Menghargai Pejuang Sepak Bola Akar Rumput dalam Wadah Turnamen Sepak Bola Nasional 2022 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 22 Maret 2022 08:32 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Menghargai Pejuang Sepak Bola Akar Rumput dalam Wadah Turnamen Sepak Bola Nasional 2022

    Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Diklat Sepak Bola (DSB), atau Akademi Sepak Bola (ASB) di Indonesia, boleh saja menjamur. Namun, sebagai praktisi sekaligus pengamat sepak bola nasional, saya tahu persis mana SSB/DSB/ASB dll yang benar-benar, benar dan memenuhi syarat akan keberadaannya.

    Dibaca : 1.666 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Siapa pun yang berjuang di jalan yang benar dan baik demi kemaslahatan umat dengan ikhlas, tak akan pernah terlintas dalam benak hati dan pikirannya untuk mencari keuntungan dan kepentingan pribadi. Bila pada suatu saat ada orang lain yang menghargai, itu bukan karena orang lain, tetapi penghargaan itu karena perbuatan benar dan baiknya telah bermanfaat bagi orang lain. (Supartono JW.21032022)

    Menghargai pejuang yang benar

    Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Diklat Sepak Bola (DSB), atau Akademi Sepak Bola (ASB) di Indonesia, boleh saja menjamur. Namun, sebagai praktisi sekaligus pengamat sepak bola nasional, saya tahu persis mana SSB/DSB/ASB dll yang benar-benar, benar dan memenuhi syarat akan keberadaannya.

    Mirisnya, banyak di antara SSB/DSB/ASB yang tetap percaya diri dan langsung eksis dalam hutan belantara sepak bola akar rumput Indonesia. Langsung dapat terlibat dalam berbagai festival/turnamen/kompetisi, sebab panitianya juga butuh eksis dan butuh peserta tanpa pandang bulu.

    Lebih miris, banyak di antara mereka, karena tak paham visi-misi-tujuan sepak bola akar rumput, menabrak semua etika dan regulasi, demi gengsi dan ambisi, maka event apa pun yang diikuti, yang dikejar adalah prestasi juara dengan menghalalkan segala cara. Tak peduli siswa/pemain yang digunakan bukan hasil didikkanannya. Sehingga muncul. budaya di Indonesia, banyak pesepak bola usia dini dan muda, memiliki seribu bendera.

    Orang Tua yang merasa anaknya mampu bermain bola baru sebatas teknik dan speed, estafet mencari SSB/DSB/ASB yang ambisi mencari prestasi, sehingga anaknya dapat ditampung dan ikut festival/turnamen/kompetisi gratis. Di sinilah nampak kecerdasan intelegensi dan personaliti para pengurus SSB/DSB/ASB serta orang tua yang jauh di bawah nilai rapor kompetensi standar.

    Jadilah, sepak bola akar rumput Indonesia terus berkubang dalam sengkarut dan benang kusut yang tak kunjung dapat diurai.

    Harus disadari bahwa berjuang dan memperjuangkan keberadaan sepak bola akar rumput yang benar, penuh kompetensi dan kualitas bukan perkara mudah. Namun demikian, saya tetap dapat mencatat dan mengidentifikasi, mana SSB/DSB/ASB yang sesuai standar dan keberadaannya memenuhi syarat.

    Untuk itu, Turnamen Sepak Bola Nasional (TSN), adalah wadah yang saya buat untuk menghargai dan mengapresiasi keberadaan SSB/DSB/ASB yang saya anggap keberadaannya memenuhi syarat, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dalam bentuk turnamen.

    Semoga TSN 2022 SSB Sukmajaya berjalan sesuai rencana dan kembali sukses. Bermanfaat bagi pembinaan sepak bola murni, bermanfaat bagi siswa masuk sekolah/kuliah formal negeri dengan bekal sertifikat turnamen. Mamacu semangat para SSB/Diklat yang kini terpilih untuk lebih berkualitas dalam melaksanakan program pendidikan dan pelatihannya, pun bagi SSB/Diklat lain yang belum terpilih tahun ini, sehingga dapat terpilih untuk Penghargaan dan Turnamen tahun 2023. Aamiin.

    Peserta TSN 2022

    Demi memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejuang pembinaan sepak bola akar rumput (usia dini dan muda),  pada Senin, 28 Maret 2022, TSN digelar di Lapangan Sepak Batalyon Infanteri Para Raider 328 Kostrad Cilodong, Depok.

    Saya sebagai saksi sekaligus pelaku dari awal digaungkannya nama SSB di Indonesia saat PSSI dipimpin oleh Bapak Agum Gumelar dan Direktur Usia Muda diemban oleh Bung Ronny Pattinasarani tahun 1999, sejak tahun 2018 sudah berinisiatif ikut memberikan penghargaan kepada para SSB yang berjuang tanpa pamrih dalam kawah candradimuka sepak bola nasional, sepak bola akar rumput, melanjutkan dan meneladani apa yang telah dilakukan oleh Ronny Pattinasarani. Penghargaan tersebut saya bungkus dalam bentuk Festival Sepak antar Provinsi dan telah berlangsung pada 2018, 2019, dam 2019.

    Kini, di tahun 2022, nama pembinaan sepak bola saya tingkatkan cakupannya menjadi Pendidikan dan Pelatihan Sepak Bola Akar Rumput. Sasarannya jelas agar para siswa/pemain sepak bola akar rumput di Indonesia meski bukan pada tataran pendidikan formal, tidak lagi sekadar di bina, tetapi sudah didik dan dilatih dengan tujuan menghasilkan siswa atau pemain sepak bola usia dini dan muda yang berkarakter, cerdas intelegensi-persoanliti, pun cerdas teknik dan speed bukan hanya dalam sepak bola, namun juga untuk bidang kehidupan nyata.

    Melanjutkan Festival antar Provinsi, dalam TSN, peserta turnamen adalah SSB perwakilan dari provinsi-provinsi di Indonesia yang dipilih langsung oleh saya (Drs. Supartono, M.Pd., Pengamat sepak bola nasional dan pendidikan nasional), berdasarkan pertimbangan matang dan akurat, yaitu dari segi pembinaan murni, keberadaannya, manajemennya, proses berdiri hingga bertahan, dan tolok ukur prestasi.

    Dalam TSN 2022, secara bertahap, sebab keterbatasan tempat, waktu, teknis dan lain sebagainya, telah ditentukan dan telah ditetapkan SSB yang akan diberikan apresiasi dan penghargaan sebagai satu di antara SSB terbaik yang mewakili provinsi-provinsi, yaitu SSB Sukmajaya (Tuan Rumah), SSB T-Eleven (DKI Jakarta), SSB Salfas Soccer (Banten), SSB Bogor City (Jawa Barat), Diklat Merden (Jawa Tengah), SMPN 1 Singosari Malang (Jawa Timur), SSB Private Coach Tata (Sumatera Utara), SSB Gajah Putih (Lampung), SSB Telkom Balikpapan (Kalimantan Timur), dan  SSB Asyifa (Bali).

    Secara pengamatan akurat, SSB/Diklat tersebut telah layak mendapatkan penghargaan dan layak saya sebut sebagai kawah candradimuka sepak bola akar rumput di Indonesia yang tak sekadar membina, tetapi telah melakukan Pendidikan dan pelatihan sepak bola akar rumput yang benar dan baik.

    Perjalanan panjang di dukung penuh Askot PSSI dan Disporyarta Kota Depok@@ Untuk diketahu, nama kegiatan TSN dipilih untuk tahun 2022, bukan hal semudah membalik telapak tangan. Di tahun 2018, 2019, dan 2021, nama kegiatan adalah Festival Sepak Bola antar Provinsi, sebab pesertanya memang dipilih bertahap dan baru wakil dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Lebih dari itu, Festival Sepak Bola antar Provinsi, juga bukan kegiatan yang lahir begitu saja. Festival Sepak Bola antar Provinsi adalah jelamaan dari Festival 3Wulan SSB Sukmajaya yang telah dirintis sejak usia13 tahun SSB Sukmajaya. Saat itu, bila Festival 3Wulan SSB Sukmajaya saya laporkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI), bisa jadi kegiatan festival sudah mendapatkan rekor dari MURI, karena menjadi festival perdana di Indonesia yang diikuti oleh 144 tim dari berbagai daerah di Indonesia.

    Festival 3Wulan SSB Sukmajaya pun terus bergulir hingga yang ke-9. Seiring dengan itu, lahir festival-festival yang seirama. Lahir kompetisi antar SSB. Bahkan bermunculan Asosiasi SSB dan Forum SSB yang turut andil menyemarakkan pembinaan, pelatihan, festival, turnamen, hingga kompetisi sepak bola akar rumput (usia dini dan muda). Sayangnya, semua itu hanya sebagai kegiatan yang tak pernah terafiliasi ke PSSI maupun disentuh oleh PSSI sebagai pondasi sepak bola nasional.

    TSN adalah kegiatan yang telah melalui perjalanan panjang dan yang paling membanggakan adalah adanya dukungan penuh dari Askot PSSI Kota Depok dan Disporyata Kota Depok, sehingga sertifikat hasil turnamen pun bermanfaat bagi siswa/pemain sebagai syarat masuk sekolah formal melalui jalur prestasi.

    Inspirasi penghargaan dan turnamen

    Lahirnya Festival antar Provinsi di tahun 2018, 2019, dan 2021, serta di tahun 2022 akan bernama Turnamen Sepak Bola Nasional, ada dua hal yang menginspirasi saya. Pertama, inspirasi lahir dari pengalaman saat pertama kali olahraga futsal datang dan hadir di Indonesia, McDonald's langsung menjadi sponsor utama gelaran Turnamen futsal pertama di Indonesia yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Maret 2001.

    Peserta turnamen yang mengatasnamakan event nasional itu hanya diikuti oleh empat sekolah sepakbola yang langsung ditunjuk oleh Direktur Pembina Usia Muda PSSI, saat itu (Almarhum Ronny Patinasarani). Bahkan turnamen disiarkan langsung oleh RCTI. Empat SSB tersebut adalah SSB Sukmajaya (Depok), SSB Asiop (Jakarta), SSB Tunas Patriot (Bekasi), dan satu SSB wakil Tangerang. Mengapa empat SSB tersebut yang dipilih, Direktur PSSI pun langsung menyebut pertimbangannya berdasarkan manajemen, proses berdiri dan bertahan, serta prestasi.

    Sebelum turnamen berlangsung, saya berkesempatan menulis artikel pertama tentang kehadiran Futsal di Indonesia dengan judul Selamat Datang Futsal, dalam tabloid olahraga GO. (2001).

    Berikutnya, saat Mei 2010, ProArena juga berinisiatif memberikan penghargaan kepada 10 pendiri dan pembina SSB di Jabodetabek yang dapat mengelola SSB dan bertahan dalam hujan dan panas lebih dari 10 tahun. Saat itu, pendiri dan pemilik SSB Sukmajaya menjadi satu di antara 10 Pendiri dan Pembina SSB yang tahan banting dengan ganjaran penghargaan Youth Soccer Award 2010.

    Atas dasar model tersebut, maka Festival Sepakbola antar Provinsi versi SSB Sukmajaya pun digelar selama tiga tahun. Kini, di tahun 2022, nama kegiatan saya ubah menjadi Turnamen Sepak Bola Nasional (TSN) SSB Sukmajaya 2022, dan Drs. Supartono, M.Pd. tetap yang mengambil keputusan pemilihan SSB yang diundang.

    Piala Mochammad Yana Aditya, sementara berganti Piala SSB Sukmajaya@ Selama gelaran Festival Sepak Bola antar Provinsi tahun 2018. 2019, dan 2021, Pembina SSB Sukmajaya, Bapak Mochammad Yana Aditya memfasilitasi pengadaan Piala Bergilir, Piala Tetap, dan Hadiah peralatan Sepak bola, sehingga nama kegiatan menjadi Festival Sepak Bola antar Provinsi Piala Mochammad Yana Aditya.

    Namun, di tahun 2022, dengan nama Turnamen Sepak Bola Nasional, hingga artikel ini saya tulis, panitia belum mendapat nama yang akan memfasilitasi penyediaan Piala Bergilir, Piala Tetap, dan Hadiahnya. Oleh karena itu, sementara Turnamen Sepak Bola Nasional ini akan bernama Turnamen Sepak Bola Nasional, Piala SSB Sukmajaya. Bila nanti ada pihak, baik perorangan maupun instansi/institusi bersedia menjadi sponsor, maka nama Piala akan sesuai nama perorangan atau instansi/institusi tersebut.

    Penghargaan, garansi sertifikat, dan catatan

    Sebab belum ada pihak yang masuk menjadi sponsor, maka garansi dari TSN adalah setiap tim yang dipilih akan mendapatkan Piagam Penghargaan, Piala Bergilir, dan Piala Tetap, dan setiap peserta siswa/pemain akan mendapatkan sertifikat turnamen, yang dapat digunakan untuk masuk sekolah atau kuliah formal melalui jalur prestasi. TSN tahun 2022 akan tetap mempertandingkan tiga kelompok usia. Kali ini usianya adalah U11, U13, dan U15.

    Wajib dicatat, dasar pelaksanaan program kegiatan ini, sekurangnya mengacu pada sistem pendidikan nasional khususnya untuk anak usia dini/muda. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.  Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”.

    Dalam UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur  pendidikan  formal,  non  formal, dan/atau informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.”

    Semoga TSN 2022 SSB Sukmajaya berjalan sesuai rencana dan kembali sukses. Bermanfaat bagi pembinaan sepak bola murni, bermanfaat bagi siswa masuk sekolah/kuliah formal negeri dengan bekal sertifikat turnamen. Mamacu semangat para SSB/Diklat yang kini terilih untuk lebih berkualitas dalam melaksanakan program pendidikan dan pelatihannya, pun bagi SSB/Diklat lain yang belum terpilih tahun ini, sehingga dapat terpilih untuk Penghargaan dan Turnamen tahun 2023. Aamiin



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.