Secangkir Kopi Lentera, Tidak Boleh Ada Orang Lain yang Menentukan Cara Kita Bertindak - Analisis - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 9 Mei 2022 06:17 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Secangkir Kopi Lentera, Tidak Boleh Ada Orang Lain yang Menentukan Cara Kita Bertindak

    Jangan pernah membenci secangkir kopi, apa pun alasannya. Agar tidak ada orang yang menentukan cara kita dalam bertindak (Kopi Lentera)

    Dibaca : 362 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kopi itu punya kelebihan tanpa perlu dibicarakan. Kopi juga punya kekurangan tanpa perlu diperdebatkan. Karena lazim kok, bila ada kelebihan pasti ada kekurangan. Kalo punya plus pasti punya minus. Jadi, rileks saja dan nikmatilah secangkir kopi.

    Di mata kaum penikmat kopi, sejatinya hanya ada 2 tipe manusia: 1) orang-orang yang reaksinya negatif. Pikirannya jelek, sikapnya menghasut, dan perilakunya penuh amarah, benci dan dendam dan 2) orang-orang yang reaksinya positif. Pikirannya bagus, sikapnya bijaksana dan perilakunya rileks dan enjoy saja karena tidak ada satupun orang yang sempurna.

    Kaum penikmat kopi sadar betul.

    Bahwa siapa pun tidak bisa mengontrol pikiran dan perilaku orang lain. Penikmat kopi hanya bisa mengontrol dirinya sendiri. Karena ngopi itu yang penting "substansi" bukan "reaksi". Tapi ingat, di mata kaum penikmat kopi, tidak boleh ada orang lain yang ikut menentukan cara kita dalam bertindak. Seperti aroma pada secangkir kopi hanya ditentukan oleh kopi itu sendiri, bukan oleh penikmatnya.

    Setiap pagi, setiap hari. Nikmati dan syukurilah apa yang ada. Agar semuanya tetap baik. Dan yang paling penting, tidak usah menunggu untuk jadi orang baik. Karena saat ngopi selalu ada ajaran untuk "tidak terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu, nikmati saja apa yang ada". Seperti kita meneguk secangkir kopi, tepatnya di “Kopi Lentera” di kaki Gunung Salak. Kopi-nya literasi, ngopi sambil baca dalam naungan Taman Bacaan Lentera Pustaka.

    Maka jangan pernah membenci secangkir kopi, apa pun alasannya. Bila tidak mau jadi kaum penikmat kopi. Cukup bergaul saja dengan kaum penikmat kopi. Agar lebih literat dalam hidup. Salam Kopi Lentera. #KopiLentera #KaumPenikmatKopi #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka

    Filosofi Kopi Lentera silakan cek di:

    https://www.kompasiana.com/syarif1970/5ca7fa14a8bc154f396aee6c/kisah-kaum-penikmat-kopi?fbclid=IwAR1uN4JpG9VRcDwJld6D-hH3nEj8MjfrSjhDO6CVFmpLDFi85HNbprTyLTk

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.