Blue Chip dengan Fundamental Bagus Jadi Pertimbangan Paling Dasar dalam Investasi Saham - Urban - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 14 Maret 2022 12:20 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Blue Chip dengan Fundamental Bagus Jadi Pertimbangan Paling Dasar dalam Investasi Saham

    Direktur PT Bank Central Asia, Vera Eve Lim di acara EMITALK BBCA "The Bluest Chip"

    Dibaca : 2.472 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Salah satu strategi investasi saham yang mendatangkan cuan adalah memilih saham-saham dengan dengan fundamental bagus. Emiten dengan fundamental bagus biasanya emiten dengan kapitalisasi besar (big caps) yang cenderung likuid.

    Umum diketahui, saham yang fundamentalnya baik itu saham-saham blue chip. Ciri-ciri saham blue chip yaitu perusahaannya dikenal publik, usahanya jelas, produknya laku di pasaran, transparan dan tidak banyak utang.

    Bedanya dengan saham gorengan yang fluktuatif, pergerakan kenaikkan saham blue chip cenderung lambat tapi pasti. Biasanya, saat sama-sama terkoreksi, saham blue chip bergerak naik lebih dulu begitu pasar saham pulih.

    Salah satu saham blue chip di Indonesia adalah BBCA. Secara fundamental PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tenryata membukukan laba bersih sebesar Rp31,4 triliun sepanjang 2021.

    Perolehan laba ini tumbuh 15,8 Persen secara tahunan. Adapun, total aset BCA naik 14,2 persen secara yoy mencapai Rp1.228,3 triliun. Selanjutnya BCA pun optimis dengan dalam pertumbuhan saat Indonesia memasuki endemi.

    Optimisme ini diungkapkan Direktur PT Bank Central Asia, Vera Eve Lim di acara EMITALK BBCA "The Bluest Chip" yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas dengan moderator Head of Research PT Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi pada Jumat, 11 Maret 2022.

    Vera Eve Lim menegaskan optimisme pertumbuhan BCA tertopang dengan PPKM yang terus diturunkan sehingga membuat mobilitas kembali normal. Apalagi jelang puasa dan Idul Fitri, mobilitas yang baik akan meningkatkan komoditas.

    Seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas, debitur korporasi juga butuh modal kerja besar dan juga untuk operasional sehari-hari.

    Jelang lebaran, industri butuh modal kerja besar, kayak industri makanan dan minuman.

    "Mudahan-mudahan memasuki April, mobilitas di seluruh Indonesia semakin normal. Kita optimis Indonesia akan ditopang dengan mobilitas yang baik. Indonesia bisa ekspor dan harga komoditas yang meningkat juga membuat Rupiah tetap stabil."

    Dengan optimisme pertumbahan ini maka investasi saham yang saat ini sudah sangat mudah, semisal dengan aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas, terkhusus di emiten dengan fundamental yang bagus menjadi sebuah kebutuhan dan pilihan yang paling mendasar.

    Ikuti tulisan menarik Dhea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.