Jadi Juga PAN Berlabuh di Istana - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto: Tempo/Subekti

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 17 Juni 2022 11:44 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Jadi Juga PAN Berlabuh di Istana

    Akhirnya Partai Amanat Nasional [PAN] berlabuh di Istana. Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, ditarik ke dalam kabinet menempati kursi menteri perdagangan menggantikan Lutfi. Dia dipilih karena Jokowi memerlukan dukungan lebih kokoh. Dukungan yang bukan saja dalam kabinet, tapi juga bagi kepentingan agenda politiknya ke depan, yang terdekat adalah Pemilu 2024.

    Dibaca : 761 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Akhirnya Partai Amanat Nasional [PAN] berlabuh di Istana. Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, ditarik ke dalam kabinet untuk menempati kursi menteri perdagangan, menggantikan Lutfi. Bagi PAN, usailah sudah masa penantian dalam ketidakpastian bakal masuk kabinet atau tidak kendati sudah menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Jokowi. Beberapa kali beredar isu bahwa PAN akan masuk kabinet segera setelah Zulkifli terpilih sebagai ketua umum, isu tersebut baru jadi kenyataan sekarang.

    Masuknya PAN ke dalam kabinet mungkin dinilai oleh elite PAN sebagai keuntungan. Menjelang pemilu 2024 nanti, elite politik memerlukan panggung agar diliput secara rutin oleh media massa. Jabatan menteri adalah sarana untuk memperoleh perhatian jurnalis dan membangun citra di hadapan masyarakat luas. Apalagi jabatan yang dipegang Zulkifli adalah menteri perdagangan, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan masyarakat karena isu kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, di antaranya minyak goreng.

    Dipilihnya Zulkifli sebagai menteri perdagangan adalah peluang bagi PAN untuk unjuk kemampuan dalam mengatasi persoalan yang bersentuhan langsung dengan hidup keseharian rakyat banyak. Pertanyaannya: Apa kira-kira jurus yang akan dikeluarkan Zulkifli dan penasihat ekonominya di PAN untuk mengatasi masalah ini, termasuk isu kartel dan penguasaan pasar oleh sedikit pemain besar sehingga harga-harga serta pasokan sangat sukar dikendalikan. Mampukah Zulkifli menaklukkan raksasa-raksasa penguasa pasar demi kesejahteraan rakyat? Ataukah ia juga tidak akan berkutik?

    Bila Zulkifli berhasil menangani sejumlah persoalan ekonomi yang gagal diatasi oleh menteri sebelumnya, tentu akan ada kredit positif bagi PAN. Sebaliknya, bila Zulkifli setali tiga uang dengan menteri sebelumnya alias tidak berdaya menghadapi pemain-pemain besar di pasar, PAN berpotensi terkena dampak negatifnya. Ini adalah pertaruhan politik menuju 2024.

    Zulkifli Hasan dipilih untuk jadi menteri yang mewakili PAN karena Jokowi memerlukan dukungan yang lebih kokoh, bukan saja dalam kabinet, tapi juga bagi kepentingan agenda politiknya ke depan, khususnya yang terdekat pemilu 2024. Bahkan upaya meraih dukungan PAN sudah dilakukan jauh-jauh hari, namun tampaknya terganjal oleh kehadiran Amien Rais saat itu, yang pengaruhnya begitu besar di PAN. Hanya dengan mendepak Amien keluar dari PAN, partai ini akan lebih mudah dirangkul. Dan skenario ini akhirnya terwujud.

    Begitu menjabat ketua umum yang baru, Zulkifli terus berupaya mendekat ke Istana dengan menyatakan dukungannya. Bahkan, yang mutakhir dan sempat menghebohkan masyarakat ialah seruan tiga serangkai—Muhaimin, Airlangga, dan Zulkifli—yang mengusulkan penundaan pemilu dan mendukung masa jabatan kepresidenan tiga periode.

    Dengan duduk di kabinet, Zulkifli menjadi ketua umum partai keempat [Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN] yang menjadi menteri Presiden Jokowi. Dengan mereka berada di dalam kabinet, di satu sisi Jokowi lebih mudah untuk memengaruhi langkah partai politik melalui ketua umumnya. Di sisi lain, partai-partai lebih memiliki akses kepada sumber-sumber daya ekonomi maupun pusat pengambilan keputusan. Dua hal terakhir ini penting bagi partai dalam rangka kompetisi pemilu 2024.

    Sebagai pejabat tinggi, mereka dapat berkeliling Indonesia dengan mengatasnamakan tugas negara. Di saat yang sama, mereka dapat mengonsolidasikan kader dan pengurus partai di daerah dengan menekan biaya ekonomi perjalanan mereka. Melalui kunjungan ke daerah-daerah ini pula, mereka membangun popularitas yang jadi bagian penting bagi keterpilihan partai mereka. Apalagi jika mereka mencalonkan diri jadi presiden nanti, kunjungan ke daerah dalam kapasitas sebagai menteri merupakan cara yang efisien untuk tetap menjalin komunikasi dengan warga. Pendeknya, sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampau. Bagi Zulkifli dan PAN, satu pulau sudah berhasil disinggahi. >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 598 kali