Salah Kaprah Tentang Healing - Urban - www.indonesiana.id
x

Image Credit : IG \x40reykatt

jendry Kremilo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2022

Senin, 30 Mei 2022 17:08 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Salah Kaprah Tentang Healing

    Beberapa waktu terakhir istilah healing begitu banyak meluncur dalam percakapan, baik dalam dialog langsung maupun di dunia maya. Namun tak jarang kata itu digunakan secara serampangan saja. Kata healing kerap dikacaukan dengan makna refreshing. Gajala apa ini? Biar terdengar keren dan kekinian saja, atau sebab faktor lain?

    Dibaca : 1.633 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Beberapa waktu terakhir ini Istilah healing begitu akrab di telinga kita. Kata itu sering digunakan di lingkungan masyarakat sekitar. Namun tak sedikit peletakan kata healing pada beberapa kalimat tertentu tidak merujuk kepada definisi healing yang sebenarnya.

    Sepengamatan saya ada yang pernah bilang begini: Aku butuh healing, aku mau ke pantai. Aku lagi healing nih di Caffe A, makanannya enak tau cocok untukku yang sedang butuh healing ini. Ada juga seseorang teman yang senang mendaki gunung lalu memposting foto di salah satu sosial medianya dengan caption, "Hay Guys, aku lagi healing nih di Gunung B" dan masih ada beberapa lagi kalimat lain yang begitu menarik perhatian, saya sehingga saya menulis tentang ini.

    Dear teman-teman, emang Iya, kalian sedang healing? Sebenarnya kalian tau ndak sih healing itu apa? Atau jangan-jangan kalian itu sedang refreshing, me time, break and take a rest, or lagi melakukan salah satu hoby?

    Yuk, kita bahas apa itu healing...

    Menurut definisi, Istilah healing adalah suatu rangkaian proses yang dibutuhkan agar sesuatu menjadi sehat, sembuh dan pulih kembali. (Source Of Oxford Dictionary and Google Translete) Nah, Jika healing digunakan pada konotasi fisik, maka maknanya adalah proses penyembuhan yang dilakukan pada luka fisik (bagian tubuh yang coba untuk dipulihkan). Dalam hal ini aspek healing yang dibutuhkan adalah dengan mengunjungi dokter atau nurse untuk pengobatan, apotek untuk beli obat, atau mungkin Puskesmas terdekat.

    Jika kata healing digunakan dalam aspek luka/goncangan psikis seperti kesedihan, kekecewaan, patah hati atau peristiwa lain yang memicu sebab terjadinya depresi atau trauma, maka healing yang dimaksud adalah dengan mengunjungi ahli seperti halnya psikolog, konselor, atau jika level depresi dan trauma sudah sangat mengkhawatirkan maka disarankan untuk konsultasi dengan psikiater. Ya, minimal melakukan meditasi ringan seperti mindfullness.

    Merujuk pada kedua sumber diatas kata dasar healing yaitu heal berasal dari Bahasa Inggris yang termasuk dalam kategori verb. Kata heal memiliki arti menyembuhkan, sembuh, dan lain-lain. Secara linguistik arti healing di kamus bahasa Inggris terjemahan Indonesia adalah penyembuhan. Penyembuhan yang dimaksudkan tersebut adalah secara psikologis yakni jiwa, perasaan, batin dan pikiran. Karena itulah lalu muncul istilah self healing yakni penyembuhan diri. Mengacu pada thesaurus and Google Translete, beberapa sinonim untuk kata healing adalah currative, cure, invigorating, dan lain-lain.

    Oh iya, sebenarnya makna healing yang sedang viral ini berasal dari kata slang english yang memiliki makna beragam. Maknaya kurang lebih sarana tambahan untuk me-recharge energi positif, dan memberikan pandangan baru dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Berdasarkan sumber-sumber tersebut kejanggalannya adalah tidak tercantum definisi bahwa jalan-jalan ke tempat tertentu, short holiday, kulineran, mengunjungi beberapa tempat wisata dan pusat perbelanjaan merupakan part of "definisi of healing".

    Pun, juga perlu diluruskan terms of healing yang sedang viral ini bukanlah bagian utama dari traumatic recovery (penyembuhan trauma) yang sebenarnya sedang dibutuhkan. Karena apa? Dengan melakukan aktivitas yang short term happiness tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah dan trauma psikis yang sedang dialami oleh seseorang. (That's the missing point).

    Juga ada aspek lain yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan masalah psikis adalah dimulai dari dalam diri sendiri seperti memperbaiki pola pikir (mindset), core beliefs, perspektive taking, dll. Dan sebenarnya masalah itu diselesaikan bukan dilampiaskan lalu menjadikan objek lain sebagai pelarian dari masalah.

    Jikapun misalnya sedang benar-benar dalam keadaan proses healing masih banyak metode lain yang lebih baik yang bisa kita gunakan seperti dealing dengan masalah yang sedang kita alami, misalnya, acceptance, tetting be, patient, dan lain-lain.

    Jika memang merasakan penat dalam bekerja, lelah dengan beban rutinitas seharian, overwhelming, That's Okay to break for a while, takes time for me time contohnya seperti: tidur, membaca buku, melakukan perawatan diri seperti maskeran, Netflix-an, atau refreshing dengan jalan-jalan ke suatu tempat tertentu. Those don't mean as healing as how it should be.

    Semoga bermanfaat, dan semoga setelah membaca tulisan ini tidak keliru lagi ya tentang kata healing yang sebenarnya, oleh karena itu kita perlu memahami istilah dengan literatur yang kuat.

    Ikuti tulisan menarik jendry Kremilo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 466 kali