. Keluarga yang muncul dalam film ini adalah keluarga Rika, keluarga Soleh, dan keluarga Tan Kat Sun. Tiga keluarga ini masing-masing menganut agama yang berbeda. Namun kisah dalam hidup mereka semua terhubung dengan satu sama lain.  

    Salah satu karakternya adalah seorang wanita bernama Rika. Ia merupakan orang tua tunggal dan merawat anaknya yang bernama Abi. Rika berpindah agama dan akhirnya menganut agama Katolik. Sedangkan anaknya masih menganut agama Islam. Rika sering menjadi korban dari hasil gosip kala teman dan tetangganya karena situasinya sebagai orang tua tunggal dan karena ia berpindah agama. Namun ada Surya yang selalu berada pada sisi Rika dalam hidupnya, meskipun ia juga mengalami kesusahan sebagai aktor dalam dunia film. 

    Dalam keluarga Tan Kat Sun, mereka memiliki sebuah restoran kecil yang mengolah bermacam-macam masakan asal Cina. Terdapat makanan non-halal dalam menunya, yang tidak bisa dimakan oleh penganut agama Islam. Namun Tan Kat Sun juga menyediakan makanan halal bagi pelanggan muslimnya. Salah satu karyawan dalam restorannya merupakan penganut agama Islam, yang bernama Menuk. Menuk dan anaknya Tan Kat Sun bernama Ping Hen yang juga dipanggil Hendra pernah menjalin kasih di masa lalu meskipun berbeda agama. 

    Itulah sebabnya suami Menuk, yaitu Soleh mempunyai konflik dengan Hendra.  Ia sampai mengatai Hendra dengan makian berhubung dengan rasnya. Soleh merupakan kepala dari keluarganya bersama Menuk. Ia mempunyai kesusahan dalam mencari pekerjaan. Dari stresnya, ia sampai meminta Menuk untuk bercerai. Namun ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai satpam untuk menjaga gereja sebab terjadi sebuah aksi kekerasan dekat gereja tersebut, yaitu kasus ketika pastor ditusuk dengan pisau di perutnya.

    Film ini membahas berbagai konflik dan masalah yang muncul ketika terdapat perbedaan dalam kepercayaan individu, dan juga tentang konsep toleransi pada masa dimana masing-masing komunitas masih kurang menerima terdapatnya perbedaan agama. Isu tentang rasisme dan islamofobia di Indonesia juga diungkap dalam filmnya. Seperti di adegan ketika beberapa orang Muslim memanggil Hendra dengan hinaan “sipit” lalu Hendra membalas itu dengan mengatakan mereka merupakan “teroris”. Dari balasan si Hendra, mereka langsung bertengkar secara fisik dan bilang pada sesama lainnya untuk mati.

    Terdapat juga sebuah adegan dibintangi Surya. Untuk melatarbelakangi, Surya tidak mempunyai karir sebagai aktor yang berprestasi. Ia telah bekerja dalam industri selama 10 tahun, namun belum mendapatkan debutnya sebagai pemeran utama. Rika menawarkan Surya untuk menjadi pemeran sebagai Yesus dalam drama bercerita tentang penyaliban Yesus Kristus di gerejanya. Pada awalnya, Surya gelisah untuk menerima tawaran Rika sebab ia merupakan penganut agama Islam dan merasa bersalah untuk berperan sebagai Yesus. Namun setelah mendapat saran dari temannya, Surya menjadi lebih pasti dan menerima tawaran Rika untuk berperan sebagai Yesus.

    Hari Paskah datang. Dan pada hari itu, drama penyaliban Yesus Kristus akan dilaksanakan. Namun ketika Surya dan pemeran lainnya sudah bersiap-siap untuk menjalankan dramanya, beberapa umat gereja berprotes dan marah-marah terhadap direktur dramanya. “Kamu tau, ga? Yang memerankan Yesus itu orang Islam,” “Ini mencemarkan agama kita, Romo,” 

    Mereka sampai berteriak meminta untuk membatalkan dramanya. Sang Romo dari gereja tersebut mendengar keributannya dan bertanya alasan mereka bereaksi seperti itu pada hal kecil sampai ingin membatalkan sebuah hal besar. Umat gereja tersebut berargumen bahwa seorang pemeran Islam memerankan Yesus merupakan hal yang besar. Sang Romo membalas bahwa sejarah telah membuktikan kehancuran iman dan agama terjadi karena kebodohan. Kedua umat gereja yang berprotes hanya bisa diam, lalu pergi dari area pemeran drama. Adegan ini adalah favorit pribadi saya.

    Salah satu kelebihan dari film ini merupakan cara mereka menyampaikan sebuah alur maju yang membuat penonton lebih tidak sabar untuk ingin tahu apa yang terjadi berikutnya. Pemeran yang dipilih juga melakukan perannya dengan penuh perasaan ditambah dengan bakat akting mereka yang luar biasa. Dalam sudut pandang dialog, mereka juga mencerminkan bahasa kekinian pada masa itu dengan baik yang juga mencerminkan kultur di film ini yang diangkat dari Semarang. 

    Terlepas dari sifat luar biasa film ini, ia juga mempunyai kekurangan. Yaitu kata-kata kasar yang diucapkan tanpa ada sensor. Terdapat lumayan banyak jumlah adegan dengan kata kasar yang ada dalam film ini. Isi adegan-adegan tersebut sebagian besar terdiri dari pertengkaran dan makian terhadap orang lain yang menunjukkan sisi gelap dari intoleransi. Kualitas film yang ada juga menurun, mengakibatkan gambar yang kurang jelas. Disebabkan karena film “?” sudah rilis sejak 10 tahun yang lalu.

    Sebab konten film ini yang cukup sensitif bagi penonton remaja dan yang lebih muda lagi, film ini cocok bagi generasi milenial yang ingin membuat batas-batas lingkungan sehingga yang satu dengan yang lain terpisah  dari segi keyakinan. Bagi mereka yang menikmati film yang terdapat Reza Rahadian sebagai karakter juga bisa menonton film ini. Semua pemeran dalam film ini menghayati perannya dengan penuh perasaan sehingga tidak bosan dalam menontonnya.        



    DAFTAR PUSTAKA

    Ardiah Ratrie Hapsari. 2020. Resensi Film Tanda Tanya. Diakses dari https://pmiirayonfisipunej21.wordpress.com/2020/04/10/resensi-film-tanda-tanya-2/ 


    Ilham Choirul Anwar. 2021. Sinopsis Tanda Tanya: Film Tentang Keberagaman Tayang di Netflix. Diakses dari https://tirto.id/sinopsis-tanda-tanya-film-tentang-keberagaman-tayang-di-netflix-f9qJ



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.