Partai Mahasiswa, Akal-Akalan Siapa? Ini Bahaya! - Analisis - www.indonesiana.id
x

Hormat

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 25 April 2022 05:58 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Partai Mahasiswa, Akal-Akalan Siapa? Ini Bahaya!

    Lahirnya partai mahasiswa secara diam-diam, bak siluman, tak melibatkan mahasiswa seluruh Indonesia, pakai embel-embel mahasiswa, benar-benar salah kaprah dan sangat membahayakan iklim demokrasi di Indonesia. Bila hal ini, tidak ditentang, maka bukan mustahil juga bisa lahir Partai Siswa SMA dan lainnya. Semua dikendalikan. Akal-Akalan siapa, hayoo?

    Dibaca : 781 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kaget, kok bisa ada partai siluman? Tidak ada angin, tidak ada hujan, tahu-tahu ada partai baru yang malah sudah langsung terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan tak tanggung-tanggung langsung pakai nama Partai Mahasiswa.

    Sementara mahasiswa yang lain berjibaku membela rakyat dengan melakukan demonstrasi ke Istana Negara dan DPR, ini ada.yang malah adem ayem, ngumpet tak ikut demo, tak tahunya sudah bikin partai.

    Mahasiswa mana, nih?

    Gilanya, kok bisa langsung pakai nama mahasiswa. Ini mahasiswa yang mana? Mahasiswa Indonesia? Mahasiswa provinsi? Mahasiswa Kabupaten/Kota? Mahasiswa Kecamatan? Atau mahasiswa Desa/Kelurahan/RW/RT? Lucu.

    Selama ini, kitah mahasiswa Indonesia itu sudah terlegitimasi secara publik sebagai pengontrol kebijakan pemerintah.

    Bila akhirnya banyak pihak yang bilang lahirnya Partai Mahasiswa ini lucu, salah kaprah dan lainnya. Itu benar sekali. Memang, membikin partai adalah hak setiap warga negara. Tapi, di mana kecerdasan intelegensi para pencetus dan para pihak yang sepertinya memang ada yang sengaja menyeret mahasiswa yang masih dangkal ini, masuk ke politik praktis. Kuliah di mana sih mereka?

    Mahasiswa itu, yang benar, kuliah S1 jatahnya 4 tahun. Kecuali nambah S2 dan S3, jadi bisa nambah 3/4 tahun lagi, masih bernama mahasiswa. Secara strukur organisasi kepartaian saja tentu akan ada kendala, bila dikaitkan dengan masa kuliah. Ini bikin partai dan tak sadar diri, apa tugas dan kewajiban mereka.

    Mahasiswa datang-pergi

    Mahasiswa itu datang dan pergi (lulus) Tak tetap, Tak permanen. Saat masih berstatus mahasiswa, punya suara hati yang dipadu dengan intelektualitas dan akademis, sehingga dapat cerdas mengontrol pemerintahan. Tetapi ketika selesai, tak berstatus mahasiswa, lulus, kalau demo statusnya jadi massa/rakyat.

    Tak bisa dibantah, tak bisa disangkal. Mahasiswa tak permanen, maka sangat tak masuk akal bila membentuk partai. Suara hati dan idealisme pun pasti akan luntur, karena begitu masuk politik praktis, akan ditunggangi oleh berbagai kepentingan. Dan, ini sangat berbahaya bagi negara Indonesia, karena rakyat tak akan ada lagi yang membela.

    Secara sejarah, historis, sejak Indoesia merdeka, gerakan mahasiswa telah menjadi gerakan yang datang dan pergi untuk membawa aspirasi rakyat. Bila menjadi partai, maka gerakan mahasiswa akan permanen. Tak datang dan pergi lagi.

    Bahaya

    Berbagai pihak pun kini telah membaca, bahwa siapa yang terlibat dalam partai mahasiswa, sudah dicuci otaknya, dibodohi, dan herannya, mungkin karena bodoh, jadi menurut saja pada ajakan pihak yang mengompori.

    Sudah begitu tidak sadar, bahwa rezim ini, ada yang sedang melakukan gerakan terstruktur dengan cara mendekati mahasiswa yang tak cerdas, lalu mengatasnamakan mahasiswa, membentuk partai mahasiswa. Karena ada pihak yang berkepentingan, maka partai mahasiswa ini pun sangat mudah terdaftar di Kemenkumham.

    Lahirnya partai mahasiswa secara diam-diam, bak siluman, tak melibatkan mahasiswa seluruh Indonesia, pakai embel-embel mahasiswa, benar-benar salah kaprah dan sangat membahayakan iklim demokrasi di Indonesia.

    Bila hal ini, tidak ditentang, maka bukan mustahil juga bisa lahir Partai Siswa SMA dan lainnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.