Kecerdasan Manipulatif dalam Bisnis Sawit - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi industri sawit. Sumber foto: aspek.id

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 25 Mei 2022 12:46 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Kecerdasan Manipulatif dalam Bisnis Sawit

    Mereka memanfaatkan peluang, momen, kelemahan, maupun celah-celah pengaturan bisnis kelapa sawit untuk menguntungkan segelintir pemilik bisnis ini maupun diri sendiri. Ini perkara penggunaan kecerdasan untuk memanipulasi masyarakat di tengah pemerintahan yang lemah, yang tidak mengerti apa yang harus diperbuat untuk melindungi rakyat banyak.

    Dibaca : 1.710 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mendengar atau membaca berita tentang orang-orang yang dicokok karena diduga terlibat dalam perkara minyak sawit, yang diperkirakan merugikan negara, banyak di antara kita yang geleng-geleng kepala. Heran dan kesal. Orang-orang yang diduga terlibat itu ada pejabat tinggi kementerian, ada pula konsultan kebijakan, di samping pengusaha swasta yang mendominasi bisnis minyak sawit.

    Bila di dalamnya ada swasta dan pejabat, berarti ada persekongkolan antara unsur privat dan unsur negara. Keterlibatan unsur negara inilah yang menyesakkan dada, karena mereka pembuat aturan sekaligus pengawas pelaksanaan aturan. Bila kemudian unsur negara ini bersekongkol dengan swasta, yang notabene pemain, maka siapa lagi yang bertindak sebagai pengawas dan penegak aturan?

    Sebagai pejabat negara, mereka punya tanggung jawab untuk menggunakan wewenang dengan benar, membikin aturan agar perekonomian berjalan sehat, berusaha agar rakyat banyak tidak kesulitan melanjutkan kehidupan, dan bukan malah menyenangkan hati dan kantong segelintir orang saja.

    Apakah penyelewengan wewenang itu akibat keteledoran atau ketidakpahaman? Rasanya tidak. Aksi ini berjalan mulus justru karena ada kecerdasan yang mengatur permainan dan mengendalikannya. Masyarakat selama ini tidak tahu apa sesungguhnya yang terjadi manakala minyak goreng langka di toko-toko maupun pasar. Rakyat juga tidak mengerti mengapa suatu ketika pasar penuh dengan kantong-kantong minyak, namun dengan harga yang melambung tinggi.

    Bila persekongkolan ini benar terbukti nanti, maka yang terjadi bukan sekedar tindakan menyelewengkan wewenang, tapi menyengsarakan hidup puluhan juta rakyat. Para pejabat negara, konsultan kebijakan, maupun pengusaha swasta adalah orang-orang cerdas yang secara cerdik memanfaatkan kepintaran mereka untuk aktivitas manipulatif: bukan saja terkait penyusunan aturan, tapi juga publikasi, pencitraan, hingga persepsi masyarakat—membuat masyarakat tidak paham apa sebenarnya yang sedang terjadi ketika minyak goreng langka dan ketika membanjir dengan harga sangat tinggi.

    Mereka memanfaatkan peluang, momen, kelemahan, maupun celah-celah pengaturan bisnis kelapa sawit untuk menguntungkan segelintir pemilik bisnis ini maupun diri sendiri. Mereka memanfaatkan kelemahan pemerintah secara sistematis. Jadi, ini perkara penggunaan kecerdasan untuk memanipulasi masyarakat di tengah pemerintahan yang lemah, yang tidak mengerti apa yang harus diperbuat untuk melindungi rakyat banyak, yang tidak memahami cara efektif mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat. >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.