Memetakan Potensi Sekolah dan Lingkungan Sebagai Bagian Berpikir Berbasis Aset - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Merdeka Belajar Cooperatif Learning 2, Sumber: Dokumentasi Pribadi Taufik Hidayat, S.Pd, M.Si

Anita Rakhmi Shintasari

Guru BK SMPN 22 Semarang-Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Sabtu, 14 Mei 2022 12:40 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Memetakan Potensi Sekolah dan Lingkungan Sebagai Bagian Berpikir Berbasis Aset

    Bagaimana mengelola sumber daya yang ada untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi tantangan di modul 3.2 pendidikan guru penggerak angkatan 4, seperti apa serunya?

    Dibaca : 3.515 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas menjadi tanggung jawab pemerintah khususnya sekolah dan lebih sempit lagi guru. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang baik, tentunya seorang guru memiliki strategi tersendiri agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya itu. Didalam modul 3.2 pendidikan guru penggerak angkatan ke 4, saya mulai belajar tentang bagaimana menggali potensi dan kekuatan serta mengetahui kekurangan dari sumber daya yang tersedia baik di sekolah, dari murid bahkan dari lingkungan dan pemerintah.

    Salah satu kegiatan yang saya lakukan ketika belajar modul 3.2 ini adalah melakukan diskusi kelompok untuk memetakan apa saja potensi yang ada di kecamatan tempat kami mengajar. Dari 11 orang kami dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan letak sekolah. Selanjutnya kami mengidentifikasi apa saja potensi yang ada dikecamatan kami untuk kemudian diklasifikasikan masuk kategori modal apa, berdasarkan 7 aset modal utama komunitas yang meliputi modal Manusia, modal Sosial (norma,etika), modal Fisik (infrastruktur), modal Lingkungan/Alam, modal Finansial (anggaran), modal Politik (keterlibatan sosial) dan modal Agama dan Budaya.

    Dari hasil diskusi diketahui ada banyak sekali potensi fisik dan lingkungan/alam yang ada disekitar sekolah kami. Baik itu fasilitas umum, obyek wisata maupun cagar budaya. Contohnya saya yang letak sekolahnya ada di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Disini banyak sekali obyek wisata yang bisa dijadikan sumber belajar bagi murid yang dapat menambah pengetahuan dan memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. 

    Di samping itu di sekolah saya juga ada banyak modal fisik yang dapat dijadikan laboratorium alam untuk mendukung pembelajaran seperti ketersediaan beberapa kolam budidaya ikan tawar dan adanya kolam terapi ikan. Dengan modal fisik tersebut murid dapat belajar tentang cara budidaya ikan serta bagaimana memanfaatkan hasil panen kolam ikan untuk meningkatkan pendapatan.

    Berbagai mata pelajaran dapat memanfaatkan ketersediaan sumber daya yang ada disekolah sehingga model pembelajaran tidak membosankan bagi murid yang pada akhirnya dapat mendorong motivasi belajar murid dan mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada murid sesuai tujuan dari merdeka belajar.

    Potensi Sekolah-Kolam terapi ikan didepan ruang guru SMPN 22 Semarang

    Ikuti tulisan menarik Anita Rakhmi Shintasari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.