Perihal Meninggalkan dan Tertinggal - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh brands amon dari Pixabay

ahmad sulton ghozali

anginraga.medium.com
Bergabung Sejak: 23 April 2022

Sabtu, 11 Juni 2022 11:29 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Perihal Meninggalkan dan Tertinggal

    sebuah puisi

    Dibaca : 724 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tetap saja,
    terlihat pembatas yang dilewati secara paksa, bukan baik-baik
    menyisakan sebuah lubang dan sisa reruntuhannya
    jangan salah paham, sebab aku tak pernah membatasinya
    melainkan harapan yang terlanjur membangun dengan tinggi

    menyeduh air seperti biasa, menggulung tirai jendela
    dan menyaksikan fajar tanpa dihalangi oleh senyummu
    rindu tak lebih menggangu sejak hari-hari baru yang tiba
    entah berpura-pura dengan melupakan segala yang telah dilalui
    atau terlalu memikirkan apa yang akan tiba di depan mata

    bukankah masih tersirat betapa malunya lampu-lampu jalan semalam
    terutama di persimpangan dengan merahnya yang merona
    dan aku tak lagi mengingat siapa kau dan masa lalu kita
    meskipun pernah mengarungi lautan sekitar dua atau tiga kali
    atau pergi ke bulan hingga kehabisan bahan bakar dan
    terpaksa menumpang pesawat ulang alik yang lalu lalang

    perihal meninggalkan tak pernah sesederhana perasaan ini
    sementara bukan hanya setiap kenangan itu yang tertinggal
    terlalu cepat, barangkali, dan salahku sendiri yang keliru
    tiada lagi yang berusaha menyambut pagi seperti caramu
    tiada lagi yang enggan mengakui larutnya malam seperti caramu
    tiada lagi, dan kau memang benar sejak awal, barangkali.


     

    Ikuti tulisan menarik ahmad sulton ghozali lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 596 kali