Ibarat Menamam Jagung, Tiap Perbuatan Baik Pasti Ada Gangguannya - - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Minggu, 26 Juni 2022 12:01 WIB

  • Topik Utama
  • Ibarat Menamam Jagung, Tiap Perbuatan Baik Pasti Ada Gangguannya

    Taman bacaan ibarat menanam jagung, selalu ada gangguannya. Maka jangan pernah bosan berbuat baik di taman bacaan. Kenapa?

    Dibaca : 207 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Coda deh dibuktikan. Saat kita menamam jagung, pasti rumput atau gulma ikut tumbuh. Tapi ketika kita menanam rumput, maka tidak akan pernah jagung ikut tumbuh. Maka seperti itulah, siapa pun yang berbuat kebaikan. Pasti ada gangguan dan keburukan yang kita tidak inginkan. Tapi bila keburukan yang kita kerjakan, maka tidak akan pernah ada kenbaikan di dalamnya.

     

    Taman bacaan di mana pun, ibarat menanam jagung. Pasti ada saja “rumput liar” yang mengganggu. Selalu saja ada orang-orang yang tidak suka. Sekalipun kita tidak tahu apa sebabnya? Mulai dari melarang anak membaca, bahkan bergibah tentang taman bacaan. Jadi, terselip keburukan di tengah aktivitas kebaikan seperti taman bacaan itu hal biasa. Sangat lumrah. Kan taman bacaan ibarat menanam jagung, pasti ada rumput liar yang mengikutinya.

     

    Maka seperti petani jagung yang tidak pernah berhenti membersihkan “rumput liar” di kebun jagung-nya. Taman bacaan pun demikian, harus selalu membersihkan dari gangguan-gangguan dan keburukan yang ada di depan mata. Minimal, selalu memperbaiki niat dan meningkatkan ikhtiar baik. Agar taman bacaan tetap tumbuh secara sehat dan terbeas dari gangguan pikira-pikiran buruk siapa pun.

     

    Taman bacaan pun membutuhkan proses. Seperti menanam sebutir jagung hingga tumbuh dan berbuah ratusan butir jagung. Tidak ada yang instan saat menanam jagung, Mulai dari menyediakan lahan, bibit, pupuk, obat-obatan, dan perawatan. Maka begitu pula proses yang dilakukan di taman bacaan. Agar nantinya, tetap tumbuh subur dan selalu dijaga ddari “rumput liar” yang mengganggu.

     

    Pohon jagung itu berbuah hanya sekali. Pohonnya pun tidak bercabang. Seperti itu pulalah, taman bacaan tumbuh. Terkadang, kesempatan berbuat baik itu hanya sekali. Karena itu, taman bacaan harus tetap fokus pada tujuannya. Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi. Taman bacaan adalah jalan kebaikan untuk menabr manfaat kepada banyak orang. Bukankah ajaranhya, “khoirunnas anfauhum linnas”, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

     

    Ibarat menanam jagung, begitulah spirit yang harus dijunjung tinggi pegiat literasi di taman bacaan. Untuk selalu melihat segala sesuatu dari sisi positif, dari sudut pandang yang baik. Sambil tetap memperbaiki setiap proses yang dijalankan. Dan yang terpenting, jangan bosan berbuat baik di taman bacaan. Lebih baik memulai yang baik sekalipun tidak sempurna daripada berdiam diri. Apalagi hanya berpikir dan bertindak buruk dalam melihat apa pun. Salam literasi #TamanBacaan #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Echa Espe

    7 jam lalu

    Jerat

    Dibaca : 86 kali











    Oleh: Dwi Kurniadi

    Sabtu, 13 Agustus 2022 09:06 WIB

    Sajadah Basah

    Dibaca : 2.478 kali

    Sebuah Puisi karya Dwi Kurniadi