Pancasila Sebagai Sistem Etika dalam Era Globalisasi Saat Ini - Analisis - www.indonesiana.id
x

Berliana A Naela S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Juni 2022

Rabu, 22 Juni 2022 20:33 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pancasila Sebagai Sistem Etika dalam Era Globalisasi Saat Ini


    Dibaca : 279 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pancasila adalah sebuah dasar negara Indonesia, yang memiliki nilai-nilai kuat yang ada di dalamnya, mulai dari sila pertama sampai sila ke lima. Pancasila dengan lambang Burung Garuda dijadikan simbol Indonesia lewat perjalanan sejarah panjang mencapai kemerdekaan. Nilai kenegaraan yang terkandung dalam sila-sila Pancasila merupakan hasil karya bangsa Indonesia sendiri, yang diangkat melalui nila-nilai kultural dan nilai-nilai historis yang dimiliki masyarakat. Pancasila tidak pernah tutup usia dan merupakan dasar negara pandangan hidup bangsa Indonesia yang, salah satunya, adalah hasil budaya bangsa yang sangat penting.

    Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dalam era globalisasi saat ini sangat urgen. Kenapa? Karena banyaknya budaya dan kekayaan dari bangsa dan negara lain masuk ke negara kita, sehingga urgensi Pancasila sebagai sistem etika menurun. Rasa nasionalisme menurun., terutama dengan meningkatnya masyarakat lebih memilih belanja Impor dibanding produk lokal. Ditambah kalangan muda yang lebih menyukai budaya luar, bukan budayanya sendiri yang tidak dijalani dalam kehidupan keseharianny.

    Belajar dan lebih mengembangkan keingintahuan budaya luar atau budaya asing ini sangat marak dibincangkan saat ini. Sedangkan, suatu bangsa yang tidak mempunyai pandangan hidup ialah bangsa yang tidak mempunya kepribadian dan juga jati diri. Padahal sejak sudah dari kita kecil hingga saat ini kita terus diajarkan tentang kewarganegaraan yang akan membawa kita kembali dalam titik di mana kita mempunya Pancasila sebagai identitas kita. Supaya apa? Supaya kita tidak mudah terombang-ambing dan kembali dari pengaruh yang sekian banyaknya perkembangan jaman yang terus meningkat. 

    Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada asas kultural yang dimiliki dan telah melekat pada diri bangsa itu sendiri.  Meskipun secara formal Pancasila disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia pada 18 Agustus 1945, namun sangatlah jauh sebelum itu bangsa Indonesia telah memiliki unsur-unsur Pancasila dan bahkan telah dilaksanakan dalam kehidupan mereka.

    Pancasila dan etika adalah kedua hal yang tidak dapat dipisahkan sebab sama-sama mengajarkan perihal nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya. Etika Pancasila yang artinya didasarkan tentang evaluasi baik buruknya nilai-nilai Pancasila, mulai dari nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai demokrasi, dan nilai keadilan. Suatu tindakan dikatakan baik bukannya hanya bila tidak rentan terhadap nilai-nilai Pancasila, namun bagaimana cara kita memutuskan nilai-nilai yang terdapat sebagai sesuatu yang lebih berguna bagi orang lain. Nilai-nila Pancasila jika dipahami sepenuhnya, dihayati serta diamalkan tentunya bisa menekan tingkat kejahatan serta pelanggaran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, akan menjadikan kekuatan moral yang besar apabila holistik nila Pancasila yang mencakup nilai keutuhan, nilai humanisme, nilai persatuan, nilai demokrasi juga nilai keadilan yang akan dijadikan landasan moral serta diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan informal lah pada keluarga atau dari pendidikan dari keluarga wajib sebagai fondasi pertama dan utama yang akan dilanjut dengan dukungan oleh pendidikan formal  serta nonformal pada masyarakat.

     

    Hal yang ditakuti adalah hilangnya rasa nasionalisme, maka dari itu Pancasila adalah sebagai rambunya masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu dan menjalankan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, dari hal-hal kecil yang kita terapkan dalam nilai Pancasila inilah yang akan membawa perubahan, mulai dari berkurangnya pembelian barang Impor, meningkatnya kreativitas dan rasa ingin tahu terhadap bangsa sendiri. Etika Pancasila ini dalam memberikan pesan ataupun petunjuk bagi seseorang, sehingga seorang tersebut memiliki orientasi yang jelas dalam tatanan dalam pergaulan yang baik mulai dari pergaulan dalam negeri maupun Internasional. 

    Bisa kita simpulkan Pancasila juga harus diwariskan dan ditekunkan kepada generasi muda, dan mulai diajarkan dari sejak dini melalui pendidikan. Tanpa usaha mewarisi dasar-dasar Pancasila, bangsa akan kehilangan budaya ataupun kekayaan yang dimilikinya, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki kepedulian mewariskan hal-hal yang telah ada sejak dahulu dan membangun dengan mengikuti perkembangan zaman tapi tetap melindungi warisan budaya luhur bangsanya sendiri. Dengan demikian bangsa kita akan berkembang menjadi bangsa yang memiliki kelebihan dari dalam maupun dari luar, dan bisa membawa bangsa ini menuju yang lebih baik, hingga diminati oleh orang-orang luar negeri disana, dan kita harus bisa melindungi bangsa kita agar kebudayaan dan kekayaan kita jangan sampai diambil dan dikembangkan oleh bangsa lain yang ketika dimana mereka sudah haus akan bangsa kita.

    Ikuti tulisan menarik Berliana A Naela S lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    5 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 598 kali