Kenapa Pegiat Literasi Tidak Menulis? - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 30 Mei 2022 16:55 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kenapa Pegiat Literasi Tidak Menulis?

    Banyak orang tidak menulis. Masalahnya karena tidak bisa atau tidak mau? Begini tips menulis dari pegiat literasi taman bacaan

    Dibaca : 854 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Saat ditanya, bagaimana menulis yang paling gampang?

    Jawab saya, menulis yang paling gampang adalah seperti kita ngobrol atau ngomong. Yang penting, tuliskan saja setiap ide dan pikiran seperti saat ngomong. Karena tidak ada resep paling jitu dalam menulis, selain ditulis, ditulis, dan ditulis. Untuk apa rajin ikut pelatihan menulis tapi tidak pernah menulis? Untuk apa pula ide dan gagasan banyak di kepala tapi tidak pernah dituangkan jadi tulisan?

     

    Jadi, tips paling sederhana dalam menulis. Adalah ditulis, ditulis, dan ditulis. Bukan diseminarkan apalagi diniatkan saja. Karena menulis adalah prakti, bukan teori, Menulis juga keberanian bukan pelajaran. Menulislah seperti kita ngomongin orang, segampang dan selancar itulah menulis. Okay?

     

    Seperti saya dan kedua anak laki-laki saya (Fahmi dan Farid). Pada tahun 2015 silam, di bulan puasa. Setiap malam seusai sholat tarawih selalu ngobrol soal-soal ringan tentang ibadah puasa. Dari kegelisahan, dari realitas. Selalu saja ada yang dibahas. Sebulan penuh ngobrol dan akhirnya terbitlah buku kumpulan cerpen "Surti Tak Mau Gelap Mata". Sebuah kisah reflektif dan motivatif religi modern. Agar menjadi hikmah bagi pembaca. Sebuah kumpulan cerpen renungan kehidupan. Bahwa dalam hidup ini, “tak sulit bagi yang mau, tak mudah bagi yang enggan …"

     

    Sebagai pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak pun begitu, Saya selalu menuliskan apa pun aktivitas dan kegiatan di taman bacaan. Karena taman bacaan adalah tempatnya perbuatan baik. Maka setiap yang baik pun harus dituliskan. Agar jadi pelajaran orang-orang media sosial. Bila galau, resah atau benci saja mampu dituliskan. Kenapa aktivitas taman bacaan tidak mau dituliskan? Ketahuilah, setiap kebaikan yang dilakukan pasti akan kembali kepada yang melakukannya. Begitu pula sebaliknya. Tulis, tulis, dan tulis.  

     

    Tips jitu menulis adalah tulis, tulis, dan tulis, Bukan niat tanpa mau menuliskan. Bukan pula ngobrol tapi tidak pernah menulis. Dan bukan pula rajin seminar menulis tapi tidak ada karya yang bisa dihasilkan. Seperti kata Ali bin Abi Thalib, “semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak. Lalu diperkuat oleh Imam Al-Ghazali yang berkata, “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". Ya, sesederhana itulah menulis.  

     

    Maka tuliskanlah, apa pun dan di mana pun. Agar bisa dibaca orang lain atau minimal jadi renungan untuk diri sendiri. Karena sebaik-baik manusia adalah yang berani melakukan introspeksi diri (muhasabah diri). Karena siapa pun yang belum atau tidak menulis, maka ia belum menjadi dirinya sendiri. Salam literasi #PegiatLiterasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.