Bercanda Itu Bukan Melecehkan - Analisis - www.indonesiana.id
x

ilustr: Psychology Today

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Sabtu, 14 Mei 2022 12:39 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Bercanda Itu Bukan Melecehkan

    Banyak orang suka bercanda dengan melecehkan kondisi fisik, sosial budaya, ekonomi orang lain. Ini salah satu kesalahan yang harus dikoreksi. Mengapa salah? Silahkan baca terus.

    Dibaca : 409 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Di sebuah group whattsap saya pernah melihat sebuah foto yang nampaknya direkayasa.  Di foto tersebut nampak beberapa wanita memakai cadar. Lalu ada seorang anak kecil menangis mencari ibunya dengan kalimat ‘ibuku mana’. 

     

    Mungkin maksud di pembuatnya bercanda.  Tapi mungkin juga sengaja untuk melecehkan kaum tertentu. Apapun maksudnya perbuatan itu adalah tercela.  Mungkin ada yang belum tahu kalau perbuatan itu tercela maka saya beri tahu.

     

    Mengolok olok ciptaan Allah itu sangat tercela karena sama saja dengan mengolok olok sang pencipta sendiri.  Kalau kalian menghina sebuah lukisan, apakah bedanya dengan menghina si pelukisnya?  Bagaimana kalau yang kalian lecehkan adalah sang pencipta alam raya dan pencipta kalian?  Apakah ini tidak kurang ajar?

     

    Saya yakin kalian sering bercanda.  Semoga saja candaan kalian tidak melecehkan apapun.  Saya sering sekali melihat atau mengalami sendiri teman yang bercanda dengan melecehkan kondisi fisik, ekonomi, sosial, budaya orang lain.  Ini adalah sebuah kesalahan besar. 

     

    Humor yang baik adalah menciptakan comic situation, situasi aneh yang beda dengan asumsi orang. Maka orang menganggapnya lucu lalu tertawa.  Humor yang beradab itu bukan  melecehkan apapun dan siapapun.  Membuat humor yang baik memang tidak mudah jadi hanya orang yang cerdas saja yang mampu membuatnya.  Mereka yang tidak cerdas ini mengira bahwa melecehkan itu lucu.     Mereka tidak tahu bedanya humor dengan pelecehan.

     

    Jadi lain kali kalau kalian ingin melucu pelajari dulu tekniknya dan tata kramanya.  Ingat jangan melecehkan kondisi ekonomi, fisik, sosial seseorang atau suatu kaum.  Itulah humor yang beradab. Kalian ingin jadi orang yang beradab kan?

     

    Saya sudah sejak lama berupaya menyadarkan teman teman yang bertindak seperti itu.  Ada yang menerima tindakan saya tapi ada juga yang tidak menerima.  Memang kecerdasan orang berbeda beda.  Humor yang beradab memang membutuhkan kecerdasan untuk menciptakannya.

     

    Kalau kalian berselancar di dunia maya untuk mencari candaan yang beradab maka kalian akan menemukan banyak sekali situs yang menyediakannya.  Biasanya saya menemukannya dalam situs yang berbahasa Inggris.

     

    Manusia yang baik adalah yang terus menerus meningkatkan kualitas dirinya dalam berbagai sisi. Salah satu sisi yang harus diperbaiki adalah kebiasaan bercanda dengan melecehkan.  Mari kita tingkatkan kualitas diri kita dalam aspek ini.  Semoga ke depannya manusia Indonesia akan menjadi beradab dalam berbagai aspek, termasuk aspek guyonan ini.

     

    Tetaplah bercanda karena manfaatnya ada juga. Paling tidak suasana pergaulan menjadi cair dan enak. Bercanda juga menyehatkan mental dan fisik juga saya yakin. Tapi pikirkan juga cara bercanda yang beradab, yaitu cara bercanda tanpa melecehkan mahluk Allah swt apalagi ajaran Alah swt.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.