Agama dan Kos sebagai Media Perubahan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Aksi Mahasiswa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Roni Ali Rahman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2021

Minggu, 19 Juni 2022 06:23 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Agama dan Kos sebagai Media Perubahan

    Kost diidentikkan dengan perantau yang membutuhkan tempat tinggal sementara, yang kecil dan sempit. Namun walau begitu kost harus kita sadari bahwa dari sana hadir dan sering timbul polemik yang besar dalam jangkauan masyarakat secara luas.

    Dibaca : 388 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dikalangan mahasiswa yang biasanya adalah para perantau tentu indentik dengan tempat tinggal sementara yaitu kost ataupun kontrakan. Kos ini pun beragam mulai dari harga sewa perbulannya, peraturannya dan lain lain. Ada kos yang tidak menerapkan aturan pada penyewa ada juga yang menerapkan peraturan seperti jam keluar malam dan sebagainya.

    Tetapi kos yang paling diminati adalah yang membebaskan penyewanya dari aturan-aturan. Hal inilah yang menjadi daya tarik dalam upaya menelaah atau menganalisis kos dan agama yang memiliki implikasi sangat besar terhadap masyarakat awam secara luas.

    Selanjutnya kos menjadi rumah bebas bagi sebagian kalangan mahasiswa yang lama dalam sekat sekat pesantren atau aturan orang tua yang ketat. Maka kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian mahasiswa untuk mengekspresikan kebebasannya dalam kos dari tekanan-tekanan yang terjadi.

    Kemudian tentang realitas dalam mengekspresikan hati dalam momongan kesepian rumah perantauan banyak kos menjadi media perubahan kepribadian. Hal ini bukan pengaruh peraturan dalam kos namun pengaruhnya juga dapat datang dari teman yang mempengaruhi atau ia condong kepada salah satu prilaku yang memang secara tampak ia berubah dari kebiasaan sebelumnya menuju kebiasaan yang asing bagi teman dan kerabat lamanya. Kos tidak hanya mengacu kepada perilaku yang dapat mempengaruhi kepribadiannya namun kos juga dijadikan media sebagai mana kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan bahkan sebagai tempat persembunyian para teroris.

    Maka dari itulah kamar kecil dalam kos dapat berimplikasi kepada aspek aspek kehidupan masyarakat secara luas. Juga pengaruh dalam pendidikan terutama dalam kasus kasus mahasiswa serta agama agama yang mendapat tetesan kejelakan dari prilaku orang tersebut. Walau kost juga memiliki dampak yang begitu mengerikan sebagai media perubahan. Tentunya kos juga menjadi tempat orang orang yang baik semakin baik, yang alim semakin alim dan yang pinter semakin pinter tergantung siapa saja yang mengunakan kos dan keadaan yang dapat mempengaruhi orang orang tersebut.

    Habib umar bin hafidz pernah berkata, "Handphone adalah baik jika digunakan orang orang sholeh begitu sebaliknya akan buruk ketika digunakan orang orang yang pekat hatinya." Hal ini juga sama terhadap kost tergantung siapa yang tinggal disana, jika dia ahli maksiat maka kost akan dipenuhi kemaksiatan namun jika digunakan orang orang sholeh bisa saja kos menjadi musholla kecil bagi diri orang tersebut.

    Salah satu penyebab bagaimana mahasiswa itu bisa berubah setelah sekian lama tinggal di kos maka lihatlah kebiasaan dan hal-hal yang mempengaruhi temannya. Kadang kala ada orang lulusan pesantren yang dulunya rajin dalam akademis dan taat saat ada kegiatan relegius bisa berubah secara signifikan ketika ia berkenalan dengan kos. Sebab selain ia bebas berekspresi tentu salah satunya juga adalah teman-teman yang memberi pengaruh buruk baginya. Atau bahkan ketika dulu di pesantren ia rajin sebab dijaga ketat kiai dan pengurus saat di kos siapa yang akan menjaganya kecuali dirinya sendiri dalam kontrol yang tetap sama saat pesantren.

    Lalu dengan kasus seseorang yang pinter semasa SMA atau masih belum kenal kos bisa jadi saat ia tinggal sendirian di kos bisa menjadi pemikiran yang sebaliknya. Kadang kala dia pinter karena belajar atas tekanan serta kontrol orang tua akan tetapi saat dikost sendirian. tekanan untuk belajar kian hilang dari pikirannya.

    Mengingat terorisme terakhir pada 2018 di Surabaya adalah suatu hal yang mengerikan sehingga banyak korban yang tewas. Dan agama menjadi imbas dari kejahatan tersebut tentunya dengan faktor ideologi yang radikal memasukinya membawa si pelaku kepada gerakan anarkis. Pakaian pengebom dijadikan sebagai pandangan pertama siapa yang melakukan hal itu. Walau demikian bisa saja alih alih baju tersebut hanya sebagai pemfitnahan atau sebagai manipulasi agar tidak mudah untuk dideteksi oleh aparat hukum di Indonesia. Lebih menariknya dari sekian hari pengungkapan kasus terorisme tersebut ditemukan bahwa ia sudah lama tinggal di kamar kecil disebut kost dekat tempat kejadian pengeboman. Sehingga lama dalam dekaman serta asupan doktrinasi kekerasan dan rancangan-rancangan disusun dengan atas jihad maka hal yang tidak diinginkan pun harus terjadi sehingga merisaukan banyak masyarakat luas.

    Atau kejadian pada orang orang yang memang secara kasar kos juga dijadikan kelabu dalam penyimpanan pencurian, sabu sabu, tempat pesta minuman keras bahkan lebih mengerikannya dijadikan tempat sebagai pemerkosaan. Perihal ini dalam kalangan mahasiswa sudah tidak asing lagi sebab kentara banyak isu dari temen ketemen tanpa dikelan media bahwa hal tersebut sudah marak terjadi dengan memanfaatkan kebebasan mengekpresikan diri dalam wadah kost yang tanpa tekanan dan aturan yang terjadi.

    Dari peristiwa panjang yang terjadi dari kalangan mahasiswa dan masyarakat secara luas. Agama yang dijadikan sebagai warna dan corak kejadian atau bahkan agama mendapatkan imbas yang buruk dari perilaku yang begitu mengerikan. Maka selayaknya kita mengerti bahwa kamar kecil kebebasan tersebut memiliki implikasi besar terhadap isu isu pengelabuan serta remehnya kamar kost tersebut dapat kita rasakan setelah semua itu kita sadari bahwa hal itu benar benar terjadi dan memberi rasa risau kepada masyarakat secara luas serta perlu perhatian lebih terutama dalam pengaturan dan ketertiban kost sehingga kos tidak menjadi tempat utama dalangnya kejahatan.

    Ikuti tulisan menarik Roni Ali Rahman lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.