Tentang Tiga Powerfull Woman Disamping Jokowi - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sebuah acara di DPR RI. Foto: M Taufan Rengganis/Tempo

Ali Mufid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Maret 2022

Sabtu, 18 Juni 2022 07:30 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Tentang Tiga Powerfull Woman Disamping Jokowi

    Di tengah sorotan yang deras menerpa Presiden Joko Widodo (Jokowi), faktanya Jokowi memiliki tiga sosok perempuan hebat yang mendampinginya. Posisi mereka sangat penting dalam menjawab isu-isu kebangsaan dari tiga aspek, ideologi politik, ekonomi politik, dan geo politik. Bahasa menterengnya, tiga srikandi ini menjadi mercusuar stabilitas Indonesia hingga kancah global.

    Dibaca : 750 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di tengah deras kritik atas kontra kebijakan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), faktanya Jokowi memiliki tiga sosok perempuan hebat yang mendampinginya sebagai presiden. Posisi mereka sangat penting dalam menjawab isu-isu kebangsaan dari tiga aspek, ideologi politik, ekonomi politik, dan geo politik. Bahasa menterengnya, tiga srikandi menjadi mercusuar stabilitas Indonesia hingga kancah global.

    Ya, belum lama ini Fortune Indonesia merilis tajuk utama Most Powerfull Woman. Para perempuan hebat Indonesia ini menangkis isu gender dengan pencapaian hebat sesuai kompetensi bidang yang dimilikinya. Ada tiga nama sosok penting telah dirilis Fortune Indonesia. Megawati Soekarnoputri, Sri Mulyani, dan Retno Marsudi. Tentu semua orang tahu tiga nama besar itu.

    Megawati Soekarnoputri, putri Presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Ibu Mega sapaan akrabnya, memiliki pengalaman panjang dalam mengurus partai politik. Istilah yang sering dilontarkan Ibu Mega adalah petugas partai. Dalam diksi petugas partai itu ada ragam pendidikan politik bagi para kadernya. Ideologi politik PDI Perjuangan, partai yang ia pimpin telah banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat.

    Megawati Institute merupakan bukti betapa pedulinya Ibu Mega terhadap agenda-agenda Pancasila. Lembaga itu menggandeng manusia kaya akan pikiran sebagai instrumen penting didalam mendidik dan menancapkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Sebagai wadah merumuskan persoalan kebangsaan yang fundamental pada esensi dasar negara sehingga membuahkan satu tawara solusi demi kelangsungan hajat hidup orang banyak.

    Pancasila ditanam pada gerak tubuh dan pijakan kaki di bumi pertiwi. Tiga tahun memimpin negeri ini, kita menyebutnya capaian terbaik. Stabilitas kondisi Polhukam, mengatasi krisis pasca reformasi, dan optimalisasi peran legislatif. Tentu masih banyak deretan prestasi Ibu Mega untuk negeri ini. Sehingga wajar jika didalam figurnya merupakan pustaka ideologi politik.

    Beranjak ke orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Duni. Ya, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI. Praktis ada pertimbangan kuat hingga Sri Mulyani masuk kategori most powerfull woman. Masih di era pandemi memasuki tahun ketiga, Sri Mulyani memberi paparan kepada DPR perihal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2023.

    Ia menyebutkan, kebijakan itu dijalankan pada saat situasi dan kondisi lingkungan global tengah berkecamuk. Tantangan besar menurutnya terletak pada lonjakan inflasi global seiring naiknya harga komoditas yang disebabkan disrupsi supply dan perang yang terjadi di Ukraina. Sikap yang diambil Sri Mulyani ini merupakan perwujudan figur yang memahami betul kondisi ekonomi politik global.

    Kemudian masuk ke cerita diplomat ulung, Retno Lestari Priansari Marsudi. Perempuan kelahiran Semarang ini memiliki tangan dingin dalam setiap pergerakannya sebagai Menteri Luar Negeri RI. Lewat upaya diplomasi Retno Marsudi ini, Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022. Tentu masih banyak lagi prestasi-prestasi yang ditorehkan alumni Universitas Gajah Mada ini.

    Tiga figur perempuan Indonesia yang masuk dalam tajuk utama most powerfull woman itu merupakan simbol perempuan Indonesia yang tetap mampu berbuat banyak untuk bangsa dan negara tanpa meninggalkan nilai-nilainya sebagai perempuan. Tiga srikandi itu menjadi tokoh penting didalam sistem pemerintahan yang dipimpin Jokowi di periode kedua ini.

    Ikuti tulisan menarik Ali Mufid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.