Menggeliat Usai Berlibur, Memulihkan yang Hilang dalam Pembelajaran - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Dalam rangka pemulihan pasca learning loss diperlukan model kurikulum yang sesuai, berguna dan tepat guna.

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Jumat, 13 Mei 2022 15:27 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Menggeliat Usai Berlibur, Memulihkan yang Hilang dalam Pembelajaran

    Usai libur idulfitri dan memasuki semester dua tahun pelajaran 2022, pembelajaran dimulai. AdaHardiknas, bebersih ruang pembelajaran,dan halabihalal. Pembelajaran yang hilang, semoga lekas pulih dan ditemukan

    Dibaca : 411 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ada pidato Nadiem Makarim Mendikbudristek, yang merefleksi kita saat Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022.  Begini ujarnya:

    “Selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya.

     

    Hari ini, saudara-saudariku, adalah bukti. Bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

     

    Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.

     

    Kurikulum Merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

     

    Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena Asesmen Nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk "menghukum" guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar; supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

     

    Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka. Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan.

     

    Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G-20. Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.

     

    Para penggerak Merdeka Belajar di seluruh Indonesia yang saya banggakan. Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar.”

    ***

    Ada geliat bersemangat saat mengawali pembelajaran usai Idulfitri 1443 H dan memasuki semester dua tahun pelajaran 2021/2022. Bebersih, kerja bakti di ruang-ruang pembelajaran, pada Kamis 12 Mei 2022. Ada upacara Hardiknas 2022. Ada halal bihalal, sesudahnya.

     

    Maka, dengan bertolak dari tema Peringatan Hadiknas 2022:  “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar” semua warga sekolah dan kampus hendaknya selalu bersemangat meniti ke cita-cita luhur para pendiri bangsa: mencerdaskan kehidupan bangsa.

     

    Menjaga kesehatan melalui giat bebersih merupakan budaya sekolah yang hendaknya selalu ditingkatkan. Terlebih di era Pandemi yang -alahmdulillah kasusnya semakin sirna. Belajar dengan lingkungan yang sehat, merupakan jaminan kenyamanan peserta didik dan mahasiswa.

     

    Kemasan halalbihalal usai upacara Hardiknas merupakan cakupan yang hendaknya dimaknai sebagai menciptakan keharmonisan antarsesama lintasemua. Halal bihalal hendaknya disikpai sebagai komunikasi produktif yang dilaksanakan dengan suka cita dan dibentuk secara seremonial dan diikuti oleh sekelompok warga dari berbagai macam agama, ras dan suku.

     

    Suasana halal bihalal yang penuh dengan nuansa religius, kekeluargaan dan keterbukaan membuat semua yang hadir tidak memiliki beban tertentu. Pada saat itulah komunikasi sehat bisa terbangun dengan baik. Penyelenggaraan acara halal bihalal tampak semarak pada hari raya idul fitri dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh banyak undangan, dengan agenda khusus untuk saling bermaaf-maafan, berjabat tangan antarwargasekolah dan kampus. Hal ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antara umat islam dan saling maaf-memaafkan.

     

     

     

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.