Dunia yang Menjanjikan tapi Menyesatkan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Foto yang menggambarkan Manusia mempunyai semua kemampuan dari paket komplit yaitu 3B (Brain,Beauty,and Behaviour)

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 20 Juni 2022 16:03 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Dunia yang Menjanjikan tapi Menyesatkan

    Banyak orang yang tertipu oleh kemegahan dunia. Akibatnya bukan kebahagiaan yang mereka dapat tapi justru kesengsaraan. Bagaiman kita menyikapinya? Sila baca terus.

    Dibaca : 489 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    The World looks stagnant, yet it is moving; it looks promising yet it is deceiving (Imam AL Gazali) Dunia nampak diam saja, tapi sebenarnya ia bergerak;  ia nampak menjanjikan tapi sebenarnya ia menyesatkan”.   Demikian kalimat mutiara dari Imam Al Gazali, seorang ulama mashur dari abad ke sebelas.  Dia adalah orang Persia namun beraliran Sunni.  Karyanya yang terkenal adalah Ihya Ulumiddin (Kebangkitan ilmu agama).  Mari kita bahas.

    Dunia memang nampak sangat menjanjikan kemakmuran, kejayaaan, kenikmatan.  Kalau anda jalan jalan di negri maju, anda pasti akan takjub, melongo melihat kemajuan mereka.    Tidak sedikit orang Indonesia ketika sedang jalan ke negri maju lantas seperti “Gatotkoco ilang gapite”   kata orang Jawa.  Dalam budaya Jawa ada tokoh Gatotkoco yang gagah perkasa.  Dalam wayang kulit, semua boneka wayang dijepit dengan stick kecil terbuat dari tanduk kerbau yang disebut gapit  dalam bahasa Jawa.  Nah kalau gapitnya hilang, tokoh perkasa Gatotkocopun akan terkulai, layu tidak lagi tampak perkasa.  Seperti itulah gaya sebagian orang Indonesia di negri maju.  Tentu saja tidak semua.  Banyak juga kok yang percaya diri, sangat percaya diri bahkan.

    Mereka yang takjub lalu ngepèr ini sebenarnya tidak mengherankan karena banyak sekali ketertinggalan Indonesia.  Perbedaan cara makan misalnya, membuat banyak orang kikuk.  Tidak tahu sendok mana yang harus dipakai karena ada beberapa séndok.  Tidak tahu cara makan yang benar bisa juga menjadi masalah.  Bahkan nama makanan juga banyak yang tidak tahu cara membacanya.  Di Prancis ada masakan bernama kerèn.  Escargot avec du beaurre  (bekicot dengan butter) atau escargot ā la bourguignonne  (bekicot secara kota Burgundy)

    Kalau anda makan escargot (bekicot) atau kerang di Paris misalnya, jangan sekali sekali disedot sampai berbunyi di mulut.  Ini bisa menggegerkan seantero restaurant.  Orang Prancis bisa seketika kehilangan selera makan.  Masih untung kalau anda tidak disemprot oleh mereka.

    Kemajuan ekonomi dan teknologi mereka memang sangat jauh di depan kita sehingga sering menimbulkan kekikukan, kebingungan dan kekonyolan orang Indonesia.   Kota yang megah, gedung mewah (tidak semua sih, banyak juga yang pas pasan), gaya hidup yang wah memang sangat mempesona.   Makanya tidak sedikit manusia (tidak hanya Indonesia, tapi di seluruh dunia) yang sangat terpesona dengan kehidupan duniawi.  Mereka ingin kaya raya, berkuasa, dan hidup enak.  Apakah ini salah?  Bisa iya bisa tidak tergantung cara anda mendapatkannya dan menyikapinya.

    Cara mendapatkannya harus legal dari aturan hukum negara dan aturan Allah SWT.  Cara memakainya juga demikian.   Kalau dalam dua hal itu cara anda salah maka dunia akan menyesatkan.  Orang tersesat itu maunya ngalor (ke utara) malah ngidul (sampai ke selatan).  Maunya bahagia malah mendapatkan derita.  Maunya ke sorga malah sampai ke neraka.  Agar tidak tersesat mari kita simak firman Allah swt tentang kehidupan duniawi.

     “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”   (QS. al-Hadîd [57]: 20).

    Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(Al Qashas 60)

    Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Al An’am 32)

    Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.”   (Yunus 24)

    Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Al Isra 17)

    Mungkin terasa ngalor ngidul ya?  Di satu sisi manusia boleh kaya raya, berkuasa, tapi di sisi lain kehidupan duniawi bisa menyesatkan.  Ribet amat, demikian mungkin pikiran sebagain orang.    Perjalanan hidup duniawi memang ribet.  Penuh liku, penuh ujian.  Karena itu manusia membutuhkan panduan.

    Bayangkan kalau anda akan melakukan perjalanan ke sebuah wilayah yang anda belum mengenali, maka pasti ada beberapa masalah.  Apalagi kalau anda akan pergi ke manca negara yang anda belum pernah kunjungi.  Bahasanya juga anda tidak kuasai.  Mereka juga tidak bisa berbahasa Indonesia. Terbayang kendala yang anda hadapi. Maka anda membutuhkan jasa seorang tour leader dan travel agent.   Merekalah yang akan mengelola rincian perjalanan anda sehingga anda tinggal duduk manis dengan nyaman menikmati semuanya. Tour leader akan menemani, membimbing, memandu anda sepanjang perjalanan sehingga anda tidak kuatir nyasar, tidak kuatir bagaimana ngomong dengan orang manca negara, tidak perlu cari hotel, taksi, rumah makan, transportasi dll.   

    Demikian juga dengan perjalanan hidup ini.  Anda juga butuh seorang tour leader dan guide book.  TL nya adalah ustadz, kyai, ulama.  Guide booknya adalah Al Qur’an.

     

    Mungkur kadonyan

     

    Orang Jawa memiliki sebuah frasa yang tepat sekali untuk menggambarkan cara menyikapi kahidupan duniawi yaitu ‘mungkur kadonyan’. Arti harafiahnya memunggungi dunia.  Meskipun demikian bukan berarti menghindari kehidupan duniawi secara total, lalu mengasingkan diri di tempat sepi tanpa punya apa apa.  Bukan itu.  Maksudnya adalah menjaga jarak dengan kemegahan duniawi. 

     

    Kalau sudah mungkur kadonyan maka kita bisa memanfaatkan dunia tanpa tersesat menjadi hamba dunia ini.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.