Di Usia Senja Guru Tetap Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Pembukaan sekolah perlu memperhatikan data penyebaran wabah dan kesiapan sekolah

MAMA IDHA

IDHA KARYATI,S.Pd
Bergabung Sejak: 25 November 2021

Kamis, 2 Juni 2022 07:04 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Di Usia Senja Guru Tetap Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan


    Dibaca : 1.128 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Idha Karyati, SMKN 2 Tuban 

    Kalimat dari  salam guru penggerak sangat mengetuk hati guru di Indonesia . Diawali dengan niat tergerak (niat ingsun  atau niat hati yang paling dalam) bergerak dan menggerakkan  untuk melakukan perubahan dalam pembelajaran.

    Saya Idha Karyati sebagai salah satu calon guru penggerak angkatan V kelas 05-147B  dari Kabupaten Tuban- Jatim, mengampu mapel Tata Boga di SMKN 2 Tuban.  Dibawah arahan fasilitaor bpk Boby, didampingi PP Bpk M.Makhdum, bersama CGP Ronie dari SDN Penidon Plumpang, Adrea Rosie dari SMKN 2 Tuban, Subekti Wahono dari SMPN 1 Plumpang, Okta Ely dari SMAN1 Plumpang dan Vera dari SMPN 1 Plumpang. Sekalipun dalam kelompok saya tertua karena masuk usia sudah senja  ke 51, namun tidak menyurutkan niat saya dalam mengabdi disegi pedidikan.  

    Panggilan jiwa sebagai seorang guru tidak hanya dibatasi dengan  waktu mengajar selama 8 jam di kelas, namun setelah di rumah tetap melayani konsultasi  siswa berkaitan dengan tugas siswa yang belum dikumpulkan sehingga jam kerja guru  bisa hampir mencapai  24 jam.  Hal ini dilakukan dengan iklhas sebagai wujud melayani siswa.

    Bagi saya ada rasa senang, sukacita  yang tidak bisa diukur oleh materi  jika melihat  siswa sudah memahami materi sesuai dengan kemampuannya.  Semakin senang setelah mengikuti diklat guru penggerak bersama guru hebat  karena  ada banyak materi  filosofi KHD yang dapat diterapkan dikelas  agar  siswa mempu bertanggung jawab dengan tugasnya sendiri.

    Guru dengan sabar selalu mengingatkan pengumpulan  tugas  sekalipun waktu pengumpulan tugas  melebihi waktu tenggat. Tidak ada hukuman bagi yang terlambat mengumpulkan, Yang ada adalah mengingatkan agar selalu ada upaya dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru .

    Guru berpijak pada kodrat alam bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus (tuna grahita ringan) dan kodrat zaman dalam proses pembelajaran dengan membuat variasi model belajar  yang menyenangkan dengan pembuatan media  pembelajaran mapel pengetahuan bahan makanan dengan teknik beryanyi sehingga siswa dibawa dalam suasana belajar sambil  bermain  dapat dilihat dilink youtube Idha Karyati dengan link https://www.youtube.com/watch?v=EljH-fbvlAI&t=2s. Seiring perkembangan zaman maka siswa juga dikenalkan dengan  media yang inspiratif sehingga siswa merasa senang dan nyaman dan senantiasa merindukan kehadiran guru.

    Pengalaman praktik baik yang paling menyenangkan  bagi saya adalah saat mengajar siswa yang berkebutuhan khusus dengan materi daging. Dalam materi daging dikenalkan tentang macam ,ciri daging dan hasil olahnya. Ada daging sapi, kambing, domba, kerbau dan babi. Tiba-tiba Riko  berkata,”Bu Idha, daging babi kan haram.” Betul Riko ,“Daging babi memang haram  bagi  yang beragama Islam, tetapi bagi masyarakat didaerah Bali, Toraja, Menado dan sebagian masyarakat yang selain beragama  Islam, daging babi tidak haram. ‘Riko memahami penjelasan  bu Idha?”. “Ya bu saya paham," jawab Riko.

    Selama belajar bersama siswa yang berkebutuhan khusus saya  berusaha menciptakan pmbelajaran yang menyenangkan dengan bernyanyi dan sesekali dengan bercanda. Dengan tujuan materi yang saya sampaikan bisa diterima tanpa adanya tekanan, dan siswa dengan senang hati mau mengerjakan tugas yang diberikan. Ada upaya menghafal materi pengenalan bahan makanan  bagi siswa yang bernama  Ival  yang memiliki kebutuhan khusus dalam bentuk lagu di link youtube  idha karyati: lhttps://www.youtube.com/shorts/-8pO2oiQpJo ink 

    Banyak tanggapan positif dari sesama rekan guru dan  tenaga non kependidikan dengan adanya program guru penggerak. Salah satunya  adalah bisa merubah sistem pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan kodrat alam , kearifan lokal dan perkembangan kodrat  zaman. Bahkan siswa pun merasa bahagia dalam belajar.  Adanya kerjasama yang baik antar rekan sejawat, terlebih mendapat dukungan penuh dari kepala SMKN 2 Tuban bahwa guru harus  saling menggerakkan menuju Indonesia yang merdeka dalam belajar.

    Salam guru penggerak. 

    Ikuti tulisan menarik MAMA IDHA lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.