Amien Rais Ingin Pemilik Big Data yang Buat Onar Masyarakat Undur Diri Dari Jabatannya - - www.indonesiana.id
x

Amien Rais. Sumber foto: pontas.id

Aisyah Hetra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2021

Kamis, 21 April 2022 17:13 WIB

  • Topik Utama
  • Amien Rais Ingin Pemilik Big Data yang Buat Onar Masyarakat Undur Diri Dari Jabatannya

    Masinton Pasaribu telah menyebut sosok pejabat ini sebagai biang kerok dari kegaduhan terkait adanya wacana 3 periode presiden. Dan pernyataan Masinton Pasaribu ini juga disetujui oleh Ketua Dewan Syuro Partai Ummat, Amien Rais. Lebih lanjut Amien Rais menginginkan pembuat onar wacana 3 periode presiden ini agar segera mundur dari jabatannya.

    Dibaca : 566 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Polemik 3 periode presiden semakin memanas. Terlebih setelah sesosok pejabat yang sesumbar tentang big data 110 juta warganet yang ingin menunda Pemilu 2024 namun enggan membuktikan kebenaran ucapannya.

    Pasalnya big data inilah yang akhirnya membuat onar masyarakat. Dari mulai demo mahasiswa hingga saling ribut pendapat antar anak bangsa.

    Maka tak heran, politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu yang telah menyebut sosok ini sebagai biang kerok dari kegaduhan terkait adanya wacana 3 periode presiden. Dan pernyataan Masinton Pasaribu ini juga disetujui oleh Ketua Dewan Syuro Partai Ummat, Amien Rais.

    Lebih lanjut Amien Rais menginginkan pembuat onar wacana 3 periode presiden ini agar segera mundur dari jabatannya. Hal ini ditegaskan Amien Rais saat menyampaikan pidato dalam acara Milad 1 Tahun Partai Ummat pada Minggu (17/4).

    "Please resign. Jadi makin cepat makin bagus," ucap Amien.

    Amien menambahkan bahwa sosok pejabat ini harus mundur karena sebagian besar masyarakat sipil sudah tidak lagi percaya kepadanya. Ketidakpercayaan masyarakat kepada pejabat publik semakin menjadi-jadi saat dirinya menolak tegas tantangan mahasiswa Universitas Indonesia untuk membuka big data. Pejabat ini malah balik mengatakan bahwa dirinya juga punya hak untuk tidak mengungkap data tersebut ke publik.

    Dan jika pejabat ini bersikeras tidak ingin resign, Amien Rais juga mendesak agar agar presiden bisa memecat pembantunya tersebut. Lantaran, Amien menilai rekan kerja Jokowi itu kini bukan lagi aset bangsa namun lebih kepada beban nasional!

    "Kalau nekat dan sudah terjebak dengan narcissistic megalomaniac yang diidap nya, Pak Jokowi seyogianya memecat dia," sambung Amien Rais.

    Namun apakah orang nomor 1 di Indonesia tersebut bakal memecat pembantunya yang terkenal diberikan jabatan seluas lautan oleh Sang Presiden? Bahkan banyak juga yang merasa bahwa sosok pejabat ini malah terkesan lebih berkuasa dari Presiden itu sendiri.

    Seperti pendapat dari Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M. Ali atau biasa dikenal Mat Ali. Dirinya merespon pernyataan dari Amien Rais yang menginginkan sosok pejabat pembuat onar tersebut resign.

    Mat Ali juga merasa bahwa pembantu Jokowi yang satu itu terkesan sangat berkuasa di Kabinet Indonesia Maju untuk ukuran orang yang sebenarnya hanya wajib melaksanakan visi-misi panglima tertinggi republik ini. 

    "Terkesan sangat mendominasi, padahal itu hanya over ekspektasi menerjemahkan keinginan presiden menurut saya. [Jadi seharusnya] jangan terkesan sangat berkuasa, ya kan?" papar Mat Ali ketika dihubungi CNN Indonesia, Senin (18/4)

    Lebih lanjut, Amien juga memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi untuk meredam emosi masyarakat di tengah kegaduhan politik ini. Menurutnya, Jokowi harus membuat pernyataan tegas akan akhiri jabatan sesuai periode dan konstitusi yang ada.

    Pemilu 2024 masih 2 tahun lagi. Jika Presiden Jokowi ingin menghentikan wacana 3 periode presiden maka sudah seharusnya ia mengentaskan sumbernya yaitu para pembantunya sendiri. Namun apakah Presiden Jokowi mau mengenyahkan sosok pembantunya yang lebih mirip Perdana Menteri ini? Entahlah. Bagaimana menurutmu?

    Ikuti tulisan menarik Aisyah Hetra lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.