Tujuan Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Zahwa Nur Fitriah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 April 2022

Minggu, 22 Mei 2022 05:46 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Tujuan Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar

    Mengapa pembelajaran sastra harus di ajarkan sejak sekolah dasar ke murid? artikel ini akan membahas salah satu pertimbangan mengapa sastra di ajarkan kepada murid sejak sekolah dasar.

    Dibaca : 1.622 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sastra untuk anak-anak sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan sastra orang dewasa. Keduanya sama-sama mencangkup kehidupan dengan segala perasaan, wawasan kehidupan, dan pikiran yang berbeda hanyalah fokusnya saja.

    Di sekolah dasar pelajaran sastra dan bahasa Indonesia lebih difokuskan pada kemampuan siswa untuk berbahasa dan berapresiasi sastra. Dalam kegiatan pembelajaran  bahasa Indonesia siswa dilatih untuk lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa, sedangkan untuk pembelajaran sastra siswa difokuskan untuk meningkatkan kemampuan dalam menghayati, menikmati dan memahami karya sastra.

    Dengan demikian yang harus terjadi dalam pembelajaran sastra ialah kegiatan mengapresiasi karya sastra bukan hanya sekedar paham pengetahuan teori sastra. Hal ini sejalan dengan pendapat Huck dkk. (1987) bahwa pembelajaran sastra di sekolah dasar harus memberi pengalaman kepada murid yang akan berkontribusi pada empat tujuan (1) menumbuhkan kesenangan pada buku, (2) menginterpretasi bacaan sastra, (3) mengembangkan kesadaran bersastra, dan (4) mengembangkan apresiasi

    Menumbuhkan Kesenangan Pada Buku

    Pembelajaran sastra harus membuat anak merasa senang membaca, membolak-balik buku, dan gemar menari bacaan.

    Salah satu cara terbaik untuk membuat anak tertarik pada buku menurut Huck (1987) ialah memberikan siswa lingkungan kaya dengan buku-buku yang baik. Biarkan mereka menemukan buku yang menarik perhatian mereka, beri mereka waktu untuk membaca atau secara teratur guru membacakan untuk mereka, beri mereka waktu untuk menceritakan apa yang sudah mereka baca pada satu sama lain dan biarkan mereka memberikan pendapat mereka melalui berbagai macam aktivitas respon kreatif.

    Dan satu hal penting yang disarankan oleh Huck ialah siswa harus diberi kesempatan mengamati atau melihat orang-orang dewasa menikmati buku. Melalui kegiatan yang menarik minatnya, mereka akan memperoleh kesenangan.

    Menginterpretasi Bacaan Sastra

    Guru dan siswa dapat membicarakan tentang makna pribadi yang mungkin terdapat pada suatu cerita untuk kehidupannya sendiri.

    Ketika siswa mulai membicarakan penyebab tertentu pada suatu cerita, mereka bisa mengembangkan wawasan lebih banyak kepada orang lain. Ketika siswa menghubungkan apa yang mereka baca dengan latar belakang pengalamannya, berarti mereka sudah mengerti makna  cerita itu.

    Mengembangkan Kesadaran Bersastra

    Langkah awal yang baik dalam mengembangkan pemahaman tentang bentuk-bentuk sastra ialah anak-anak di sekolah dasar sangat senang membandingkan berbagai awal dan akhir cerita rakyat dan sangat suka menulis ceritanya sendiri.

    Anak-anak harus pula diarahkan untuk menemukan elemen-elemen sastra secara berangsur-angsur karena elemen-elemen itu yang akan memberikan mereka bekal dalam memahami makna cerita atau puisi yang dibaca. Dengan demikian guru-guru juga harus menguasai pengetahuan tentang bentuk-bentuk cerita, elemen-elemen cerita, dan pengetahuan tentang cerita.

    Pemahaman siswa sekolah dasar mengenai bentuk-bentuk sastra tidak seperti mereka sudah dapat membedakan bentuk prosa dan puisi, fiksi dan nonfiksi, antara realism dan fantasi. Tetapi cara mereka memahami hanya dengan bercerita kepada gurunya bahwa cerita Bawang Putih dan Cinderella itu mirip.

    Mengembangkan Apresiasi

    Jika semua siswa  bisa diberi kesempatan menemukan kesenangan terhadap bacaan, mereka akan bisa membangun dasar yang kokoh dalam mengapresiasi sastra. Dan apabila siswa sudah mampu menemukan kegembiraan dalam banyak jenis bacaan dari banyak periode waktu, memberikan penghargaan pada alur cerita dan pengarangnya, dan memberikan pengalaman kritis sehingga mendapatkan kegembiraan secara sadar.

    Mengenalkan sastra kepada anak sedari dini dapat membantu perkembangan bahasa dan kreativitasnya. Sastra anak-anak yang baik juga akan membuahkan pengalaman-pengalaman estetik kepada anak, maka dari itu sastra yang dikenalkan kepada anak harus menyenangkan agar anak-anak dapat menikmati dan mendapat pengalaman baru dari apa yang ia baca. Lebih banyak buku yang mereka baca lebih banyak kegembiraan dan kenikmatan yang mereka peroleh.

    Daftar Pustaka:

    Djuanda, Dadan. (2014) Pembelajaran Sastra Di SD dalam Gamitan Kurikulum 2013. Mimbar Sekolah Dasar, 1(2), 193-196

    Ikuti tulisan menarik Zahwa Nur Fitriah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.