Euforia Sementara Menuju Euforia Impian - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Pesepak bola Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri (kedua kiri) bersama rekan-rekannya berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Timor Leste dalam laga lanjutan Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa, 10 Mei 2022. Laga Timnas U-23 Indonesia vs Timor Leste berakhir dengan skor 4-1. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

muhammad rizal

Pemula dan terus belajar
Bergabung Sejak: 27 Maret 2022

Senin, 23 Mei 2022 19:35 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Euforia Sementara Menuju Euforia Impian

    Timnas U23 Indonesia memastikan medali perunggu setelah berhasil mengalahkan Malaysia lewat adu pinalti dengan kedudukan akhir 4-3 setelah diwaktu normal Indonesia dan Malaysia berakhir dengan skor 1-1. Prestasi yang sebenarnya hanya penawar luka dari target utama federasi dan pemerintah yaitu medali emas.

    Dibaca : 1.052 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pertandingan yang cukup ketat tersaji Minggu sore antara Indonesia lawan Malaysia dalam perebutan medali perunggu dalam turnamen SEA Games 2022 (2021) Vietnam. Indonesia akhirnya memenangkan lewat drama adu pinalti yang berkesudahan 4-3. Sebelumnya keudukan adalah imbang 1-1.

    Ernando Ari, yang turun sebagai kiper utama dalam laga ini bermain luar biasa. Dalam waktu normal ia berhasil menghentikan banyak peluang Malaysia. Lalu dalam drama adu pinalti Ernando Ari mematahkan tendangan pinalti dua pemain penting tim nasional Malaysia, Hadi Fayyadh dan Luqman Hakim.

    Hasil ini cukup layak untuk disyukuri, karena sebelumnya tim nasional Indonesia gagal lolos ke partai final. Garuda Muda setelah dikalahkan Thailand 1-0 dalam semifinal. Apalagi dalam partai perebutan medali perunggu minggu sore, tim nasional Indonesia hanya memiliki tiga pemain sebagai pengganti, yaitu Adi Satryo, Rio Fahmi, Muhammad Ridwan.

    Hal tersebut disebabkan dalam pertandingan sebelumnya Indonesia mendapatkan tiga kartu merah masing-masing diterima Rahmat Irianto, Ricky Kambuaya, dan Firza Andika. Ditambah cederanya Egy Maulana dan Syahrian Abimanyu membuat Shin Tae-yong sempat kebingungan menerapkan strategi untuk melawan Malaysia. Namun, gol yang sempat diciptakan Ronaldo Kwateh menit ke-69 sempat meningkatkan percaya diri tim nasional Indonesia walaupun akhirnya mampu dibalas oleh Hadi Fayyadh pada menit ke-80.

    Hasil akhir yang membuat Indonesia mampu mendapatkan medali perunggu ini memperpanjang rekor Indonesia yang selalu mendapatkan medali dalam tiga edisi SEA Games. Diantaranya medali perunggu SEA Games 2017 Malaysia dan medali perak SEA Games 2019 Filipina. Hal itu membawa harapan bahwa tim nasional Indonesia layak untuk ajang selanjutnya yang lebih bergengsi, yaitu Kualifikasi Piala Asia 2023 bulan Juni nanti.

    Euforia ini layak untuk disyukuri, namun euforia selanjutnya untuk kembali ke Piala Asia adalah euforia sesungguhnya yang sudah ditunggu hampir 16 tahun lamanya harus diperjuangkan mati-matian.

    Piala Asia, Target Utama Timnas Indonesia

    Seperti yang diungkapkan Shin Tae-yong, dikonferensi pers setelah laga dalam laman resmi PSSI mengungkapkan bahwa pertandingan berjalan cukup sulit dengan terbatasnya pemain. Pada kesempatan itu pula dirinya mengungkapkan bahwa skuat yang akan dia bawa untuk Kualifikasi Piala Asia 2023 nanti mayoritas berisi dari skuat Sea Games 2022 (2021) Vietnam. Shin Tae-yong pun tentu sudah mulai menghitung peluangnya dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2023 dimana dirinya pernah mengungkapkan bahwa mau lolos sebagai juara grup atau runner-up terbaik pun dirinya tidak peduli asalkan tim nasional lolos kembali ke Piala Asia 2023 setelah absen hampir 16 tahun lamanya.

    Indonesia yang tergabung dalam grup A bersama Kuwait, Jordania, dan Nepal, harus diakui grup ini adalah grup yang berat untuk tim nasional Indonesia. Hal ini dikarenakan rekor Indonesia ketika bertemu tim dari Timur Tengah cukup mengecewakan, seperti pertandingan Uni Emirat Arab dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 tahun lalu kita kalah 5-0 dan ujicoba melawan Afghanistan jelang Piala AFF 2021 (2020) Singapura pun kita kalah 1-0. Tentu muncul kekhawatiran dalam benak pendukung fanatik tim sepakbola nasional Indonesia dalam ajang ini, maka tidak mengherankan para pendukung mendesak PSSI dan Pemerintah Indonesia untuk segera menuntaskan proses naturalisasi Sandy Walsh (Belanda) dan Jordi Amat (Spanyol) untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia 2023. Minimal bisa selesai pada akhir bulan ini dan diharapkan mampu bermain dalam pertandingan persahabatan lawan Bangladesh 1 Juni 2022 nanti di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.

    Dengan datangnya dua calon pemain naturalisasi ditambah dengan pemain muda dan pemain berpengalaman lainnya sebenarnya skuat Indonesia untuk menghadapi ajang resmi Kualifikasi Piala Asia 2023 bisa dikatakan cukup mentereng dengan kedalaman skuat yang cukup baik. Bagaimana tidak, terdapat paling sedikit delapan pemain yang saat ini berkarir di luar negeri diantaranya: Elkan Baggot (Ipswich Town/Inggris), Sandy Walsh (KV Mechelen/Belgia), Jordi Amat (sebelumnya bermain untuk KAS Eupen/Belgia), Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners/Korea Selatan), Pratama Arhan (Tokyo Verdy/Jepang), Saddil Ramdani (Sabah FC/Malaysia), Egy Maulana dan Witan Sulaiman (FK Senica/Slovakia) serta bila dirinya memanggil kembali anak asuhnya untuk Kualifikasi Piala Asia U23 tahun lalu masih ada Bagus Kahfi  yang sempat bermain untuk FC Utrecht, Belanda serta David Maulana, kapten tim nasional U19 (2020-2021) yang bermain di Kroasia pula dapat melengkapi skuat bila dipanggil. Tentu dengan skuat keunggulan skuat yang sudah bersama-sama sejak ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang diadakan tahun kemarin ditambah turnamen Piala AFF 2021 (2020) dan Sea Games 2022 (2021) Vietnam, sudah sewajarnya Shin Tae-yong menemukan formula yang tepat. Karena euforia lolos dan bermain diturnamen Piala Asia 2023 adalah sebenar-benarnya euforia yang dinanti pendukung tim nasional sepakbola Indonesia. Bisakah euforia sementara ini menjadi euforia yang kita nanti-nantikan?

     

     

    Ikuti tulisan menarik muhammad rizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    4 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 593 kali