Suara Kezoliman - Fiksi - www.indonesiana.id
x

ilustr: Ocean\x27s Bridge

Romi Assidiq

Pecinta Sastra
Bergabung Sejak: 29 November 2021

Jumat, 22 April 2022 13:52 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Suara Kezoliman


    Dibaca : 830 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Suara Kezoliman.

     

    Dalam dahaga yang menjagal kerongkonan.

    Kelaparan melilit di sudut-sudut kota.

    Raung demi raung memekakkan telinga.

    Warna kehilangan kontras.

    Buram, sepia, putus asa dan hitam putih kian tertib.

    Desing peluru dalam jelmaan Izroil sang pencabut nyawa.

     

    Mereka bilang, ini negeri para nabi.

    Tapi kenapa, kami ditembaki seperti babi.

    Dunia menutup indera, buta mata-buta hati.

    Nyawa hanya sebatas kelakar di ujung pelatuk.

    Tanah adalah tanah, dan sengketa adalah raja.

    Siapa kuat dia menang, siapa menang dia kuasa.

     

    Biadab, ini bukan tentang tanah.

    Siapa peduli jeritan lambung, kalau mati jua dikandung tanah.

    Haruskah telapak menengadah, berharap generasi tumbuh berani.

    Tanamkan doktrin jikalau dia tidak mematikan melainkan pada kehendak-Nya.

     

     

    Bombana, 22 April 2022



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Harna Silwati

    Minggu, 1 Mei 2022 07:53 WIB

    Puisi : Hari Raya

    Dibaca : 609 kali

    Puisi : Hari Raya



    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Aku Adalah Bahu

    Dibaca : 533 kali


    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Inilah Cinta

    Dibaca : 510 kali