Sehat Sosial - Analisis - www.indonesiana.id
x

Sejumlah santri memberikan donasi bantuan kepada warga yang membutuhkan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 5 Mei 2022 06:24 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sehat Sosial

    Kita semua pasti ingin sehat jiwa raga. Tapi perlusatu lagi yaitu sehat sosial. Apakah itu? Silahkan baca terus.

    Dibaca : 650 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sehat sosial

    Bambang Udoyono, penulis buku

    Semua orang pasti ingin sehat secara tuntas. Selama ini kita akrab dengan istilah sehat fisik dan sehat mental atau sehat lahir dan batin.  Itu saja belum cukup.  Masih ada aspek lain lagi yaitu sehat sosial.  Apa pula ini? 

     

    Maksudnya peran sosial kita di masyarakat harus baik kalau kita ingin hidup bahagia.  Semua orang memainkan peran masing masing. Dengan peran itulah mereka menyumbangkan sesuatu kepada masyarakat.  Ada orang yang menyumbangkan ilmunya dengan mengajar, menulis dan meneliti. Ada yang menyumbangkan pemikirannya dengan menciptakan kebijakan yang membawa manfaat untuk masyarakat.  Ada yang membuka usaha yang menampung tenaga kerja.  Tapi ada juga yang berperan buruk. Meréka merampok, mencuri, menzalimi orang, menipu, menjual barang destruktif dll. Keberadaannya menjadi bencana buat masyarakat.  Tidak berlebihan kalau ada yang menyebut mereka sebagai sampah masyarakat.

     

    Apapun peranan Anda.  Di manapun posisi Anda dalam sistem sosial politik, pastikan peran Anda positif. Pastikan sumbangan Anda kepada masyarakat baik.  Kecil tidak masalah asal baik.  Sebaliknya meskipun besar kalau buruk maka suatu saat nanti Anda dan keluarga akan mendapatkan hasil buruk.  Apapun yang Anda sumbangkan nanti akan kembali.  Jika sumbangan Anda baik maka kembalinya juga akan baik.  sebaliknya kalau sumbangan buruk maka kembalinya pasti akan buruk juga.

     

    Contohnya banyak.  Di Rusia dulu penguasa terakhir dinasti Romanova yaitu Tsar Nikolai Romanova dibantai sekeluarganya. Episode ini menyisakan cerita menarik tentang Anastasia Romanova sang putri raja.  Lain kali mudah mudahan bisa kita bahas.   Di Jerman nasib Hitler juga mengenaskan.  Di Prancis nasib keluarga kaisar Louis juga tidak menggembirakan. Demikian juga nasib banyak penguasa zalim di banyak negara.  Jadi meskipun posisi mereka tinggi kalau sumbangannya lebih banyak buruknya daripada baiknya ya akhir hidupnya sengsara.  Keluarganya juga terkena dampaknya. Sebaliknya pemimpin yang adil dijamin masuk sorga.

     

    Selain pimpinan orang biasa juga bisa memberi sumbangan baik kepada masyarakat.  Bukankah semua orang menikmati hasil pekerjaan para pembersih jalan, pembersih pasar, pembersih kantor?  Kita juga menikmati sumbangan positif banyak sekali profesi yang sekilas seolah biasa saja. Salah satu profesi yang saya apresiasi tinggi adalah para guru, dosen dan penulis. Mereka memberi manfaat yang berdampak jauh dan panjang.

     

    Ada pakar yang menulis bahwa semakin baik sumbangan seseorang maka akan makin tinggi nilainya.  Kalau dari sisi spiritualitas orang yang sumbangannya baik dan banyak akan memiliki getaran yang baik  atau adem ayem  dalam bahasa Jawa.  Sebaliknya orang yang sumbangannya buruk memiliki getaran yang panas.

     

    Semoga kita bisa memberi sumbangan baik kepada masyarakat. Sekecil apapun berikan sumbangan kepada masyarakat.  Sumbangan belum tentu uang. Tentu baik memberi sumbangan uang.  Zakat, infak dan sedekah buat muslim.  Memberi senyumpun sedekah.  Apalagi memberi béa siswa, melunaskan hutang orang, menyantuni anak yatim dan duafa dll.  Ladang amal banyak sekali, monggo pilih salah satu atau dua atau banyak.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.