Rasa Cinta Rasulullah Kepada Anak Yatim dan Mereka yang Menyantuni - Humaniora - www.indonesiana.id
x

News BM3

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Maret 2022

Jumat, 22 April 2022 07:07 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Rasa Cinta Rasulullah Kepada Anak Yatim dan Mereka yang Menyantuni

    Rasa Cinta Rasulullah Kepada Anak Yatim dan Mereka Menyantuni

    Dibaca : 744 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berkumpul dengan keluarga serta merasakan hangat dalam canda tawa adalah hal yang begitu menyenangkan bagi setiap orang. Berbagi cerita di atas meja makan sembari menikmati hidangan yang telah tersedia. Melepas penat keseharian dengan melihat senyum anggota keluarga.

    Namun tidak semua orang dapat merasakannya, terlebih bagi mereka yang sudah ditinggalkan kehidupan oleh orang tuanya. Anak yatim dan piatu tidak lagi dapat merasakan kebahagiaan tersebut. Sebagian besar kebahagiaannya ikut hilang dengan ketidakhadiran sosok orang tua.

    Sehingga dalam Islam banyak keistimewaan yang melekat pada anak yatim. Allah SWT dalam berbagai firmann menyuruh hamban-Nya untuk memperhatikan anak yatim dengan sebaik-baiknya. Begitu istimewanya anak yatim sehingga disebutkan sebanyak 28 kali dalam Al-Quran.

    Rasulullah SAW begitu menganjurkan kita untuk memuliakan anak yatim. Terdapat sebuah mutiara kisah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana seharusnya menempatan anak yatim dalam kehidupan kita. Dikisahkan pada suatu ketika Rasulullah SAW sedang berjalan menuju masjid hendak menunaikan sholat Ied. Dalam perjalanannya Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak yang begitu kumuh dan tidak berdaya menangis seorang diri. Saat ditanya oleh Rasulullah SAW mengenai anak itu bahwa anak tersebut adalah seorang yatim yang ayahnya telah wafat pada saat berperang pada suatu perperangan. Dengan hati yang iba melihat kondisi anak tersebut Rasulullah tergerak untuk merawatnya. Memeberinya pakaian yang indah, memberi makan sampai kenyang, menghiasi dan memberinya wewangian. Hingga mencukupkan kebutuhan hidupnya. Sehingga anak yatim tersebut dapat kembali bermain dengan penuh tawa bersama teman-teman seusianya dan dapat merasakan kembali hangatnya keluarga baginya menjadi tempat pulang, tempat melepas keluh kesah dan membagi cerita-cerita bahagia yang ia alami.

    Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa merayakan hari kemenangan bukan hanya soal diri sendiri, tapi untuk seluruh orang. Tidak begitu bijak bila kita berjalan menuju Masjid, menuju Allah SWT dengan penuh kebahagiaan, pakaian yang bagus dan wewangian serta perut yang kenyang tapi membiarkan dan menutup mata melihat ketimpangan yang ada disekeliling kita. Membiarkan seorang anak yatim menangis tanpa daya dengan pakaian kumuh dan rasa lapar yang menggigit.

    Maka dengan begitu marilah kita mengikuti jejak Rasulullah dengan menyantuni anak yatim dengan penuh kemuliaan. Membagi mereka rasa kebahagiaan menuju hari kemenangan. Sehingga Baitul Maal Merapi Merbabu menginisiasi gerakan Berbagi Bingkisan Lebran Bahagia untuk Yatim hanya dengan 250 ribu rupiah kita telah mengikuti teladan Rasulullah SAW. Dengan menitipkan donasinya melalui Baitul Maal Merapi Merbabu dan juga bisa menghubungi kontak BM3. Semoga pada Ramadhan ini kita dekat dengan Rasulullah sebagaimana jari telunjuk dan jari tengah sesuai janji Rasulullah SAW.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.