Bidadari Tanpa Sayap - Humaniora - www.indonesiana.id
x

painting by Katie m. Berggren

Listiyah _

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Mei 2022

Senin, 30 Mei 2022 06:20 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Bidadari Tanpa Sayap

    Tulisan kecil dari bungsu untuk Ibu yang selalu mencintaiku tanpa tapi.

    Dibaca : 866 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Cinta yang tulus datang datang dari Ibu yang hebat dan cinta yang hebat datang dari ibu yang kuat. Menurut Kahlil Gibran,"Ibu adalah segalanya - dia adalah hiburan dalam kesedihan kita, harapan dalam penderitaan, dan kekuatan dalam kelemahan. Dia adalah sumber cinta, kasih sayang, simpati, dan ampunan. Orang yang kehilangan ibunya telah kehilangan jiwa murni yang selalu memberkati dan melindunginya."

    Saya sangat setuju dengan kutipan tersebut. Menurut saya ibu adalah segalanya, ibu adalah tempat pulang terbaik. 

    Ibu begitu tulus dalam menyayangi anak-anaknya dan mencintai tanpa pamrih dan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, saya begitu menyesali ketika ada anak yang tega membuang ibunya dijalanan dan menjadikan ibunya pengemis bahkan ada yang tega meninggalkannya sendirian dan selalu merasa kesepian dan ada juga yang meninggalkan Ibunya di panti jompo karena tidak ingin repot merawat ibunya. 

    Benar kata pepatah bahwa satu Ibu misa mengurus sepuluh anak tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat satu Ibu. Bahkan Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 32 "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka".

    Maka cintailah ibu seperti ia yang senantia mencintai kita, bukankah disetiap langkah kaki kita terdapat berkah dari setiap doa nya. 

     

    Ikuti tulisan menarik Listiyah _ lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.