Kearifan Lokal Sejajar dengan Gelaran Modern MotoGP Mandalika, Lombok - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing Brad Binder di sesi latihan bebas 1 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat 18 Maret 2022. (Foto: Tempo.co)

Devi Siregar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Maret 2022

Rabu, 23 Maret 2022 14:32 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kearifan Lokal Sejajar dengan Gelaran Modern MotoGP Mandalika, Lombok

    Tidak ada yang harus dipilih dari teknologi dan kearifan lokal, keduanya bisa berjalan beriringan. Terbukti di acara internasional MotoGP Mandalika 2022 yang berhasil menyajikan keduanya yakni aksi pawang hujan di tengah gelaran modern MotoGP di Indonesia.

    Dibaca : 606 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kearifan lokal selalu berkaitan dengan hadirnya event-event besar. Acara MotoGP Mandalika merupakan pergelaran besar MotoGP bergengsi yang diadakan kedua kali di Indonesia. Acara ini memiliki daya tarik tersendiri sejak dibangunnya sirkuit hanya dalam kurun waktu setahun di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Sirkuit Mandalika

    Sirkuitnya sendiri memiliki ciri khas budaya suku asli Lombok yakni motif tenun Sasak di area run off pada tikungan ke-15 dan tikungan ke-16. Selain itu, pesona garis pantai dan bukit indah di sekeliling Sirkuit Mandalika memiliki daya tarik tersendiri.

    Walaupun pagelaran MotoGP Mandalika ini adalah acara internasional akan tetapi unsur budaya dan kepercayaan Indonesia sempat menjadi sorotan. Aksi pawang hujan yang berhasil menghentikan derasnya hujan di balapan MotoGP membuat banyak orang tercengang. Pembicaraan seputar aksi ritual pawang hujan yang unik ini menggugah para penonton internasional untuk berkomentar. Ada yang menghujat, ada pula yang mengagumi kemampuan pawang hujan wanita Indonesia, Rara Isti Wulandari.

    Pawang hujan sendiri merupakan pribadi yang memiliki kemampuan spiritualitas untuk menolak hujan. Ritual pawang hujan ini sudah membudaya dilakukan oleh rakyat tradisional Indonesia untuk kelancaran acara besar yang dihelatnya seperti panggung musik, pernikahan, karnaval, upacara, dan lainnya.

    Pengalaman pribadi dengan pawang hujan di daerah tempat tinggal saya di Provinsi Jawa Barat adalah saat diadakan pesta pernikahan di lingkungan RT/RW. Umumnya, perayaan pernikahan mengambil halaman depan dan jalan depan rumah yang hanya ditutupi dengan tenda kecil. Pawang hujan biasanya diundang untuk mengatasi kejadian alam yang di luar kendali, yakni hujan deras yang bisa menghambat keberlangsungan alur acara pesta jamuan, salam selamat, dan acara hiburan musik di pernikahan. Biasanya, pawang hujan dicari ketika waktu acara perhelatan berada di masa bulan musim penghujan, yakni antara bulan Desember ke bulan Maret. Uniknya, proses ritual pawang hujan ini memang ampuh membuat satu hari acara tersebut dengan cuaca cerah tanpa mendung sedikitpun. Itulah salah satu ajaibnya kearifan lokal Indonesia yang bisa menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan rakyat lokal.

    Ritual pawang hujan memang meliputi hal-hal yang sulit dipercayai oleh masyarakat internasional sehingga tidak mudah untuk diterima. Pawang hujan di perhelatan MotoGP Mandalika, Rara, membawa benda mirip mangkuk kecil dengan alat seperti tongkat kecil yang dibawanya saat proses ritual menghentikan hujan. Untuk kepercayaan ritual di daerah lain di Indonesia mengenai pawang hujan juga berbeda-beda, seperti di daerah Jawa Barat, saya mengetahui bahwa menaburkan garam, menaruh celana dalam di lokasi tertentu serta memanjatkan doa juga berhasil menghentikan hujan turun.

    Kini di balik acara modern, Indonesia menjadi terkenal dengan ritual tradisional di luar nalar yang sukses di perhelatan MotoGP. Hal ini juga seiring dengan semangat sukses Indihome, produk layanan PT Telkom Indonesia yang memiliki internet stabil dan wifi cepat di seluruh Indonesia.

    Kini Indihome hadir untuk menjadi solusi kebutuhan akses internet untuk masyarakat Indonesia. Kini langkah modern maupun tradisional sepertinya memang harus berjalan beriringan untuk saling melengkapi dalam menjawab permasalahan dan kebutuhan hidup manusia. Sesungguhnya tidak ada kata saling mengungguli satu sama lain antara kearifan lokal dan terobosan modern, tetapi rangkulan antara modernitas dan tradisional menjadi satu layaknya Indonesia dengan ragam budaya dan perbedaannya.

    Kesuksesan MotoGP di Sirkuit Mandalika menjadi bukti rangkulan kearifan lokal dan modernitas bisa saling mengisi satu sama lain. Harapannya semoga pagelaran modern, teknologi modern bisa terus ditingkatkan tanpa menggerus atau menghilangkan kearifan lokal. Apa kearifan lokal yang ada di daerahmu?

    Ikuti tulisan menarik Devi Siregar lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.