Pengaruh Sastra Digital Terhadap Era Sekarang di Masa Pandemi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Berbicara sastra dan pendidikan karakter merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Mutiara aulianto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 April 2022

Selasa, 12 April 2022 10:26 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pengaruh Sastra Digital Terhadap Era Sekarang di Masa Pandemi

    apa aja sih pengaruh dan kendala sastra cyber di era sekarang ? dan apa saja solusinya ?

    Dibaca : 1.546 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pendahuluan 

    Era sekarang dikenal dengan era digital. Era  internet khususnya teknologi informasi komputer. Era digital digunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Perkembangan teknologi komputer yang didukung oleh multimedia dan internet memang dapat menjadi pendamping  yang berguna dalam kehidupan jika dipahami dari segi teknologi. Media ini diciptakan untuk membantu orang tidak hanya dalam hal informasi global tetapi juga dalam hal sastra.

    Media digital masa kini, yaitu  situs  berbagi video youtube, google (mesin pencari  internet), whatsapp (aplikasi pesan instan untuk smartphone), instagram (aplikasi untuk banyak foto dan video), twitter (layanan microblogging online dan jejaring sosial  untuk komunikasi), wattpad (layanan untuk membaca atau mengirim artikel, cerpen, novel, puisi, dll), asosiasi facebook (situs jejaring sosial) dan aplikasi  untuk komunikasi dan bisnis). Keunggulan era digital: 1) komunikasi yang mudah, 2) mobilitas dan fleksibilitas, 3) kemudahan portabilitas, dan 
    ) Internet yang lebih kuat. Paling banyak diunduh di YouTube, Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

    Genre sastra berdasarkan media digital: 1) sastra digital dan 2) sastra cyber.

    Kata cybersastra berasal dari kata cyber, yang dalam bahasa Inggris digabungkan dengan kata lain seperti cyberspace, cybernate dan cybernetics. Cyberspace mengacu pada ruang (komputer) yang  terjalin membentuk budaya di antara mereka. Cybernate berarti kontrol proses terkomputerisasi.
    Pertumbuhan sastra siber di Indonesia mulai diketahui masyarakat pada akhir tahun 1990-an dan ditandai dengan peluncuran  antologi puisi online berjudul Graffiti Graffiti pada  9 Mei 2001 di Puri Jaya, Hotel Sahid, Jakarta, dipimpin oleh Sutan Ikwan Soekri Munaf, Nanang Suryadi, Nunuk Suraja, Tulus Widjanarko, Cunong dan Medy Loekito. Mereka tergabung dalam sebuah yayasan, yaitu Yayasan Multimedia Sastra (YMS).

    Berikut ini permasalahan yang sulit dalam pembelajaran sastra online dan sastra digital, antara lain:
    1) Jaringan tidak stabil, karena faktor cuaca dan letak geografis suatu wilayah sangat menentukan keberhasilan stabilitas jaringan internet.
    2) Selanjutnya mengenai isi bahan ajar, beberapa bahan ajar tidak dapat disajikan secara akurat.

    Oleh karena itu, sebagai guru sastra, kita harus memiliki strategi agar siswa  tidak ketinggalan materi, terbukti dengan banyaknya karya sastra mereka seperti puisi, cerpen, novel, dan drama yang lahir di masa pandemi. Selain itu, ada juga bulan bahasa yang biasanya diisi dengan kompetisi bahasa dan sastra  online. Kegiatan ini menunjukkan bahwa jiwa sastra siswa tidak mati, meski dalam kondisi yang berbeda.
    Namun, sekarang ada banyak webinar tentang bahasa dan sastra. Webinar disajikan dengan cara yang paling menarik bagi semua orang, bahkan jika diadakan secara online. Studi sastra seharusnya tidak hanya  dipelajari di sekolah, tetapi  harus dipelajari dari masyarakat. Tidak hanya mahasiswa yang akrab dengan  sastra, masyarakat juga lebih akrab dengan sastra.

    Sebagai guru sastra, kami memberikan contoh beberapa topik dalam pelajaran literasi media sosial kami seperti:
    1. Membuat cerpen (cerpen) paragraf 
    Karya ini dapat dibuat untuk mendorong siswa menulis cerpen.
    2. Membaca  dan menulis puisi.
    Siswa menulis/menciptakan puisi dan memintanya untuk membaca puisi tersebut dan menyimpannya serta  mengunggahnya ke media sosial.
    3. Analisis faktor internal dan eksternal karya sastra.
    Guru dapat mengunduh sebuah karya sastra dan kemudian menjadi tanggung jawab siswa untuk mencari unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung  dalam karya sastra tersebut.

    Ikuti tulisan menarik Mutiara aulianto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.