Daftar Istilah Literasi dan Taman Bacaan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 6 Juni 2022 09:49 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Daftar Istilah Literasi dan Taman Bacaan

    Banyak orang tidak tahu istilah-istilah di taman bacaan dan dunia literasi. Apa saja istilah yang ada di Taman Bacaan Lentera Pustaka

    Dibaca : 822 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Banyak orang yang tidak mengeal istilah-istilah di taman bacaan dan dunia literasi. Setelah 5 tahun perjalanan Taman bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, dengan menerapkan model “TBM Edutainment”, muncullah istilah-istilah yang familiar dikenal di kalangan 130-an anak pembaca aktif dan pengguna layanan taman bacaan.

    Apa saja istilah-istilah di Taman Bacaan Lentera Pustaka?

    Tentu ada banyak dan semua istilah dilahirkan dalam praktik literasi yang berkembang di lapangan, diantaranya:

    1. Salam literasi, yaitu yel-yel anak-anak pembaca aktif untuk membangkitkan semangat membaca buku di taman bacaan. Seperti saat disebut “salam literasi”, maka anak-anak serentak menjawab “baca bukan maen”.
    2. Doa literasi yaitu doa yang dilakukan anak-anak sebelum memulai aktivitas membaca buku di taman bacaan. Seperti doa “Ya Allah tambahkan ilmukan, mudahkan urusanku, lancarkanlah TBM-ku”.
    3. Senam literasi, yaitu senam yang dilakukan bersama-sama untuk membangun semangat membaca buku dan melatih kekompakan anak-anak pembaca aktif saat berada di taman bacaan. Agar TBM menjadi tempat yang asyik dan menyenangkan.
    4. Laboratorium Baca, yaitu aktivitas setiap hari Minggu yang dilakukan pengelola TBM yang membimbing langsung aktivitas membaca buku dan memberi motivasi kepada anak-anak pembaca aktif agar tetap “bertahan” di taman bacaan.
    5. Event Bulanan, yaitu aktivitas bulanan taman bacaan yang menghadirkan “tamu dari luar” untuk mengisi acara atau memotivasi anak-anak pembaca aktif, seperti kegiatan dongeng, prakarya, music dan band, launching buku, CSR, bakti sosial, atau lainnya.
    6. Jajanan kampung gratis, yaitu aktivitas yang mengajarkan “antrea” anak-anak pembaca aktif dengan cara memberi kupon gratis untuk jajan di pedagang kampung yang mangkal di TBM. Hal ini sebagai motivasi anak-anak karena diberi jajanan gratis.
    7. Wali baca, yaitu pengelola atau orang mendapat tugas untuk menjalankan peran seperti “wali kelas” untuk membimbing dan mendampingi aktivitas membaca buku di taman bacaan. Mulai dari mengecek anak yang hadir membaca, memberi paraf kartu atas buku yang dibaca anak, dan menjadi pemberi informasi kepada anak-anak pembaca aktif tentang apa pun program dan aktivitas taman bacaan. Di TBM Lentera Pustaka, wali baca adalah orang local dekat taman bacaan dan diberi honor agar tanggung jawab menjalankan tugasnya di taman bacaan.
    8. Relawan, yaitu individu atau orang dari mana pun yang bersedia secara sukarela (tanpa bayaran) untuk membantu aktivitas taman bacaan, di samping mengambil peran sosial untuk melancarkan program literasi yang dijalankan di taman bacaan.
    9. Kebun baca, yaitu sebidang tanah yang dijadikan tempat membaca di ruang terbuka dan biasanya menjadi sentra kegiatan taman bacaan yang bersifat nonrutin dan event besar.
    10. Rooftopbaca, yaitu tempat membaca di lantai dua (tingkat) bangunan TBM sebagai alternatif lokasi baca yang menarik. Di TBM Lentera Pustaka, rooftop baca ber-view Gunung Salak dan Kota Jakarta.
    11. Donasi buku, yaitu sumbangan buku yang diberikan donatur (individu orang atau organisasi) untuk mendukung aktivitas taman bacaan khususnya terkait koleksi buku yang tersedia. Donasi buku adalah “nafas” taman bacaan, di samping anak-anak yang membaca.
    12. Pembaca aktif, yaitu anak-anak atau anggota masyarakat yang secara rutin dan rajin membaca buku di taman bacaan. Pembaca atif terikat dengan kartu baca atau absensi yang disediakan taman bacaan sekaligus berhak atas program apa pun yang dijalankan di taman bacaan. Pembaca aktif dilakukan untuk membedakan dengan pembaca yang tidak aktif atau pembaca yang “angin-anginan”.
    13. Pendiri, yaitu orang yang mendirikan taman bacaan dan sebagai penggagas ide aktivitas dan program yang dijalankan di taman bacaan.
    14. Kepala Program, yaitu orang yang bertanggung jawab menjalankan segala program yang dijalankan di taman bacaan.

     

    Patut diketahui, hingga saat ini TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor  telah mengelola 14 program literasi yang terdiri dari: 1) TABA (TAman BAcaan) dengan 130 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya) dengan waktu baca 3 kali seminggu, kini setiap anak mampu membaca 5-8 buku per minggu, 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 9 warga belajar buta huruf agar terbebas dari belenggu buta aksara, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut, 6) TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 28 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, 11) LITFIN (LITerasi FINansial), 12) LIDAB (LIterasi ADAb) untuk mengajarkan adab ke anak-anak seperti memberi salam, mencium tangan, berkata-kata santun, dan budaya antre, 13) Motor Baca KEliling (MOBAKE) yang keliling ke 3 kampung seminggu 2 kali, dan 14) Rooftop Baca sebagai tempat menarik membaca buku. Tidak kurang dari 250 orang menjadi pengguna layanan literasi TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.

     

    Kira-kira begitulah istilah-istilah yang ada di taman bacaan, khususnya di TBM Lentera Pustaka. Salam literasi #TamanBacaan #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka

     

     

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.