6 Tips Ampuh Memperbaiki Silaturahmi yang Terputus - Humaniora - www.indonesiana.id
x

illustr: The New York Times

Putri Santoso

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Kamis, 12 Mei 2022 15:10 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • 6 Tips Ampuh Memperbaiki Silaturahmi yang Terputus

    Tips ampuh untuk memperbaiki silaturahmi yang putus agar terjalin kembali, salah satunya saling mendoakan

    Dibaca : 347 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim" (HR Bukhari-Muslim).

    Dalam menjalin hubungan, baik dengan keluarga, teman, ataupun pasangan, tentu ada pasang surutnya. Saat sebuah masalah datang, tentu kadang memicu perselisihan. Tak jarang dari perselisihan inilah, terjadi keretakan dalam silaturahmi. Akhirnya yang dulu akur menjadi tak pernah tegur sapa. 

    Padahal jika kita baca dengan cermat hadits di atas, memutus silaturahmi juga berarti memutus rezeki. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim kita harus memperbaiki dan menjaga silaturahmi. Lantas bagaimana cara tepat untuk memperbaiki silaturahmi yang terputus? Berikut tips memperbaiki silaturahmi yang terputus.

    Tips Memperbaiki Silaturahmi 

    Ada beberapa tips untuk memperbaiki tali silaturahmi yang sempat terputus dan juga cara memeliharanya. Oh iya, tips ini berdasarkan pengalaman pribadi ya.

    1# Kirim Pesan atau Surat untuk Meminta Maaf

    Jangan memakani egomu. Begitulah yang sering aku rapalkan dalam hati ketika ingin minta maaf tapi gengsi. Baik saat bersilang pendapat dengan orang tua, suami, ataupun teman. 

    Sadar nggak sih, kadang yang membuat keruh hubungan adalah ego kita? Dimana kita enggan meminta maaf.

    Kalau terasa sulit mengucapkan maaf secara lisan, maka manfaatkanlah teknologi yang ada. Yaitu dengan mengirim pesan menggunakan smartphone. 

    Kalau dengan pasangan, aku selalu mengirim pesan dengan pertanyaan : sudah makan siang belum? Lalu dilanjutkan dengan mengutarakan isi hati. 

    Tapi berbeda dengan Ibu. Kalau sedang berselisih pendapat dengan beliau, jangankan bertatap muka, pulang ke rumah pun aku takut. Hehehe. Jadi sejak dulu, aku punya cara ampuh untuk meluluhkan hati beliau. Yaitu dengan mengirim surat. Benar-benar surat yang aku tulis di secarik kertas dengan tanganku sendiri. Bukan karena beliau nggak punya smartphone, tapi cara ini memperlihatkan dengan jelas bagaimana aku berjuang untuk minta maaf walaupun belum berani pulang ke rumah.

    2# Makan Bersama

    Dulu aku punya sahabat di kantor. Kami cukup dekat, tapi memang sering berselisih pendapat. Apalagi saat salah satu dari kami sedang dilanda hormon bulanan. Rasanya pengen cakar-cakaran. Tapi saat makan siang, biasanya sudah berkibar bendera putih. Entah siapa yang duluan, tapi salah satu dari kami akan membelikan camilan sebagai tanda damai. Hahaha.

    Begitupun dengan pasangan. Kalau lagi berantem, biasanya pulang kerja suami bawain oleh-oleh. Bukan benda yang mahal memang, contoh gorengan atau coklat. Tapi selalu membuat senang. 

    Kalau sama Ibu, pas beliau lagi merajuk, setelah mengirim surat, ya pulang ke rumah beliau. Duduk sebelahan sama beliau, mendengar unek-unek beliau. Kemudian ajak beliau makan bareng ke luar.

    Entah kenapa, sejak dulu aku merasa momen makan bersama menjadi salah satu cara untuk memperbaiki hubungan. Saat makan bersama, tentu kita akan punya waktu untuk saling mendengar cerita satu sama lain.

    Selain mengajak makan, teman-teman juga bisa memberikan hadiah lain. Hadiah apapun yang tak perlu mahal, tapi bermanfaat. 

    3# Saling Memaafkan

    Baik meminta maaf atau memaafkan sama-sama memberikan pahala. Karena kadang mengucap maaf itu tidak mudah, sedangkan memaafkan juga bukan perkara gampang.

    Jika kita sudah melakukan dua cara di atas, maka jangan lupa untuk meminta maaf dan saling memaafkan. Karena saat sedang ada masalah, kadang ada perasaan “ganjel” yang mengganggu dan membuat kita tidak tenang. Jadi segera selesaikan masalah dan minta maaf agar tidak berlarut-larut.

    4# Evaluasi Diri

    Dulu, aku pernah terpikirkan sesuatu : semakin dekat dan cocok kok malah sering berantem? Ya begitulah yang terjadi jika dua kepala yang berbeda bertemu. Tentu saja punya gagasan yang berbeda pula. Jadi tidak heran jika dua sahabat berantem, suami istri saling berdebat, ibu dan anak saling diam.

    Hal yang penting ketika sebuah masalah datang adalah bagaimana kita menyikapinya. Kemudian jika masalah sudah selesai, kita harus melakukan evaluasi diri :

    • Apa penyebab masalah?
    • Apa yang akan kita lakukan untuk mencegah masalah tersebut datang lagi?
    • Bagaimana cara memperbaiki hubungan agar kembali seperti semula? 

    5# Menjaga Komunikasi

    Jika kita telah memperbaiki silaturahmi yang putus, maka selanjutnya adalah memelihara silaturahmi. Salah satu caranya adalah dengan menjaga komunikasi.

    Apalagi saat ini teknologi sudah semakin maju. Tak ada lagi halangan jarak dan waktu untuk saling berkomunikasi dan bertukar kabar.

    Dengan hadirnya IndiHome internet stabil, maka semakin mudah untuk silaturahmi. Di momen Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, hadirnya internet menyatukan Indonesia tentu sangat memudahkan dalam berkomunikasi, baik dengan mereka yang ada di dalam maupun di luar negri.

    6# Mendoakan

    Lantas bagaimana jika sulit untuk meminta maaf dan mendapatkan maaf? Hanya satu solusinya. Teruslah berbuat baik dengan orang tersebut dan berdoa. Berdoa agar hati dan langkah kita dimudahkan untuk meminta maaf, serta agar orang tersebut dilembutkan hatinya. Karena sejatinya hati manusia adalah milik Sang Pencipta. Dia lah yang membolak-balikan hati manusia.

    Penutup

    Memperbaiki silaturahmi dan menjaganya kembali adalah kewajiban kita sebagai bentuk menjaga hubungan dengan sesama manusia. Agar silaturahmi senantiasa terjaga, jangan lupa untuk senantiasa saling mendoakan dalam kebaikan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

    Percayalah, ketika sebuah silaturahmi terjalin kembali, terjalin dengan baik, maka Allah akan membukakan pintu rezeki yang luas. Pernah dengar sebuah ungkapan bahwa banyak teman banyak rezeki? Ingat, kita tidak tahu dimana Allah menitipkan rezeki kita. Maka senantiasalah berbuat baik kepada siapapun.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.