Kata Lebaran Berasal dari Kazanah Jawa atau Tradisi Hindu? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Suasana shalat tarawih berjamaah

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 2 Mei 2022 13:11 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kata Lebaran Berasal dari Kazanah Jawa atau Tradisi Hindu?

    Kenapa di Indonesia Hari Raya Iedhul Fitri disebut sebagai lebaran? Benarkah kata itu berasal dari diksi "lebar" yang dalam bahasa Jawa artinya "usai"? Tapi ada yang menyebut bahwa kata itu berasal dari tradisi Hindu. Simak tulisan ini.

    Dibaca : 1.712 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kenapa di Indonesia Hari Raya Iedhul Fitri disebut sebagai lebaran? Benarkah kata itu berasal dari diksi "lebar" yang dalam bahasa Jawa artinya "usai"?

    Menurut sastrawan M. A. Salmun dalam artikelnya di Majalah Sunda pada 1954, istilah lebaran berasal dari tradisi agama Hindu, artinya ‘selesai’, ‘usai’, atau habis’. Tempo.co menulis istilah ini diduga juga dipopulerkan Wali Songo supaya umat Hindu yang baru memeluk Islam tidak merasa asing dengan bahasa yang digunakan. 

    Pendapat Samun ini senada dengan opini sejarawan J.J. Rizal. Dalam artikelnya berjudul Menemukan Makna Tradisi Lebaran (Majalah Tempo edisi 30 Oktober 2006) dia mengutip pakar sastra Jawa Poerbatjaraka yang mengungkapkan istilah lebaran bersinggungan erat dengan kata puasa yang berasal dari Sansekerta.  “Pada zaman pra-islam, lebaran itu upacara setelah 40 hari selesai menjalankan puasa. Jadi, lebaran dan puasa sama tua,” tulis J.J Rizal. 

    Apakah ada kemungkinan lain asal kata lebaran? Dalam laman NU Online, Mustofa Bisri atau Gus Mus berpendapat lebaran diambil dari kata “laburan”. Hal ini dilatarbelakangi tradisi kepala keluarga yang mengecat rumah, nglabur, saat menyambut hari raya Idul Fitri. Nglabur adalah mengecat rumah dengan warna putih berasal dari bahan gamping.

    Meskipun diduga lebaran dari bahasa Jawa, nyatanya tak banyak orang Jawa yang menggunakan diksi tersebut. Mereka mempunyai cara ungkap sendiri yakni untuk menyebut 1 Syawal, yakni riyaya dan riyadi. Maka saat mengucapkan selamat kepada orang lain mereka mengatakan: Sugeng Riyadi.

    Kata lebaran ternyata lebih banyak digunakan oleh masyarakat Betawi namun dengan pemaknaan sedikit berbeda. Dalam pandangan mereka lebaran berasal dair kata lebar yang artinya gambaran keluasan atau kelegaan hati karena sudaha usai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kata itu juga bermakna kegembiraan menyambut Idhul Fitri.

    Namun batapa pun berbeda analisa asal-usul kata lebaran dan juga maknanya, toh semua sepakat bahwa hari itu adalah saat yang baik untuk saling memaafkan. Saatnya saling melebur kesalahan dan memulai semuanya lagi dengan niat baik dan tulus.

    Maka, bersama ini seluruh tim Indonesiana.id juga memohon maaf lahir dan batin kepada para penulis dan pembaca jika ada hal-hal yang tak berkenan. Semoga ibadah puasa kita diterima Allah SWT. Aamiin.  

    Ikuti tulisan menarik Indonesiana lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.