Mereka yang Datang - Analisis - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Darkmoon_Art dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Kamis, 17 Maret 2022 16:17 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mereka yang Datang

    Sebuah keanehan terjadi di seluruh penjuru dunia. Sebuha gerbang besar terlihat di pertengahan kota. Mereka yang datang dari balik gerbang itu memberikan rasa kaget dan rasa takut. Siapakah mereka? Apakah tujuannya datang dari balik gerbang itu? Mengapa dia mirip dengan saya?

    Dibaca : 544 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

              Hari itu, semua orang memunculkan mulut yang ternganga. Anak-anak, orang tua, muda, kaya, miskin, semua orang tidak percaya apa yang mereka sedang saksikan. Gerbang raksasa yang hampir menutupi setengah kota. Tidak ada yang berani untuk mendekatinya. Seseorang sambil memegang kameranya langsung mendekati gerbang aneh itu. Apa saja demi konten. Aku hanya berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi. Pria berkamera itu langsung menyentuh gerbang itu. Gerbang itu kemudian merespon dengan memunculkan seperti riak di permukaan air. Beberapa saat kemudian, seseorang keluar dari gerbang itu. Jika dilihat secara saksama, pria itu mirip dengan pria berkamera itu. “Halo, diriku di masa lalu! Bagaimana kabarmu?” Semua orang terkejut terutama pria yang berkamera itu. Apa yang sebenarnya terjadi? “Apakah kau adalah aku yang datang dari masa depan?” Pria itu bahkan tidak peduli lagi dengan kontennya. “Tentu saja. Aku sekarang menjadi vlogger terkenal di Indonesia. Semua ini berkat dirimu atau diriku ya. Hahahaha!” Pria itu terkejut dan senang melihat dirinya yang sudah sukses di masa depan. Semua orang akhirnya berlari menuju ke gerbang itu untuk menyentuhnya. “Hai diriku dari masa lalu. Aku sekarang adalah seorang perdana menteri,” ujar pria berjas di hadapan seorang mahasiswa. Semua orang akhirnya bertemu dengan diri mereka dari masa depan. Mereka semua juga terlihat sukses dan senang. Berapa besar kemungkinan orang-orang di sini menjadi sukses di masa depan nanti? Aku yang sedang ditolak lima perusahaan tentu saja memiliki keinginan yang sama besarnya dengan mereka. Aku langsung berlari dan menyentuh gerbang itu. Diriku keluar dengan jas dan jam tangan mewahnya. Apakah hal ini kenyataan? “Halo diriku dari masa lalu! Aku sudah sukses berkat dirimu atau diriku. Hahahaha!” Syukurlah, aku ternyata orang sukses di masa depan.

              Aku mengajak diriku dari masa depan untuk berbicara terkait bagaimana masa depanku nanti. Aku nanti menjadi manajer di perusahaan besar. Aku memiliki rumah yang bertingkat dan keluarga yang bahagia. Aku juga melihat kafe yang kami kunjungi penuh dengan skenario tadi. Mereka menanyakan diri mereka dari masa depan terkait kesuksesan mereka, tetapi mengapa tidak ada orang yang tidak sukses? Bukannya aku ingin ada orang yang tidak sukses, tetapi hal ini sangat aneh. Aku melihat diriku yang sudah tampan, berotot, dan kaya. Aku juga merasa kejanggalan itu hanya paranoiaku saja. Aku juga melihat pihak keamanan yang datang mengamankan gerbang besar itu. Pemerintah akhirnya turun tangan melihat fenomena aneh ini. Aku sedikit khawatir terkait situasi ini dan membawa diriku dari masa depan ke rumahku. Kami berdua melanjutkan pembicaraan terkait kesuksesan kami di kamarku. Aku nanti menikahi wanita yang cantik dan juga kaya. Aku bertemu dia saat sesi wawancara di perusahaan besar itu. Kami akhirnya semakin dekat karena bekerja di tempat yang sama. Anakku nantinya ada tiga, dua laki-laki dan satu perempuan. Aku mendengar pintu yang terbuka. Ibuku sepertinya sudah pulang. “Aku tidak sabar menunjukkan kesuksesan ini kepada ibuku. Dia yang selalu kecewa kepadaku akhirnya bisa bahagia jika melihat ini,” ujarku sambil membawa diriku dari masa depan ke bawah. “Ibu lihatlah ini! Aku sudah sukses bu di masa depan! Lihatlah aku di masa depan ini!” Ibuku hanya kebingungan dengan sikapku yang aneh. “Apa yang kau bicarakan nak? Siapa orang yang kau maksud? Ibu tidak melihat siapa pun di sini,” ujar ibuku. Apa yang dikatakan ibuku? Apakah dia tidak melihat diriku yang tampan di sampingku? “Serius? Ibu tidak melihat diriku yang sukses ini berdiri di sampingku!” Dia hanya meletakkan tasnya dan pergi ke kamarnya. “Sudahlah, ibu tidak percaya lagi kepadaku! Jika aku sukses nanti, ibu pasti akan menyesal!” Aku pergi keluar dan membawa diriku dari masa depan. Lihat saja ibu, aku akan sukses di masa depan.

              Aku kemudian melihat perusahaan yang baru saja menolakku pagi ini. “Jika aku mengetahui aku akan sukses di masa depan, aku tidak perlu lagi bekerja keras untuk melamar ke banyak perusahaan sepertimu. Hahaha! Aku pasti akan sukses!” Aku tiba-tiba tidak merasakan sensasi membawa tangan seseorang. Aku berbalik dan tidak melihat diriku dari masa depan. Apa yang terjadi? Kemana dia pergi? Aku juga melihat orang-orang yang panik seperti sedang mencari sesuatu, namun aku juga melihat mereka yang masih bersantai dengan dirinya dari masa depan. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Aku kemudian berlari menuju gerbang aneh tadi siang. Aku sampai dan tidak melihat lagi gerbang aneh itu. Semua orang yang di sampingku juga terlihat bingung. Gerbang besar itu tidak terlihat lagi.

    Ikuti tulisan menarik Almanico Islamy Hasibuan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












    Oleh: Dwi Kurniadi

    Sabtu, 13 Agustus 2022 09:06 WIB

    Sajadah Basah

    Dibaca : 2.475 kali

    Sebuah Puisi karya Dwi Kurniadi