Koalisi Bertiga Bersatu, Apa Menariknya? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Ali Mufid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Maret 2022

Selasa, 24 Mei 2022 06:59 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Koalisi Bertiga Bersatu, Apa Menariknya?

    Ada bukit di balik pendakian, jutaan rakyat tengah menikmati berkah dibalik musibah.

    Dibaca : 807 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Alih-alih melangkah lebih awal sebagai upaya percepatan ide dan gagasan, kehadiran koalisi Bertiga Bersatu malah bikin beranda demokrasi kita kumuh. Bagaimana tidak, sejak DPR dan pemerintah mengumumkan pemilu serentak pada 14 Februari 2024, para Ketum saling berhitung untuk mendulang suara konstituen sekaligus siapa yang akan digadang-gadang menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden.

    Ramadhan baru lewat tahun ini pun, tak ayal menjadi panggung retorika yang empunya partai bercakap sana-sini mempertontonkan kepekaan dan kepeduliannya terhadap aspirasi rakyat. Sekejap orang-orang ini memiliki sentuhan magis karena mampu memperpendek jarak antara tuan dan jelata. Tak ada jeda antar keduanya, aroma keringat wong cilik makin terasa olehnya, makin dalam karakternya. Rintihan mereka terdengar jelas di kuping manusia berbaju safari. Ah tak jadi soal, yang penting citra diri terbangun dibantu kilat kamera menyambar dari setiap sudut kerumunan.

    Baru memasuki wacana masa transisi dari pandemi ke endemi. Gairah ekonomi di daerah perlahan tumbuh pasca dua tahun dipaksa tutup lapak. Orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata pun, tahun ini bak panen dengan hasil melimpah ruah. Sebagian dari mereka berkelakar "Corona iki nek gak diberitake yo aman-aman wae". Tapi tenang, meski candaan tetapi pelaku sadar wisata selama dua tahun ini patuh dan taat arahan pemerintah atas pandemi covid-19.

    Penyedia jasa transportasi dibuat mujur melihat tingginya arus mudik tahun ini. Meski harus macet berpuluh-puluh kilometer, kiranya bukan problem serius karena lagi-lagi selama dua tahun itu perkara dapur tak ngebul agaknya jauh lebih serius. Situasi ini tak hanya menguntungkan pemilik usaha jasa transportasi. Banyak sopir-sopir yang terbantu kehidupan ekonominya karena mereka kembali mancal gas setelah berbulan-bulan tak banyak yang dilakukan.

    Ada bukit di balik pendakian, jutaan rakyat tengah menikmati berkah dibalik musibah. Mereka menemukan kembali rutinitas normal yang dianggap sebagai representasi status sosial. Sebagian dari mereka yang sempat diberhentikan oleh perusahaannya karena pandemi, kini mulai bangkit. Entah dengan berwirausaha atau bekerja di tempat baru. Rakyat nampaknya sedang bersuka cita akan pulihnya kondisi setelah dua musim lalu puasa gelar.

    Ironis memang, saat jelata riang gembira, layar kaca dihiasi koalisi penuh canda tawa. Koalisi buru-buru mengejar prestasi dan mengesampingkan histori. Koalisi ini mestinya menawarkan satu ide dan gagasan besar sehingga rakyat terpukau atas penjabaran isi kepala. Rakyat jatuh cinta akan nilai-nilai pembeda yang tidak dipunyai oleh kelompok lain, serta kekuatan identitas koalisi yang sarat akan substansi perubahan ketimbang narasi bermuara bagi-bagi kursi.

    Mestinya masing-masing partai koalisi tadi juga getol memasarkan kader terbaiknya. Ajak rakyat berdiskusi terbuka, tawarkan sesuatu yang beda dan besar. Lemparkan satu formula yang belum pernah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin bangsa kita terdahulu. Sehingga pada akhirnya kita saling jatuh cinta tanpa paksa dan berkomitmen agar membangun satu hubungan harmonis antara tuan dan jelata.

    Ikuti tulisan menarik Ali Mufid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    4 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 593 kali