Malam adalah Bencana - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh HeonCheol LEE dari Pixabay

Romi Assidiq

Pecinta Sastra
Bergabung Sejak: 29 November 2021

Sabtu, 23 April 2022 13:34 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Malam adalah Bencana


    Dibaca : 722 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pekat menyekat ujung retina.

    Luka-luka datang mendera.

    Sum-sum membeku dihantam dingin.

    Kalian terlelap aku merana.

     

    Wahai malam jangan datang lagi.

    Sepi sudah cukup buatku terbengkalai.

    Pelukmu itu pelikku.

    Cukup sudah dua belas jam kaupukul aku.

     

    Pagi, tolong aku.

    Hanya semburat yang membakar pahit.

    Singkirkan pikiran-pikiran itu.

    Aku mau bebas.

     

     

    Bombana, 23 April 2022



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Harna Silwati

    Minggu, 1 Mei 2022 07:53 WIB

    Puisi : Hari Raya

    Dibaca : 610 kali

    Puisi : Hari Raya



    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Aku Adalah Bahu

    Dibaca : 534 kali


    Oleh: Romi Assidiq

    Jumat, 29 April 2022 12:43 WIB

    Inilah Cinta

    Dibaca : 511 kali