Membaca Isyarat yang Tersirat - Analisis - www.indonesiana.id
x

Komunikasi

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 26 April 2022 15:00 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Membaca Isyarat yang Tersirat

    Komunikasi baik lisan maupun tertulis bisa secara lugas tegas dan tersirat. Makna tersirat disembinyikan dalam kalimat yang halus. Kalimat yang penuh makna. Bagaimana memahaminya?

    Dibaca : 800 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    Salah satu tolok ukur kemajuan masyarakat adalah tata kramanya.  Masyarakat yang sudah maju baik di Timur maupun di Barat, pasti sudah maju pula tata kramanya.    Bahasanya pasti memiliki ekspresi untuk mengutarakan sesuatu secara halus, tidak lugas.  Ekspresi halus ini bisa disampaikan dengan kalimat yang mengandung arti ganda.  Ada arti harafiah dan ada arti yang implied (tersirat). Ini adalah cara komunikasi yang halus dan canggih.

    Dalam bahasa Inggris ada frasa reading between the lines. Arti harafiahnya adalah membaca di antara baris.  Sedangkan di antara baris kalimat adalah ruang kosong. Jadi maksudnya memahami arti sebenarnya dari suatu wacana baik lisan maupun tertulis.  Dengan kata lain memahami apa yang tersirat di balik suatu wacana.

    Salah satu contoh yang termasyhur adalah pernyataan menlu Amerika Serikat kepada pak Harto di tahun 1998.  Ketika sedang menyampaikan commencement address (pidato wisuda) di US Coast Guard Academy di New London, dia mengatakan bahwa Suharto, “has the opportunity for a historic act of statemanship, one that will preserve his legacy as a  man who not ony led his country but who provided for its democratic transition” (Suharto memiliki kesempatan melakukan tindakan kenegarawanan bersejarah, yang akan melanggengkan peninggalannya sebagai orang yang tidak hanya memimpin negaranya tapi juga membimbingnya menuju transisi demokratis).

    Para pengamat, para winasis, para politisi tentu maklum dengan pesan tersirat di balik pernyataan itu. Pers internasional memberitakan tafsiran mereka bahwa arti sebenarnya adalah tekanan kepada Suharto untuk mundur. 

    Contoh lain adalah pernyataan PM Jepang di era 80’ an Yasuhiro Nakasone.  Dia katakan dalam masa perang dia akan membuat Jepang  “as unsinkable aircraft carrier” for Western forces.

    Maksud yang tersirat adalah Jepang akan membangun kekuatan militernya sehingga menjadi kekuatan militer besar yang pro Barat dan akan memainkan peranan internasional yang besar.  Ini perubahan besar dalam politik internasional karena sebelumnya peran militer Jepang dalam kancah internasional dibatasi.

    Demikianlah masyarakat internasional menunjukkan gagasan dengan cara yang elegan.  Cara itu sangat bermanfaat untuk menciptakan harmoni dalam hubungan antar pribadi, antar komunitas dan antar negara. Cara itu juga bisa meredam konflik dalam situasi yang sensitif.

    Mudah mudahan kita juga mampu mengikuti jejak mereka.  Semoga kita mampu mengutarakan pendapat dengan halus dan mampu memahami ungkapan tersirat.  Mari kita terus menerus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.   Saya sudah menulis banyak buku untuk membantu Anda mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.