Beda Waktu Beda Cara - Analisis - www.indonesiana.id
x

Window of the World, Shenzen.

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 6 Mei 2022 17:29 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Beda Waktu Beda Cara

    Cara mengasuh dan mendidika anak tentu ada bedanya di setiap jaman. Meskipun demikian pasti ada juga hal yang konstan. Apa saja itu? Silahkan baca terus.

    Dibaca : 665 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Autre temps, autres mœursBeda waktu lain, beda cara.  Itulah arti peribahasa Prancis di atas. Mai kita bahas dari perspektif parenting.  Pola asuh generasi kolonial berbeda dengan pola asuh generasi baby boomers dan beda lagi dengan pola asuh generasi milenial.  Mungkin nanti gen z juga memiliki pola asuhnya sendiri. 

     

    Meskipun demikian tentu ada juga pokok pokok yang konstan.  Apa saja? Pola asuh yang baik tentu bertujuan menyiapkan anak anak agar tumbuh maksimal menjadi anak anak yang soleh, solehah, raga dan jiwanya séhat kuat, karakternya baik, kecerdasan intelektualnya tinggi, kecerdasan emosinya nya tinggi, dan menjadi  ulul albab.

     

    Manusia adalah produk dari lingkungannya.  Terutama lingkungan sosial terdekat yaitu keluarga. Maka kondisi rumah tangga orang tuanya harus baik dulu agar mampu memberikan tempat tumbuh kembang ideal untuk anak anaknya. Perkembangan raga ditentukan oleh asupan gizi, sanitasi, pola makan, dll.  Belum tentu keluarga makmur mampu menyediakan makanan bergizi. Karena kenyang dan enak tidak identik dengan kecukupan gizi.  Sudah banyak bahasan topik ini. Sila googling.

     

    Pertumbuhan mental dan karakter ditentukan juga oleh pola hidup di keluarga.  Maka orang tua harus menanamkan kebiasaan yang baik.  Masukan kepada anak baik dalam bentuk kata kata  maupun tindakan harus baik.  Masukan itu akan membentuk karakternya.  Di sinilah pentingnya ritual agama seperti solat, puasa, zakat dll.  Karena kebanyakan bapak solat di masjid maka ibu harus mengajari, dan memberi contoh solat, membaca Al Qur’an, dll.  Biasakan sedekah dan tunjukkan pada anak anak agar mereka juga bersedekah.  Selain pekerjaan rumah ajari juga anak anak membaca rutin. Beri mereka bacaan berkualitas sejak dini.  Berkualitas belum tentu yang bikin pusing tapi yang sesuai dengan standard dan kaidah.  Awali dengan bacaan anak anak dan sesuaikan ketika mereka beranjak dewasa.

     

    Ajari anak anak untuk ‘melihat ke depan’ tanpa melupakan akar sejarah keluarga dan bangsanya. Jangan sampai mereka kehilangan identitas  Indonesianya terutama jika anda tinggal di manca negara. Masih banyak nilai asal Indonesia yang baik.  Beri cerita tentang Indonesia dll yang memotivasi.  Ajak ke acara lomba, pameran buku, olga dsb.

    Ajari juga mereka tata krama. Menjadi modern bukan berarti meninggalkan tata krama.  Orang Barat dan Jepang yang sudah modern juga masih menerapkan tata krama dengan baik.  Ajari mereka cara bicara, cara makan, cara berpakaian yang sopan.  Tata krama itu akan mempertinggi marwah mereka.

     

    Rincian pelaksanaannya bisa saja beda sesuai dengan perkembangan jaman.  Tapi intinya siapkan mereka menjadi warga generasi unggul, generasi ulul albab.

     

    Jadi monggo rumuskan pola asuh kekinian tanpa melupakan asal budaya.  Tentu tujuannya membimbing  mereka menjadi muslim Indonesia modern, berkarakter baik, soleh, solehah,  profesional.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.