408 Warga Gojoyo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Ikuti Pengobatan dan Khitan Gratis LPPM Undip - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Antusias warga mengikuti kegiatan pengobatan dan khitan gratis

Lintang Arum

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Juni 2022

Minggu, 12 Juni 2022 05:36 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • 408 Warga Gojoyo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Ikuti Pengobatan dan Khitan Gratis LPPM Undip

    Sebanyak 408 Warga dusun Gojoyo desa Gojoyo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak ikuti pengobatan dan khitan gratis yang diselenggarakan LPPM Universitas Diponegoro, di dusun Gojoyo

    Dibaca : 485 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebanyak 408 warga Dusun Gojoyo, Desa Gojoyo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak mengikuti pengobatan dan khitan gratis yang diselenggarakan LPPM Universitas Diponegoro, di Gojoyo, Sabtu (11/6). Sejak pagi sekitar pukul 09.00 warga antusias ingin mendapatkan kesempatan pertama pengobatan gratis bertempat di SDN 3 Wedung, pun delapan murid sekolah dasar yang ikut khitanan oleh tim dokter Undip yang dikoordinatori dr Mughni  dan Dr dr Winarni.

    Kaolan, 55 tahun warga RT 01 RW 10, datang ingin mendapatkan pengobatan karena selama ini kedua matanya acapkali merasakan sakit. Ia berikhtiar lewat pengobatan ini untuk mendapatkan kesembuhan.

    Sekitar 30 anggota tim dokter, perawat serta apoteker berada di lokasi pengobatan sejak pagi hingga sore hari.

    “Warga disini kesulitan akses berobat, sehingga kami hadir ke tengah tengah warga. Apalagi Sebagian warga disini pekan lalu terdampak rob sehingga Sebagian mereka juga mengeluhkan sakit sakit,” kata dr Mughni, usai meng khitan Umam, salah satu murid SD Gojoyo.

    Dr Adi Nugroho, M.Si salah satu anggota tim pengabdian ini menuturkan, pemilihan lokasi Gojoyo memang salah satu nya mempertimbangkan relatif terbatasnya akses transportasi menuju fasilitas Kesehatan terdekat. Semua anggota tim sedikit berjuang untuk sampai ke lokasi pengobatan gratis ini, dengan menyewa perahu warga sekitar 20 menit an menuju lokasi pengobatan.

    Dr dr Winarni menuturkan, tim mengalokasikan mengobati 400 warga dan 8 murid yang khitan, salah satunya karena untuk pemeriksaan sebanyak itu membutuhkan waktu hingga sore hari.”Apalagi tutur warga disini jika sore rob juga sering kali menggenang,” kata dokter Winarni.

    Warga sakit yang berobat di kesempatan ini sangat beragam keluhannya , tensi tinggi, asam urat, kolesterol, mata, gula darah yang tinggi, persendian, tulang, gatal gatal, keluhan gigi serta sejumlah keluhan rasa sakit lainnya.

    Dokter Mughni menambahkan , kegiatan pengobatan gratis bagi warga ini terutama di tujukan pada lokasi yang relatif sulit bagi warga, juga terdampak seperti rob atau bencana.Sebelumnya tim dokter yang dikoordinatorinya mengobati warga Lumajang , yang ketika itu terdampak erupsi Semeru. Ketika itu timnya mengobati sekitar 110 warga kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

    Warga Gojoyo yang berobat sangat beragam , dari berjalan kaki hingga harus diantar membonceng sepeda motor karena kondisi kesehatannya.

    Hambatan yang terjadi lebih pada keinginan warga yang berobat untuk diperiksa lebih dahulu.Namun tim dokter cukup selektif, hanya mengecualikan pada kondisi warga yang benar benar harus diprioritaskan.

    Kegiatan pengobatan gratis di Gojoyo dibuka kepala desa Wedung,  Jamaludin Malik. Ikut mendukung dengan doa secara islami untuk ihtiar Kesehatan ini kyai setempat KH Zaenudin, yang berdoa agar warga mendapatkan Kesehatan dengan ihtiar dan pengobatan tim dokter dari Universitas Diponegoro Semarang.

    Warga senang dengan pengobatan dari dokter Undip ini karena tim dokternya sangat banyak dan menyediakan beragam persediaan obat dalam jumlah yang cukup banyak.

    Memang sekitar setengah tahunan lalu pernah ada kegiatan serupa ini namun Ketika itu tim hanya terdiri dari dua dokter saja sehingga tak bisa menjangkau warga yang jumlahnya banyak.

    Kalau kali ini sekitar 400 an warga yang berobat dan 8 murid yang dikhitan. Selain pengobatan ,tim Undip juga membagikan souvenir, sarung dan sejumlah souvenir lainnya bagi warga yang datang dalam pengobatan gratis ini

    Umam salah satu murid SD yang ikut khitan Bersama 7 murid lainnya

    Ikuti tulisan menarik Lintang Arum lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.