Pesan-Pesan Kemuliaan Menjelang Bulan Ramadhan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Iwan Kartiwa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Minggu, 3 April 2022 13:33 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pesan-Pesan Kemuliaan Menjelang Bulan Ramadhan

    Dalam konteks agama Islam, setiap perbuatan apabila diniatkan karena Allah maka semuanya bernilai ibadah dan bermuatan pahala. Untuk meraih pahala dan keridhoan Illahi Robbi itu, maka Rusulullah telah memberikan sebaik-baiknya contoh agar menjadi pedoman dan pegangan umat untuk meraihnya di kelak kemudian hari. Contoh misalnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan suci Ramadhan merupakan bulan ibadah yang sangat agung dan penuh dengan keberkahan. Sebagaimana kita ketahui umat Islam di seluruh dunia saat ini tengah melaksanakan ibadah shaum Ramadhan 1433 H.

    Dibaca : 933 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Iwan Kartiwa

    (Berkhidmat sebagai Guru di SMAN Rancakalong Kabupaten Sumedang)

    Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia terbaik dan termulia. Setiap perkataannya adalah kebenaran, jujur tak ada dusta dan tak ada keraguan didalamnya. Rasulullah selalu membawa pesan penuh hikmah, sarat dengan kebaikan serta penuh dengan kemuliaan dalam setiap dakwah-dakwahnya dalam rangka syiar Islam dimanapun  Beliau berada. Setiap ucapan, sikap dan perbuatan beliau adalah contoh serta suri tauladan yang baik bagi semua umat manusia serta bagi semesta alam raya.. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21.

    لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

    Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

                    Banyak risalah yang mengungkapkan bagaimana sikap dan perilaku terpuji manusia paling mulia ini. Salah satunya adalah tentang kecintaan dan kasih sayang Beliau yang tanpa batas kepada umatnya. Beliau sangat khawatir dan tidak menghendaki apabila ada umatnya yang salah jalan dan tergelincir dalam lembah dosa serta jurang kesesatan. Disetiap waktunya, manusia paling mulia ini selalu bermohon kepada Allah SWT agar setiap umatnya selalu diberi petunjuk, perlindungan dan diberikan ampunan apabila melakukan perbuatan dosa. Permohonan itu selalu Beliau panjatkan setiap saat, setiap waktu hingga akhir hayatnya.

                    Dalam konteks agama Islam, setiap perbuatan apabila diniatkan karena Allah maka semuanya bernilai ibadah dan bermuatan pahala. Untuk meraih pahala dan keridhoan Illahi Robbi itu, maka Rusulullah telah memberikan sebaik-baiknya contoh agar menjadi pedoman dan pegangan umat untuk meraihnya di kelak kemudian hari. Contoh misalnya dalam menyambut bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah yang sangat agung dan penuh dengan keberkahan. Sebagaimana kita ketahui umat Islam di seluruh dunia saat ini tengah melaksanakan ibadah shaum ramadhan 1433 H. Berdasarkan kitab Al-Baqiyatus Shalihat karya Syaikh Rabi' Abdurrauf Az-Zawawi yang diterjemahkan oleh H. Masturi Irham, Lc dan H. Malik Supar, Lc sebagaimana dikutip detikedu edisi 31 Maret 2022, disebutkan setidaknya terdapat 9 (Sembilan) keutamaan bulan suci Ramadhan. Kesembilan keutamaan tersebut adalah: 1) bulan Al Qur’an. Yaitu bulan diturunkannya kitab suci Al Qur’an (Nuzulul Qur’an), 2). Bulan kesabaran. Bahwa puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tapi bagaimana kita yang melaksanakannya mampu menahan diri dan melatih kesabaran. 3). Bulan dimana pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka serta seta dibelenggu. Hal ini tercantum dalam hadist Riwayat Abu Hurairah RA:
    إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ
    Artinya: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu," (HR Bukhari dan Muslim).

    4). Terdapat malam lailatul qodar  Disebutkan dalam surat Al Qadr, malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (Al-Qadar: 1-5).

    Diterangkan dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Nabi SAW bersabda "Siapa saja yang mendirikan salat pada Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq Alaih). Hadits ini berasal dari Abu Hurairah RA.

    5). Bulan terdapatnya doa yang mustajab. Syaikh Rabi' Abdurrauf Az-Zawawi mengatakan, keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah terdapat doa yang mustajab di dalamnya. Kita dapat memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT salah satunya dengan berdoa.

    6). Bulan Jihad dan perjuangan. Sejarah mencatat perang besar umat Islam terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya tahun kedua setelah hijrah. Perang tersebut adalah Perang Badar. Dr. Raghib As-Shirjani dalam bukunya Ramadhan wa Bina' al-Ummah menyebut bahwa kunci kemenangan perang tersebut adalah bulan Ramadan.

    7). Bulan doa. Disebutkan dalam buku ini, bulan Ramadan merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Karena itu, seorang muslim dapat memperbanyak doa untuk kebaikan dirinya maupun saudara-saudaranya.

    8). Bulan zakat, sedekah dan infak. Umat Islam diwajibkan untuk memenuhi salah satu rukun Islam, yaitu zakat pada bulan Ramadan. Selain zakat, kita juga bisa memperbanyak sedekah dan infak selama bulan ini berlangsung.

    9). Bulan umrah. Syaikh Rabi' Abdurrauf Az-Zawawi menyebut pahala umrah pada bulan Ramadan setara dengan haji bersama Rasulullah SAW.

                    Menyambut dan melaksanakan ibadah bulan Ramadhan ini, tentnya umat memerlukan bekal ilmu dan contoh terbaik dari Nabinya yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Atas dasar petunjuk dari Allah Azza wa Jalla maka Nabi kita Muhammad SAW kemudian memberikan petunjuk dalam bentuk pesan-pesan kemuliaan bagaimana menyambut bulan suci ramadhan tersebut. Pesan-pesan kemuliaan itu sebagaimana salah satunya tercantum dalam bukua Puasa Bersama Rasulullah, karya Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan. Sejumlah pesan-pesan kemuliaan tersebut adalah sebagai berikut:  1). Bermohonlah dengan niat yang tulus dan hati bersih kepada Allah Rabb kalian, kiranya di bulan mulia ini Allah membimbing kalian untuk melakukan syiyam (puasa pada siang hari) dan qiyyam (salat pada malam hari) serta membaca kitab suci-Nya Al-Quranul Karim. 2). amalan yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari segala yang Allah haramkan kepada kalian. 3). Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosa kalian. Sungguh celakalah di bulan yang agung ini orang-orang yang tidak mendapat ampunan dari Allah, 4). Bermohonlah kepada Allah SWT agar pada bulan suci Ramadhan ini, Allah  tidak menutup pintu surge dan tidak membuka pintu neraka bagi kalian, serta mintalah kepada Allah agar setan tidak lagi menguasai diri-siri kalian. 5). Bersedekahlah kalian kepada kaum fakir dan miskin. barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. 6). Perbaikilah ahlak di bulan ini maka dia akan berhasil melewati titian sirath pada hari ketika kaki-kaki manusia banyak yang tergelincir, 7). Muliakanlah para orang tua kalian, sayangilah mereka yang muda, sambunglah tali persaudaraan antarkalian, jaga lidah kalian, tahan pandangan kalian dari sesuatu yang tidak halal kalian memandangnya. Juga jaga pendengaran kalian dari sesuatu yang kalian tidak halal untuk mendengarkannya, 8). Sambungkanlah tali silaturahim atau persaudaraan di bulan mulia ini, maka Allah akan menghubungkan dirinya dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Sebaliknya, barangsiapa yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari saat dirinya berjumpa dengan-Nya, 9). Lakukanlah salat sunat di bulan ini, maka Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan salat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 salat fardhu di bulan yang lain, 10). Berdoalah pada waktu salat kalian, karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya, 10). Perbanyak istigfar. Sesungguhnya diri kalian telah tergadai karena amal-amal buruk kalian, maka bebaskanlah dengan memperbanyak istighfar. 11). Perbanyaklah sujud. Punggung-punggung kalian telah berat karena beban (dosa) kalian, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujud-sujud kalian, 12). Ampunan Allah SWT. Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang salat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al-’Alamin. 13). Keutamaan memberikan buka puasa. Barangsiapa di antara kalian memberikan makanan atau minuman untuk berbuka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa- dosanya yang lalu, 14). Perintah menjaga keluarga dari api Negara. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan memberikan seteguk air. Kenanglah dengan rasa lapar dan haus kalian, kelaparan dan kehausan yang kelak akan kalian alami di hari kiamat nanti. 15). Perbanyak bershalawat. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

    Demikian tadi pesan-pesan kemuliaan menjelang bulan suci Ramadhan yang sudah disampaikan oleh Nabi kita Muhammad SAW. Adalah kewajiban kita semua sebagai umatnya untuk sekuat tenaga dan segenap kemampuan yang dimiliki agar pesan-pesan kemuliaan itu dapat terwujud dan terimplementasikan dengan baik. Semoga Allah SWT selalu meridhoi dan memudahkan kita semua untuk melaksanakan semua pesan-pesan kemuliaan jelang bulan suci Ramadhan itu sesuai yang diamanatkan Rasulullah SAW, Aamiin ya rabbalalamin

     

                   

    Ikuti tulisan menarik Iwan Kartiwa lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.