Hal–hal yang Terjadi Sebelum Lahirnya Sastra Indonesia Modern - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ahmad Febriansyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 Juni 2022

Minggu, 19 Juni 2022 05:52 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Hal–hal yang Terjadi Sebelum Lahirnya Sastra Indonesia Modern

    Sastra adalah karya estetis imajinatif yang sulit untuk didefinisikan secara penuh. Hal ini mengingat perkembangan teori sastra mengikuti perkembangan kreasi sastra yang konvensinya selalu berkembang dan berubah. Akan tetapi, jika dijabarkan karya sastra meliputi beberapa hal khusus yang membedakan dari bidang lain. Sastra adalah ekspresi estetis-imajinatif dari seorang individu yang dimaksudkan untuk menyampaikan ide atau tanggapan terhadap lingkungannya.

    Dibaca : 335 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hallo saya Ahmad Febriansyah

    Ingin membahas tentang hal–hal  yang terjadi sebelum lahirnya sastra Indonesia modern.

    Sebelum itu mari kita ketahui apa itu sastra.

    Sastra adalah karya estetis imajinatif yang sulit untuk didefinisikan secara penuh. Hal ini mengingat perkembangan teori sastra mengikuti perkembangan kreasi sastra yang konvensinya selalu berkembang dan berubah. Akan tetapi, jika dijabarkan karya sastra meliputi beberapa hal khusus yang membedakan dari bidang lain. Sastra adalah ekspresi estetis-imajinatif dari seorang individu yang dimaksudkan untuk menyampaikan ide atau tanggapan terhadap lingkungannya.

    Sastra Indonesia ialah sastra berbahasa Indonesia yang sudah berkembang pada abad ke-20 sebagaimana tampak penerbitan pers (surat kabar dan majalah) dan buku, baik dari usaha swasta maupun pemerintah kolonial.

    Umar Junus Ia berpendapat bahwa : sastra ada sesudah bahasa ada. “ Sastra X baru ada setelah bahasa X ada, yang berarti bahwa sastra Indonesia baru ada setelah bahasa Indonesia ada,” katanya. Dan karena bahasa Indonesia baru ada tahun 1928 (dengan adanya Sumpah Pemuda), maka Umar Junus pun berpendapat bahwa “Sastra Indonesia baru ada sejak 28 Oktober 1928”.

    Pendapat Ajip Rosidi mengenai lahirnya Kesusastraan Indonesia dapat kita baca dalam bukunya “Kapankah Kesusastraan Indonesia Lahir” yang dimuat dalam bukunya Kapankah Kesusastraan Indonesia Lahir (1985).

    Ajip memang mengakui bahwa sastra tidak mungkin ada tanpa bahasa. Akan tetapi, sebelum sebuah bahasa diakui secara resmi, tentulah bahasa itu sudah ada sebelumnya dan pula dipergunakan orang. Oleh sebab itu, Ajip tidak setuju diresmikannya suatu bahasa dijadikan patokan lahirnya sebuah sastra (dalam hal ini sastra Indonesia). Di pihak lain, Ajip berpendapat bahwa kesadaran kebangsaanlah seharusnya dijadikan patokan. Berdasarkan kebangsaan ini, menetapkan bahwa lahirnya Kesusastraan Indonesia Modern adalah tahun 1920/1921 atau 1922.

    Slamet Mulyana melihat kelahiran Kesusatraan Indonesia dari sudut lain. Beliau melihat dari sudut lahirnya sebuah negara Indonesia adalah sebuah negara di antara banyak negara di dunia. Bangsa Indonesia merdeka tahun 1945. Pada masa itu lahirlah negara baru di muka bumi ini yang bebas dari penjahan Belanda, yaitu negara Republik Indonesia. Secara resmi pula bahasa Indonesia digunakan/diakui sebagai bahasa nasional, bahkan dikukuhkan dalam UUD 45 sebagai undang-undang dasar negara. Karena itu Kesusastraan Indonesia baru ada pada masa kemerdekaan setelah mempunyai bahasa yang resmi sebagai bahasa negara. Kesusastraan sebelum kemerdekaan adalah Kesusastraan Melayu, belum Kesusastraan Indonesia.

     

    Ikuti tulisan menarik Ahmad Febriansyah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 598 kali